Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Ruko Terlarang
3
Suka
9,451
Dibaca

Bab 1 – Ruko Tiga Pintu

Angin malam di pinggiran kota terasa dingin dan membawa aroma lembab dari tanah basah. Empat bayangan remaja melangkah ragu, namun dengan adrenalin membuncah, menuju sebuah bangunan yang menjulang sendirian di tengah kegelapan, tersembunyi di balik semak belukar yang menjulang dan pagar besi berkarat. Ruko itu, dengan tiga pintu identik yang tertutup rapat, tampak seperti mulut raksasa yang siap menelan apa saja yang berani mendekat.

Reno, dengan jaket jeans usang dan rambut gondrong yang sedikit berantakan, berjalan paling depan. Sorot matanya yang tajam menyapu sekeliling, mencari celah untuk menembus ke dalam. Dia adalah pemimpin tak resmi kelompok itu, seorang yang skeptis parah dan percaya bahwa semua kisah horor hanyalah bualan untuk menakut-nakuti anak kecil. Baginya, uji nyali ini adalah pembuktian: tidak ada hantu, hanya imajinasi dan sugesti. "Santai aja, guys. Ini cuma ruko tua. Nggak ada apa-apa," katanya, suaranya sedikit lebih keras dari yang seharusnya, seolah meyakinkan dirinya sendiri.

Di belakangnya, Dinda bergerak lincah, kamera mirrorless di tangannya tak pernah lepas. Matanya berbinar, bukan karena takut, melainkan karena ambisi. Konten horor ekstrem adalah tiketnya menuju popularitas yang diimpikannya. Akun YouTube-nya, "GhostHunters ID," stagnan di angka ribuan. Ini, ruko angker yang pernah jadi lokasi pembantaian brutal tahun '98, adalah kesempatan emas untuk jutaan views. "Ren, ini beneran lokasi pembantaian, kan? Udah double check info kita?" tanyanya, nada suaranya bersemangat, melupakan bahwa mereka akan masuk ke tempat paling menakutkan di kota itu.

Tegar, si pembawa suasana, berjalan canggung di samping Dinda. Perutnya terasa mulas, tapi dia mencoba menutupinya dengan lelucon garing. "Kalau tiba-tiba ada pocong bilang 'assalamualaikum', gue lari duluan ya, nggak peduli kalian!" ucapnya, berusaha mencairkan ketegangan yang mulai merayap. Ia membawa tas punggung berisi snack dan minuman, juga senter cadangan. Tubuhnya yang bongsor dan sikapnya yang periang kontras dengan rasa takut yang memilin perutnya. Dia ikut hanya karena tidak enak menolak ajakan Reno.

Yang paling belakang adalah Ayu. Gadis itu berjalan paling lambat, matanya terus-menerus menatap sekeliling, bukan dengan rasa ingin tahu, melainkan dengan kegelisahan. Sejak mereka tiba di jalanan sepi menuju ruko ini, bulu kuduknya sudah merinding. Ayu, dengan intuisinya yang kuat dan kepekaan spiritual yang tak bisa dijelaskan, merasakan aura yang sangat kelam memancar dari ruko itu, seperti lubang hitam yang siap menyedot semua kebahagiaan. "Aku kok ngerasa nggak enak ya, Ren," bisiknya, suaranya nyaris hilang ditelan angin.

Reno menoleh sekilas, senyum skeptis terlukis di bibirnya. "Perasaan kamu doang, Yu. Kebanyakan nonton film horor," sahutnya, menganggapnya enteng.

Mereka telah mendengar berbagai cerita tentang ruko itu. Penduduk sekitar menghindari membahasnya, seolah nama ruko itu sendiri adalah kutukan. Seorang pemilik warun...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp10.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Skrip Film
Dalam Dekap Kematian
Tomy Revaldy
Flash
Cincin Antik
BANYUBIRU
Cerpen
Bronze
Kamar 309
Willia Mangun Putr
Novel
Fright and Fear
Roy Rolland
Flash
Kursi Kosong di Sebelahku
Listian Nova
Novel
Eureup
wina widiawati
Flash
Bronze
Meja Operasi
Nila Kresna
Cerpen
LARI!
Noer Eka
Novel
Gold
Misteri Sanggar Cinta
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Mantra Pelakor
Risti Windri Pabendan
Flash
PULANG
Areta Swara
Flash
Ritual Gelap
Arba Sono
Novel
PERJANJIAN
Tira Riani
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ruko Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Penjara Abadi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Nyata Dan Bercerita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Reno
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Ingin Menyakitiku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ouija
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jerat Senyap
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Bayang Kaktus Berdarah Seri 04
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rantai Pemicu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dinding Tertawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dia Pembunuh
Christian Shonda Benyamin