Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Rezeki di Tepi Jalan Kisah Kakek Sarno
1
Suka
8,049
Dibaca

REZEKI DI TEPI JALAN KISAH KAKEK SARNO

Di sebuah desa kecil bernama Sumberjati, hiduplah seorang kakek tua bernama Sarno. Usianya sudah menginjak tujuh puluh lima tahun. Rambutnya memutih seperti kapas, tubuhnya membungkuk, dan jalannya tertatih dengan tongkat kayu yang telah menemaninya selama belasan tahun. Meski usianya tak muda lagi, semangat hidupnya tetap menyala. Ia hidup sederhana di sebuah gubuk bambu warisan orang tuanya yang terletak di pinggiran hutan, jauh dari pusat desa.

Setiap pagi, Kakek Sarno akan berjalan ke pasar membawa hasil kebunnya yang tak seberapa beberapa ikat bayam, kangkung, kadang-kadang ketela. Ia tak p...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Rezeki di Tepi Jalan Kisah Kakek Sarno
Putut Dwiffalupi Sukmadewa
Cerpen
Entitas
Oscar Zkye
Cerpen
Bronze
Malu
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Dari Lampu Merah Ke Panggung Gemerlap
Yona Elia Pratiwi
Cerpen
Bronze
Antara Gurami Bakar dan Kerangka Terios
Bang Jay
Cerpen
Sepotong Roti Hangat di Ujung Hujan
Muhamad Irfan
Cerpen
DUA PULUH HARI YANG TERLEWAT
ibupertiwi
Cerpen
Bronze
Idolaku di Masa Lalu
Yuisurma
Cerpen
Bau Yang Tidak Pernah Pergi
Yovinus
Cerpen
Bronze
GADIS TOMBOY TER DE BEST
ari prasetyaningrum
Cerpen
Way Back Home
kholifatussaadah
Cerpen
Racau
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh (Tamat)
Munkhayati
Cerpen
Bronze
The (Not So) Fake Friend
Rosa L.
Cerpen
I am a tea, You are a coffee
faridhachacha
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rezeki di Tepi Jalan Kisah Kakek Sarno
Putut Dwiffalupi Sukmadewa
Cerpen
Bronze
Dari 50 ribu ke 1 miliyar Budidaya Belalang
Putut Dwiffalupi Sukmadewa
Cerpen
Bronze
Sukses Berbudidaya Tomat
Putut Dwiffalupi Sukmadewa
Cerpen
Bronze
Diam-diam Menyukai Tante'nya Sendiri
Putut Dwiffalupi Sukmadewa