Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Ratu di Tengah Kota
0
Suka
4,579
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Ratu Di Tengah Kota 

Jalanan menuju Senggiling itu, sepi. Apalagi, menjelang maghrib. Nyaris tak ada warga yang lalu lalang di sana. 

Saat mentari kembali ke peraduannya, lampu jalanan di sana mulai menyala. Itu pun, tak terlalu terang. Nyaris seperti cahaya remang-remang kalau dilihat dari kejauhan. 

Pemukiman penduduk di sana juga bisa dihitung dengan jari. Tapi, rumah mereka sudah bisa dibilang modern. Karena, ada penerangan lampu listriknya, kalau malam hari. 

Satu rumah mentereng, dan megah. Berdiri di sana. Rumah siapa lagi, kalau bukan rumah Nyai Suri. Mantan seorang walikota perempuan. 

Lampu jalanan, menuju rumah Nyai Suri, juga sama redupnya dengan lampu jalanan yang dipasang di sejumlah titik jalanan Senggiling. 

Dua satpam yang biasa berjaga-jaga di pos pintu masuk gerbang rumah Nyai Suri juga sudah tidak lagi kelihatan batang hidungnya. Kini, pos penjagaan 

itu,  sepi, sunyi.

Biasa, di pos penjagaan itu, kalau malam, terdengar suara nyanyian lagu Melayu yang berasal dari suara radio.

Sehari setelah agenda pelantikan wako yang baru, Nyai Suri sedih. Dua satpol yang sudah bertugas selama belasan tahun di kediamannya, ditarik.

"Maaf Bu, kami undur diri ya. Pimpinan baru, meminta kami, supaya hari ini kembali ke markas." kata Dipo, Satpol PP yang paling lama bertugas di kediaman Nyai Suri. 

"Hmmm," kata Nyai Suri tanpa ada komentar lain. 

"Sebenarnya kami ingin selamanya bertugas menjaga rumah ibu. Tetapi, apa daya, Pak Kasatpol meminta kami harus balik ke markas." terang Dipo mengulanginya. 

Dipo merasa tak enak hati saat ingin berpamitan. "Terimakasih atas semua kebaikan ibu. Mohon dimaaf jika ada salah kata atau sikap kami yang tak berkenan di hati ibu selama ini." kata Dipo lagi. Tiga orang satpol PP lainnya, Sino, Ragil, dan Sofyan, tampak tertunduk di hadapan Nyai Suri. 

Nyai Suri berusaha tersenyum. Namun, hatinya ciut dan sedih. Dia sadar. Sekarang, dia bukan siapa-siapa lagi. Meskipun dia menyandang status sebagai mantan walikota, memakai fasilitas negara, tidak diperkenankan lag...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Ratu di Tengah Kota
Baiq Desi Rindrawati
Novel
BTARI (Ambang Batas)
Tika Lestari
Skrip Film
PURA-PURA GILA
JUMAINAH
Skrip Film
Kembali Ke Masa Muda
Eva yunita
Skrip Film
Gajah Oling
Teguh Santoso
Novel
Bronze
Kabel Ingatan
F Daus AR
Novel
Gold
OTHER HALF OF ME
Bentang Pustaka
Novel
Dust of the Dusk
Elsy Anna
Skrip Film
KOMITMENT
Purnama
Skrip Film
Fly and Kiss the Sky
Liz Lavender
Skrip Film
Siapa Bapak Siapa
Esde Em
Flash
Bronze
(Hanya) Pendamping Wisuda
Dian Eska
Komik
Dragon's Swing
Ericc
Flash
Me Time
Pikadita
Flash
PIL-KA-DES
M. Yofi Prayoga
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Ratu di Tengah Kota
Baiq Desi Rindrawati
Cerpen
Bronze
Di Bawah Langit Badra
Baiq Desi Rindrawati
Novel
Borgol Membawa Petaka
Baiq Desi Rindrawati
Novel
Suamiku Calon Walikota
Baiq Desi Rindrawati