Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Rumah Tua
0
Suka
7,540
Dibaca

Bab 1: Kedatangan

Bosan adalah musuh terberat bagi Nara, seorang mahasiswi psikologi yang jenuh dengan rutinitas. Kuliah, perpustakaan, tugas, dan tumpukan buku tebal yang sama setiap harinya menciptakan sebuah siklus yang terasa seperti fotokopi dari hari sebelumnya. Ia mendambakan sesuatu yang baru, tantangan yang menguji naluri, dan pengalaman yang keluar dari zona nyamannya. Ketika Profesor Harsono, dosennya yang sudah tua dan bijaksana, menawarinya sebuah pekerjaan yang terdengar aneh, Nara langsung menerimanya tanpa ragu.

Pekerjaan itu adalah menginventarisir dan mengorganisir dokumen-dokumen kuno milik sebuah keluarga kaya raya yang sudah lama tidak berpenghuni. Rumah tua itu terletak di sebuah kota kecil, jauh dari hiruk-pikuk Jakarta. Menurut Profesor Harsono, keluarga Aksara, nama keluarga pemilik rumah itu, adalah salah satu keluarga terkaya di kota itu, namun mereka semua telah pindah ke luar negeri, meninggalkan rumah tua itu terbengkalai. Sebagai imbalannya, Nara akan mendapatkan bayaran yang jauh lebih tinggi dari pekerjaan paruh waktu biasanya, dan ia bisa menggunakan pengalaman itu untuk tesisnya tentang psikologi lingkungan dan pengaruhnya terhadap emosi manusia.

Dengan tas ransel yang berisi beberapa pakaian, buku, dan laptop, Nara tiba di depan rumah tua itu. Ia tertegun. Gerbang besi yang tinggi dan berkarat berdiri tegak, diselimuti oleh tanaman rambat yang menjalar. Di balik gerbang itu, sebuah rumah tua bergaya kolonial berdiri megah, namun tampak suram. Catnya mengelupas, jendelanya kusam, dan sebagian gentingnya terlihat hancur. Pohon-pohon besar yang menjulang tinggi, dengan ranting-rantingnya yang kurus dan telanjang, seolah-olah menjadi penjaga abadi rumah itu. Sebuah hawa dingin dan berat langsung menyergap Nara begitu ia melangkah mendekat.

Sesuai instruksi, Nara menelepon Aksara, pemilik rumah yang masih sesekali menengok rumah ini. Pria itu mengangkat telepon dengan suara serak dan pelan, seperti bisikan dari balik kubur. Ia menyuruh Nara untuk menunggu di gerbang. Tak lama kemudian, gerbang besi itu terbuka dengan suara berdecit yang menyeramkan. Nara melangkah masuk, merasakan sensasi dingin menjalar di punggungnya. Jantungnya berdebar kencang, sebuah firasat buruk yang ia coba abaikan.

Aksara adalah pria paruh baya yang bertubuh kurus. Rambutnya yang menipis menutupi sebagian wajahnya yang dipenuhi kerutan. Yang paling aneh dari dirinya adalah matanya yang tampak kosong, seperti mata boneka porselen, tanpa ekspresi. Ia mengenakan setelan jas hitam yang tampak lusuh dan kebesaran. Tanpa banyak bicara, ia mengantar Nara masuk ke dalam rumah. Langkahnya nyaris tak terdengar, seolah ia melayang di atas lantai.

Aroma apak, debu, dan kayu lapuk langsung menyergap...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp9.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Rumah Tua
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
SUMI
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Novel
Gold
Fantasteen Scary Teru Teru Bozu
Mizan Publishing
Flash
Negeri Cermin
BANYUBIRU
Novel
Wolves Heart
Roy Rolland
Skrip Film
LENSA
Yoghy Abdullah
Flash
Bronze
Gadis Bersenandung
Sunarti
Flash
Bronze
Uang berdarah
Bungaran gabriel
Novel
Langgar
Agnesya Febriana
Cerpen
Bronze
Selamat Tidur
Rere Valencia
Skrip Film
ADIKODRATI - Kembali untuk Menghantui
@mahartania__
Cerpen
Bronze
Penunggang Kuda Hitam
Christian Shonda Benyamin
Novel
Senandung Rumah Tua
riwidy
Cerpen
Bronze
Orang yang Sama
Jasma Ryadi
Komik
TOLONG KAMI
Andrianto
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rumah Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penunggang Kuda Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Cermin Kedua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Cermin Diri
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Hitam Di Jendela
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Atau Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sang Kolektor Jiwa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tak Ada Percaya Pada Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Galeri Lukisan Oscar
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Kaktus Berdarah Seri 04
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Sumur Tua
Christian Shonda Benyamin