Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Rumah Impian
0
Suka
2,502
Dibaca

Rumah Impian

Agatha Christie

Inilah kisah John Segrave—tentang hidupnya yang tidak memuaskan; tentang cintanya yang tidak terpenuhi; tentang mimpinya, dan tentang kematiannya; dan jika dalam dua hal terakhir ia menemukan apa yang ditolak dalam dua hal sebelumnya, maka hidupnya, pada akhirnya, dapat dianggap sebagai sebuah kesuksesan. Siapa tahu?

John Segrave berasal dari keluarga yang perlahan-lahan mengalami kemunduran selama seabad terakhir. Mereka telah menjadi pemilik tanah sejak zaman Elizabeth, tetapi sebidang tanah terakhir mereka telah dijual. Dianggap baik bahwa setidaknya salah satu putra mereka harus menguasai seni menghasilkan uang yang bermanfaat. Merupakan ironi takdir yang tak disadari bahwa John-lah yang terpilih.

Dengan mulutnya yang sangat sensitif, dan mata biru tua yang panjang dan sipit yang mengingatkan pada peri atau faun, sesuatu yang liar dan berasal dari hutan, sungguh tidak pantas jika ia dipersembahkan, sebagai korban di altar Keuangan. Aroma tanah, rasa garam laut di bibir, dan langit bebas di atas kepala—inilah hal-hal yang dicintai oleh John Segrave, yang akan ia tinggalkan.

Pada usia delapan belas tahun, ia menjadi juru tulis junior di sebuah perusahaan besar. Tujuh tahun kemudian, ia masih seorang juru tulis, tidak lagi begitu junior, tetapi statusnya tetap sama. Kemampuan untuk "berhasil dalam dunia" telah hilang dari dirinya. Ia tepat waktu, rajin, tekun—seorang juru tulis dan tidak lebih dari seorang juru tulis.

Namun, ia mungkin saja—apa? Ia sendiri hampir tidak bisa menjawab pertanyaan itu, tetapi ia tidak bisa menghilangkan keyakinan bahwa di suatu tempat ada kehidupan yang ia bisa—berarti. Ada kekuatan dalam dirinya, kecepatan berpikir, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh rekan-rekan kerjanya. Mereka menyukainya. Ia populer karena sikapnya yang ramah dan santai, dan mereka tidak pernah menyadari bahwa dengan cara yang sama ia menghalangi mereka dari keintiman yang sesungguhnya.

Mimpi itu datang tiba-tiba padanya. Itu bukanlah fantasi kekanak-kanakan yang tumbuh dan berkembang selama bertahun-tahun. Mimpi itu datang pada suatu malam pertengahan musim panas, atau lebi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
MISTERI DI BALIK GUNUNG MERAPI
Aziz mubarok
Novel
Sekarang Aku Bisa Melihat Mereka
STORYIMNIDA
Cerpen
Bronze
Dua Perempuan
Venny P.
Flash
Bronze
BURUNG PUTIH YANG TIDAK KEHILANGAN WARNANYA
Mu Xuerong
Novel
Superpower - Your Life Is The Price
Alexander Blue
Novel
Mereka adalah Aku
Sunarti
Cerpen
The Sketch
Ida Ayu Saraswati
Cerpen
Kemala Kembali (1)
Omius
Flash
Jendela Kantor
Agung Prasetiarso
Novel
Bam
Sadarama
Flash
Lemari Cermin Nenek
haitedy
Novel
Fraud, Unleash The Truth
Gilang Riyadi
Flash
Bronze
Lembur
Hesti Ary Windiastuti
Flash
Api yang Berdamai dengan Hujan
Ravistara
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Sang Pangeran dan Sang Pelayan Perempuan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kesa dan Morito, Akutagawa Ryunosuke
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kucing di tengah Hujan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Tuhan Melihat, Tetapi Menunggu
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Naila
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Boots di Penginapan Holly-Tree
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Srigala berbulu domba
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Dua Petani
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kisah Keesh; Jack London
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Katak dan Lembu
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Gigi Naga
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kebangkitan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sesosok Hantu karya Guy de Maupassant penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Halusinasi Staley Fleming. Cerpen Ambrose Bierce. Penerjemah: Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin