Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Rumah Impian
0
Suka
2,734
Dibaca

Rumah Impian

Agatha Christie

Inilah kisah John Segrave—tentang hidupnya yang tidak memuaskan; tentang cintanya yang tidak terpenuhi; tentang mimpinya, dan tentang kematiannya; dan jika dalam dua hal terakhir ia menemukan apa yang ditolak dalam dua hal sebelumnya, maka hidupnya, pada akhirnya, dapat dianggap sebagai sebuah kesuksesan. Siapa tahu?

John Segrave berasal dari keluarga yang perlahan-lahan mengalami kemunduran selama seabad terakhir. Mereka telah menjadi pemilik tanah sejak zaman Elizabeth, tetapi sebidang tanah terakhir mereka telah dijual. Dianggap baik bahwa setidaknya salah satu putra mereka harus menguasai seni menghasilkan uang yang bermanfaat. Merupakan ironi takdir yang tak disadari bahwa John-lah yang terpilih.

Dengan mulutnya yang sangat sensitif, dan mata biru tua yang panjang dan sipit yang mengingatkan pada peri atau faun, sesuatu yang liar dan berasal dari hutan, sungguh tidak pantas jika ia dipersembahkan, sebagai korban di altar Keuangan. Aroma tanah, rasa garam laut di bibir, dan langit bebas di atas kepala—inilah hal-hal yang dicintai oleh John Segrave, yang akan ia tinggalkan.

Pada usia delapan belas tahun, ia menjadi juru tulis junior di sebuah perusahaan besar. Tujuh tahun kemudian, ia masih seorang juru tulis, tidak lagi begitu junior, tetapi statusnya tetap sama. Kemampuan untuk "berhasil dalam dunia" telah hilang dari dirinya. Ia tepat waktu, rajin, tekun—seorang juru tulis dan tidak lebih dari seorang juru tulis.

Namun, ia mungkin saja—apa? Ia sendiri hampir tidak bisa menjawab pertanyaan itu, tetapi ia tidak bisa menghilangkan keyakinan bahwa di suatu tempat ada kehidupan yang ia bisa—berarti. Ada kekuatan dalam dirinya, kecepatan berpikir, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh rekan-rekan kerjanya. Mereka menyukainya. Ia populer karena sikapnya yang ramah dan santai, dan mereka tidak pernah menyadari bahwa dengan cara yang sama ia menghalangi mereka dari keintiman yang sesungguhnya.

Mimpi itu datang tiba-tiba padanya. Itu bukanlah fantasi kekanak-kanakan yang tumbuh dan berkembang selama bertahun-tahun. Mimpi itu datang pada suatu malam pertengahan musim panas, atau lebi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Cermin Pukul Dua
Rexa Strudel
Novel
Freak Out
Poetry Alexandria
Flash
Doctor Modercai-Kasus kematian CP0421
Donquixote
Cerpen
Dream Incantation
Resti
Cerpen
Nama Kode: B-5
Adnan Fadhil
Flash
Fenomena alam
Mahmud
Cerpen
Bronze
Garnet
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Topeng Sang Pejuang
Nuel Lubis
Flash
The Newbie
Via S Kim
Cerpen
Bronze
Nemu
Ron Nee Soo
Flash
Bronze
Siasat Prank Ulang Tahun di Kantin Sekolah: Misteri Virus Digital Jam Dua Pagi
kutipan.izs
Flash
Rasian
Adrikni LR
Cerpen
Bronze
Beratnya Rindu Pemburu Batu
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Flash
Teh Sore untuk Emily
Haris Hidayat
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Unta dan Keledai
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan Topeng
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Ragnarok karya Jorge Luis Borges. Penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Pesan Sang Kaisar
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Srigala berbulu domba
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Lilin Merah Tua
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Srigala dan Bangau
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karya Ambrosr Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Burung Ayam Ayam
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jari Tengah Kaki Kanan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kesa dan Morito, Akutagawa Ryunosuke
Ahmad Muhaimin
Flash
Perahu
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Rahasia Jurang Sempit Macarge
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Istana Kirke
Ahmad Muhaimin