Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Rembulan di Malam Purnama
0
Suka
6,813
Dibaca

     Mata bulat Rembulan kerap bertanya, apakah cinta dariku adalah sesungguhnya? Cinta tanpa terselip maksud lain selain menambat hati. Ataukah, jangan-jangan cinta dariku hanya letupan rasa yang serta merta.

        Rembulan selalu saja bersikap apriori. Yang masih berprasangka bila cinta dariku serupa kembang api di malam pergantian tahun. Indah nan benderang saat tengah menyala, tapi begitu cepat kembali gulita. Entah butuh berapa banyak lagi deretan kata-kata indah agar Rembulan mengerti, betapa cinta ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Novel
Bronze
LALANG
Nurbaya Pulhehe
Cerpen
Bronze
Rembulan di Malam Purnama
Omius
Novel
Gold
Sang Peramal
Noura Publishing
Novel
Pasar Malam Terkutuk
Yaraa
Flash
Ratap Tiri Tuan
lidia afrianti
Flash
Menabur Abu
Paramitha
Flash
Kehidupan Kedua
AnotherDmension
Cerpen
Rahasia Gudang Tua
Yusfita
Flash
Balas Dendamku Pada Dunia
Tazkia Irsyad
Skrip Film
Kota Terasing
qiararose
Cerpen
Bronze
Kesulitan Menyeberangi Sebuah Ladang karya Ambrose penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
Menara Pemakaman
Jie Jian
Cerpen
WITNESS
Rudie Chakil
Skrip Film
Penghuni Di Balik Tembok
Naomi Saddhadhika
Flash
Bronze
Judulnya Nanti, Ya!
Rere Valencia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rembulan di Malam Purnama
Omius
Cerpen
Bronze
Pengabar Kematian
Omius
Cerpen
Bronze
Kematian Terakhir
Omius
Cerpen
Bronze
Bertemu Setan
Omius
Cerpen
Bronze
Kertas Balas Kertas
Omius
Flash
Bronze
Sang Penjaga (3)
Omius
Flash
Bronze
Kamalia Dalam Mimpiku
Omius
Cerpen
Bronze
Kecap Patah Hati
Omius
Cerpen
Bronze
Kemala Kembali (2)
Omius
Cerpen
Bronze
Tuah Si Denok
Omius
Flash
Sang Penjaga (1)
Omius
Flash
Bronze
Di Balik Dinding
Omius
Flash
Bronze
Menentang Takdir Mimpi
Omius
Flash
Sang Penjaga (2)
Omius
Flash
Bronze
Cenayang dan Arwah Baru
Omius