Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Rumah Impian
0
Suka
1,738
Dibaca

Rumah Impian

Agatha Christie

Inilah kisah John Segrave—tentang hidupnya yang tidak memuaskan; tentang cintanya yang tidak terpenuhi; tentang mimpinya, dan tentang kematiannya; dan jika dalam dua hal terakhir ia menemukan apa yang ditolak dalam dua hal sebelumnya, maka hidupnya, pada akhirnya, dapat dianggap sebagai sebuah kesuksesan. Siapa tahu?

John Segrave berasal dari keluarga yang perlahan-lahan mengalami kemunduran selama seabad terakhir. Mereka telah menjadi pemilik tanah sejak zaman Elizabeth, tetapi sebidang tanah terakhir mereka telah dijual. Dianggap baik bahwa setidaknya salah satu putra mereka harus menguasai seni menghasilkan uang yang bermanfaat. Merupakan ironi takdir yang tak disadari bahwa John-lah yang terpilih.

Dengan mulutnya yang sangat sensitif, dan mata biru tua yang panjang dan sipit yang mengingatkan pada peri atau faun, sesuatu yang liar dan berasal dari hutan, sungguh tidak pantas jika ia dipersembahkan, sebagai korban di altar Keuangan. Aroma tanah, rasa garam laut di bibir, dan langit bebas di atas kepala—inilah hal-hal yang dicintai oleh John Segrave, yang akan ia tinggalkan.

Pada usia delapan belas tahun, ia menjadi juru tulis junior di sebuah perusahaan besar. Tujuh tahun kemudian, ia masih seorang juru tulis, tidak lagi begitu junior, tetapi statusnya tetap sama. Kemampuan untuk "berhasil dalam dunia" telah hilang dari dirinya. Ia tepat waktu, rajin, tekun—seorang juru tulis dan tidak lebih dari seorang juru tulis.

Namun, ia mungkin saja—apa? Ia sendiri hampir tidak bisa menjawab pertanyaan itu, tetapi ia tidak bisa menghilangkan keyakinan bahwa di suatu tempat ada kehidupan yang ia bisa—berarti. Ada kekuatan dalam dirinya, kecepatan berpikir, sesuatu yang belum pernah dilihat oleh rekan-rekan kerjanya. Mereka menyukainya. Ia populer karena sikapnya yang ramah dan santai, dan mereka tidak pernah menyadari bahwa dengan cara yang sama ia menghalangi mereka dari keintiman yang sesungguhnya.

Mimpi itu datang tiba-tiba padanya. Itu bukanlah fantasi kekanak-kanakan yang tumbuh dan berkembang selama bertahun-tahun. Mimpi itu datang pada suatu malam pertengahan musim panas, atau lebi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Flash
Ekuinoks
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Bayang Dalam Cermin
Christian Shonda Benyamin
Flash
Langkah yang Berani
BANYUBIRU
Cerpen
Organisasi Rahasia
Venny P.
Flash
Filter
BANYUBIRU
Cerpen
Bronze
Pengabar Kematian
Omius
Cerpen
Bronze
Kebaikanku, Tak Perlu Kau Bayar
Ron Nee Soo
Novel
Buddha
Kirana Aisyah
Novel
Married by Magic
Ikhsan Ardiansyah
Flash
Lemari Jam Tua
Anima Sincretica
Flash
(Bukan) Rumahku Istanaku
Rexa Strudel
Flash
Bronze
PINTU MERAH MAROON
Hanan Rafidah
Cerpen
Bronze
Pinjam Seratus
Heri Winarko
Cerpen
BAYANG-BAYANG DI BALIK JENDELA
Penulis N
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rumah Impian
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan buah anggur
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Kunang Kunang karya Saadi
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Cerita Sejam
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Singa dan Tikus
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Drupadi dan permainan besar
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Hidung
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Lilin Merah Tua
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Tsar Muda; Leo Tolstoy; Penerjemah Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Takutlah pada orang yang takut padamu
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Burung Kolibri dan Burung Bangau
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sepuluh Orang Indian
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan Topeng
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sesosok Hantu karya Guy de Maupassant penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
unicorn di taman
Ahmad Muhaimin