Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Rona Rima Kaum Jengah
0
Suka
23
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Dinding kamar yang retak itu saksi bisu bagaimana waktu merangkak seperti siput yang kehabisan pelumas. Di atas kasur yang pernya sudah menonjol keluar seperti tulang rusuk yang kelaparan, seorang pria menatap langit-langit dengan mata yang merah. Namanya bukan masalah, sebut saja dia sang perenung yang terkungkung. Di luar, kota sedang sibuk mengunyah mimpi-mimpi orang kecil, melumatnya menjadi aspal dan gedung-gedung cakar langit yang angkuh. Dia merasa seperti sebutir debu yang terjebak di dalam mesin blender raksasa, berputar tanpa arah, hancur tanpa sisa, lelah tanpa jeda. Semua khotbah moral dari corong-corong penguasa terdengar seperti dongeng pengantar tidur bagi bayi yang sudah mati rasa. Mereka bicara tentang masa depan yang gemilang, namun yang tersaji di piring makannya hanyalah sisa-sisa janji yang sudah basi dan berulat.

Langkah kaki di gang sempit bawah jendelanya terdengar berisik, berirama seperti detak jantung kota yang sedang terserang asma. Orang-orang berjalan dengan kepala tertunduk, memikul beban yang tidak kasat mata namun sanggup mematahkan tulang belakang. Mereka adalah mesin yang bernapas, robot yang berkeringat, kumpulan angka di atas kertas laporan keuangan para cukong yang duduk manis di ruangan ber-AC. Sang perenung bangkit, menyeret kakinya yang berat menuju cermin buram yang tergantung di dekat pintu. Di sana dia melihat wajah yang asing, wajah yang penuh dengan coretan garis-depresi, sebuah mahakarya dari sistem yang korup. Mulutnya terkunci, namun isi kepalanya berisik seperti pasar tumpah di hari minggu pagi. Ada amarah yang membara, ada kekecewaan yang membeku, ada rasa bosan yang sudah mencapai stadium akhir.

Dunia ini penuh dengan sandiwara yang naskah-skenarionya ditulis oleh para pembohong profesional. Mereka yang di atas panggung tersenyum lebar menampilkan deretan gigi yang putih bersih, h...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Rona Rima Kaum Jengah
kutipan.izs
Flash
Inovasi Iblis
Aditya R
Flash
Bronze
Sang Penulis
Rere Valencia
Flash
Bronze
ASTRONOT OGAH KEMBALI KE BUMI. NASA: BELIAU TERLILIT UTANG PINJOL.
Ade Anugrah
Cerpen
Bronze
Pandawa Korporat di antara Sengkuni dan Kurawa
Setiyarini
Komik
Rush
Abdullah Rahman Rahim
Cerpen
Perjalanan Singkat Satu Gerbong Bersamamu
cahyo laras
Cerpen
Asal Bapak Senang
dwi faridawati
Flash
Bronze
Ani-Ani Potong Padi
Silvarani
Flash
Gak Ada Mens Rea, Tapi Bikin Jatuh Cinta
snang.tjarita
Flash
DIPAKSA DEWASA
lany hardila
Cerpen
Motovloger Apes
cahyo laras
Flash
Bronze
After Goodbye
Lifya Q. Raida
Cerpen
Misi Membeli Lipstik
cahyo laras
Flash
Bronze
Airmata Derita
Rere Valencia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rona Rima Kaum Jengah
kutipan.izs
Flash
Misteri Surat di Halte Tua
kutipan.izs
Flash
Siasat Prank Ulang Tahun di Kantin Sekolah: Misteri Virus Digital Jam Dua Pagi
kutipan.izs
Flash
Janji Palsu di Sudut Jalan Kenangan
kutipan.izs
Flash
Tabrakan Bibir Digital di Gerbang Sekolah: Rahasia di Balik Baterai Penuh dan Robot Pembersih Otomatis
kutipan.izs
Novel
Bronze
Catatan Dari Bangku Belakang
kutipan.izs
Flash
Misteri Surat Cinta di Tangga Kampus
kutipan.izs
Flash
Bronze
Nini Juga Ingin Dicintai
kutipan.izs
Flash
Skandal Celengan Tanah Liat
kutipan.izs
Flash
Salah Bonceng Berujung Check-In: Balada Cinta Era Pandemi
kutipan.izs