Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Ruko Terlarang
3
Suka
6,410
Dibaca

Bab 1 – Ruko Tiga Pintu

Angin malam di pinggiran kota terasa dingin dan membawa aroma lembab dari tanah basah. Empat bayangan remaja melangkah ragu, namun dengan adrenalin membuncah, menuju sebuah bangunan yang menjulang sendirian di tengah kegelapan, tersembunyi di balik semak belukar yang menjulang dan pagar besi berkarat. Ruko itu, dengan tiga pintu identik yang tertutup rapat, tampak seperti mulut raksasa yang siap menelan apa saja yang berani mendekat.

Reno, dengan jaket jeans usang dan rambut gondrong yang sedikit berantakan, berjalan paling depan. Sorot matanya yang tajam menyapu sekeliling, mencari celah untuk menembus ke dalam. Dia adalah pemimpin tak resmi kelompok itu, seorang yang skeptis parah dan percaya bahwa semua kisah horor hanyalah bualan untuk menakut-nakuti anak kecil. Baginya, uji nyali ini adalah pembuktian: tidak ada hantu, hanya imajinasi dan sugesti. "Santai aja, guys. Ini cuma ruko tua. Nggak ada apa-apa," katanya, suaranya sedikit lebih keras dari yang seharusnya, seolah meyakinkan dirinya sendiri.

Di belakangnya, Dinda bergerak lincah, kamera mirrorless di tangannya tak pernah lepas. Matanya berbinar, bukan karena takut, melainkan karena ambisi. Konten horor ekstrem adalah tiketnya menuju popularitas yang diimpikannya. Akun YouTube-nya, "GhostHunters ID," stagnan di angka ribuan. Ini, ruko angker yang pernah jadi lokasi pembantaian brutal tahun '98, adalah kesempatan emas untuk jutaan views. "Ren, ini beneran lokasi pembantaian, kan? Udah double check info kita?" tanyanya, nada suaranya bersemangat, melupakan bahwa mereka akan masuk ke tempat paling menakutkan di kota itu.

Tegar, si pembawa suasana, berjalan canggung di samping Dinda. Perutnya terasa mulas, tapi dia mencoba menutupinya dengan lelucon garing. "Kalau tiba-tiba ada pocong bilang 'assalamualaikum', gue lari duluan ya, nggak peduli kalian!" ucapnya, berusaha mencairkan ketegangan yang mulai merayap. Ia membawa tas punggung berisi snack dan minuman, juga senter cadangan. Tubuhnya yang bongsor dan sikapnya yang periang kontras dengan rasa takut yang memilin perutnya. Dia ikut hanya karena tidak enak menolak ajakan Reno.

Yang paling belakang adalah Ayu. Gadis itu berjalan paling lambat, matanya terus-menerus menatap sekeliling, bukan dengan rasa ingin tahu, melainkan dengan kegelisahan. Sejak mereka tiba di jalanan sepi menuju ruko ini, bulu kuduknya sudah merinding. Ayu, dengan intuisinya yang kuat dan kepekaan spiritual yang tak bisa dijelaskan, merasakan aura yang sangat kelam memancar dari ruko itu, seperti lubang hitam yang siap menyedot semua kebahagiaan. "Aku kok ngerasa nggak enak ya, Ren," bisiknya, suaranya nyaris hilang ditelan angin.

Reno menoleh sekilas, senyum skeptis terlukis di bibirnya. "Perasaan kamu doang, Yu. Kebanyakan nonton film horor," sahutnya, menganggapnya enteng.

Mereka telah mendengar berbagai cerita tentang ruko itu. Penduduk sekitar menghindari membahasnya, seolah nama ruko itu sendiri adalah kutukan. Seorang pemilik warun...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
psychosis.
Faisal Susandi
Flash
Bronze
UNDER YOUR BED
mahes.varaa
Novel
Misteri Caraka
Sisca Wiryawan
Cerpen
Bronze
Tujuan uji coba
John Doe1
Flash
JAGACHANDRA SUMANJO
Priy Ant
Cerpen
Bronze
Awal dari Akhir
Moment
Novel
Gold
Sing, Unburied, Sing
Mizan Publishing
Flash
DUA BERMUKENA
Hary Silvia
Novel
SITINGGIL 2 : CINCIN MERAH DELIMA
Heru Patria
Novel
Bronze
KUNCEN
Deeta Pratiwi
Novel
Gold
Fantasteen The Cursed George
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Tulang Kelinci
Imajinasiku
Novel
Takut
Imelda Yoseph
Novel
Bronze
Shaman Palakka
Raxl Sri
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Galeri Lukisan Oscar
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ujung Koridor
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Mencium Melati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Dokter
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 02
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penunggang Kuda Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bunker Jepang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panti Jompo Harum Melati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sisi Lain
Christian Shonda Benyamin