Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Rumah Impian
0
Suka
297
Dibaca

Rumah Impian

Agatha Christie

Inilah kisah John Segrave—tentang hidupnya yang tidak memuaskan; tentang cintanya yang tidak terpenuhi; tentang mimpinya, dan tentang kematiannya; dan jika dalam dua hal terakhir ia menemukan apa yang ditolak dalam dua hal sebelumnya, maka hidupnya, pada akhirnya, dapat dianggap sebagai sebuah kesuksesan. Siapa tahu?

John Segrave berasal dari keluarga yang perlahan-lahan mengalami kemunduran selama seabad terakhir. Mereka telah menjadi pemilik tanah sejak zaman Elizabeth, tetapi sebidang tanah terakhir mereka telah dijual. Dianggap baik bahwa setidaknya salah satu putra mereka harus menguasai seni menghasilkan uang yang bermanfaat. Merupakan ironi takdir yang tak disadari bahwa John-lah yang terpilih.

Dengan mulutnya yang sangat sensitif, dan mata biru tua yang panjang dan sipit yang mengingatkan pada peri atau faun, sesuatu yang liar dan berasal dari hutan, sungguh tidak pantas jika ia dipersembahkan, sebagai korban di altar Keuangan. Aroma tanah, rasa garam laut di bibir, dan langit bebas di atas kepala—inilah hal-hal yang dicintai oleh John Segrave, yang akan ia tinggalkan.

Pada usia delapan belas tahun, ia menjadi juru tulis junior di sebuah perusahaan besar. Tujuh tahun kemudian, ia masih seorang juru tulis, tidak lagi begitu junior, tetapi statusnya tetap sama. Kemampuan untuk "berhasil dalam dunia" telah hilang dari dirinya. Ia tepat waktu, rajin, tekun—seorang juru tulis dan tidak lebih dari seorang juru tulis.

Namun, ia mungkin saja—apa? Ia sendiri hampir tidak bisa menjawab pertanyaan itu, tetapi ia tidak bisa menghilangkan keyakinan bahwa di suatu tempat ada kehidupan yang ia bisa—berarti. Ada kekuatan dalam dirinya, kecepatan berpikir, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh rekan-rekan kerjanya. Mereka menyukainya. Ia populer karena sikapnya yang ramah dan santai, dan mereka tidak pernah menyadari bahwa dengan cara yang sama ia menghalangi mereka dari keintiman yang sesungguhnya.

Mimpi itu datang tiba-tiba padanya. Itu bukanlah fantasi kekanak-kanakan yang tumbuh dan berkembang selama bertahun-tahun. Mimpi itu datang pada suatu malam pertengahan musim panas, atau lebi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Persinggahan Mistik
Tira Riani
Novel
BACK: Nice To Meet You
xwxswag2000
Novel
Bagaimana aku berjalan
Ahmat bunaiya
Novel
Di Balik Kekuasaan, Dalam Pelukan Rahasia
Rini Jumarni
Novel
Rahasia Terdalam
Kalam Insan
Novel
Bronze
Uri, Suatu Hari di Ruang Bersalin
Ravistara
Flash
Kedamaian di Dalam Air
Art Fadilah
Novel
Bronze
RITUAL GUNUNG KEMUKUS
Citra Rahayu Bening
Novel
Lelaki yang Menjual Cinta
Yuli Harahap
Novel
Rawa Pasir
Ahmalia Azmi
Novel
Bronze
Ilmu Warisan Leluhur
Jasmine23Pramestia
Novel
PELANGI MONOKROM
L DARMA
Flash
Bronze
Kematian Tukang Teluh
Omius
Novel
Bayangan Jogoalam
R.A Utami
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kematian Halfin Frayser karya Ambrose Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kalung
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jenny
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Badai Salju
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Mawar untuk Emily karya William Faulkner penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Iblis dan Tom Walker Washington Irving penerjemah : Ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karta Ambrose Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sepuluh Orang Indian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Burung Ayam Ayam
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Iblis di Menara Lonceng, Edgar Allan Poe penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Ketukan di Gerbang Manor. Franz Kafka. Penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Musuh Tak Terkalahkan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Rahasia Jurang Sempit Macarge
Ahmad Muhaimin