Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Rindu di Ujung Senja
1
Suka
5
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

 

Bermain

Aku manarik nafas perlahan mengisi rongga paru-paru yang mulai terasa sesak, mataku memandang jauh senja yang menampakkan diri perlahan, memancarkan semburat warna jingga keemasan. Perlahan matahari menyembunyikan diri dibalik awan hitam menggantikan cahaya terang dengan redup malam, semilir angin laut berhembus mempermainkan anak rambut diwajahku, aku merapatkan tangan menahan dingin angin laut yang mulai menusuk menembus kulit, kutarik nafas sekali lagi mencoba menghilangkan rasa perih yang perlahan mulai berdesakkan di dada, ini adalah tahun kelima aku berada disini, tempat yang aku dan Al sepakati untuk bertemu kembali ketika kami terpisah demi menempuh pendidikan di kota yang berbeda. Jakarta adalah pilihanku untuk melanjutkan pendidikan dan Jogjakarta adalah tempat yang dipilih olehnya untuk dijadikan kota mewujudkan pendidikan, kami harus merelakan jarak demi masa depan yang kami impikan. Selama kuliah, kami tidak banyak berkomunikasi, tidak pernah saling mengunjungi, aku memegang janjiku untuk bertemu setelah kami benar-benar menyelesaikan pendidikan, aku fokus pada tujuanku agar dapat selesai tepat waktu.

 “Ayo Rindu kamu harus semangat, kamu bisa kok. jangan lemah gitu deh”, Al berteriak keras diantara suara angin.

Aku mengayuh sepedaku dengan sekuat tenaga mencoba memperkecil jarak agar tak tertinggal jauh. Hari ini kami bersepeda menuju pantai yang berjarak cukup jauh dari rumahku, membutuhkan waktu 1 jam perjalanan dengan sepeda agar kami bisa sampai ke pantai. Pantai yang menjadi tempat favorit kami untuk berkumpul, lautnya yang indah dengan deburan ombak yang besar, pantai berbatu yang tidak biasa dengan hamparan sawah yang luas dengan pohon kelapa di sekelilingnya memuaskan mata untuk lama-lama berdiam di tempat ini. Aku adalah perempuan satu-satunya diantara teman-teman Al, tidak heran aku paling sering tertinggal, karena memang tenagaku tidak terlalu kuat dan cenderung lemah.

Aku mengayuh sepeda dengan tertatih, peluh membanjiri keningku, aku bernafas tersenggal.

’’Al…aku capek banget, istirahat dulu ya, kakiku lemas”. Aku turun dari sepeda memegang kedua lututku yang mulai terasa nyeri, aku mengambil posisi duduk diatas rumput, sambil menopang kedua badanku dengan tangan. Aku menengadah menatap Al ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Loving In Different Country
:v
Flash
Rencana Hati
Sri yuniarti
Cerpen
Bronze
Rindu di Ujung Senja
Erda Tria
Novel
Permata Hati
Awang Nurhakim
Novel
Bronze
DID (Dissosiative Identity Disorder): Mengejar Jiwamu hingga Napas Terakhir
Riskaninda Maharani
Novel
ARRA
Alvina Yosefi
Novel
HO'OPNOPONO (I'M SORRY, FORGIVE ME, THANK YOU AND I LOVE YOU
chaidar asqolani achmad
Novel
Bronze
Love is War
Glorizna Riza
Novel
Bronze
Rei Mars
Hafitta Illa
Novel
Bronze
I'm First
Karin Vayra
Novel
Bronze
Bossku, Sayangku
Mursal fahrezi
Skrip Film
EMPAT TEMBOK CINA
Aston V. Simbolon
Flash
Dan, Selesai.
zie_rozz
Flash
Bronze
Sebetulnya yang PDKT Kamu itu Arwah
Nuel Lubis
Novel
Gold
Kalau Baper Makan Dulu
Falcon Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rindu di Ujung Senja
Erda Tria