Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
RENDANG UNTUK IBU MERTUA
1
Suka
2,527
Dibaca

Pada suatu pagi yang teduh, sayup-sayup kokok ayam jago dari kejauhan menyelinap masuk lewat celah jendela, membangunkan aku dari tidur lelap. Hangat pelukan Uda Nasril masih terasa di punggungku. Aku menggeliat, lalu berbalik, menatap wajah damai suamiku yang masih terlelap. Setahun sudah kami mengarungi bahtera rumah tangga ini, sebuah perjalanan yang dimulai dari sebuah ta’aruf sederhana namun penuh berkah. Kami jarang sekali cekcok, kehidupanku terasa damai dan indah. Tapi kedamaian itu akan segera terusik oleh satu hal, yang saat ini belum kusadari sepenuhnya.

“Sayang, Insya Allah minggu depan Ayah dan Bunda datang berkunjung ke rumah dari Padang,” suara lembut Uda Nasril tiba-tiba memecah keheningan, membuatku terlonjak sedikit. Ia rupanya sudah terbangun dan menatapku dengan mata berbinar. “Kita beres-beres rumah dulu ya sebelum mereka datang.”

Seharusnya kalimat itu membuatku senang. Ya, senang sekali! Akhirnya Ayah dan Bunda mertua akan datang ke rumah kami. Tapi entah kenapa, bukannya bahagia membuncah, justru kegelisahan aneh yang perlahan-lahan menyelimuti hati. Ada semacam firasat yang berbisik lirih di benakku, firasat akan sebuah tantangan besar yang akan datang. Dawai hati ini bergetar, namun kali ini bukan karena bahagia, melainkan resah yang berkelindan.

Aku hanya tersenyum tipis, mencoba menyembunyikan keanehan perasaanku. Pikiranku langsung melayang pada tumpukan pekerjaan kantor yang tak ada habisnya, pada jam pulang kerja yang selalu menjelang senja, dan pada kenyataan bahwa dapurlah yang paling sering jadi korban dari kesi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
RENDANG UNTUK IBU MERTUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Jima Montague
Vyas Cornanila Wahana Putri
Cerpen
Bronze
Sepatuku Bukan Sepatumu, Sepatumu Bukan Sepatuku
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh Part-4
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Diam Diam Protes
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Fiksiagra
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Usman dan Ujang, Suatu Kali
Harsa Permata
Cerpen
Bronze
Lolly Kundang
Yona Elia Pratiwi
Cerpen
Mata Cekung Mbah Kukung
Nabil Jawad
Cerpen
PEDAGOGI
Billy Yapananda Samudra
Cerpen
Terra Valley Rise of The Golem Empire
Tourtaleslights
Cerpen
Bronze
Mar dan Selaksa Dendam
saharbanu Mulahela
Cerpen
Must be number one
Ika nurpitasari
Cerpen
Orang-Orang Pojok
Aniq Munfiqoh
Cerpen
Sepatu tak Bertali
Zurriatin Toyyibah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
RENDANG UNTUK IBU MERTUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERLIAN YANG TERCAMPAK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RANTAU RAMADHAN PERTAMA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PETAKA BONEKA TERKUTUK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERKHIANAT DEMI SI BULE
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAPA UNTUK SONI DAN RANIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RAHIM TERLARANG
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PATAH HATI DI UJUNG ADAT
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KASIH PUTIH DARI HINDUSTAN
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Ibuku Bukan Wanita Malam
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GEMA HATI SANG IBU KEDUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GADIS TOMBOY TER DE BEST
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Lukisan Luka Ciwidey
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PERSAHABATAN YANG CULAS
ari prasetyaningrum