Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
0
Suka
1,735
Dibaca

Kayuhan Pertama Raka

​Waktu Raka masih kecil, hidupnya sederhana. Rumahnya kecil, di gang sempit yang sering tergenang hujan, tapi selalu ramai oleh tawa anak-anak kampung. Ia tak punya sepeda sendiri. Setiap sore, selepas membantu ibunya mencuci piring atau mengumpulkan rongsokan untuk menambah uang jajan, Raka akan meminjam sepeda milik temannya. Sebuah BMX merah yang baru dibelikan orang tuanya.

​Itulah sepeda pertama yang ia coba kayuh. Namun, bukan mengayuh yang ia lakukan pertama kali. Ingin terlihat keren, Raka memilih cara yang lebih cepat dan nekat: menuruni jalan miring tanpa menyentuh pedal, berharap bisa melakukan "gaya bebas" layaknya pesepeda profesional. Hasilnya? Ia justru terbang bebas dan Bruk! menabrak pagar tanaman di depan rumah warga. Tangisnya pecah, bukan hanya karena lututnya yang sakit, tapi karena kaget dan malu. Sementara temannya, si pemilik BMX, malah tertawa terpingkal-pingkal. Pengalaman pahit itu kelak mengajarkan Raka bahwa berhati-hati lebih penting daripada bergaya.

​Di rumah, ayahnya memang punya sepeda juga. Sepeda Federal besar berwarna hitam yang selalu dipakai untuk bekerja. Sepeda itu tinggi, berat, dan jelas bukan untuk bocah SD seperti Raka. Ia hanya bisa menatapnya diam-diam dari kejauhan, sambil membayangkan suatu hari bisa punya sepeda sendiri.

​Beberapa tahun kemudian, kehidupan Raka berubah drastis. Ayah dan ibunya berpisah setelah Ayahnya terjerat kebiasaan mabuk dan melupakan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Sejak saat itu, Raka tinggal bersama ibunya dan dua adiknya, berusaha tumbuh tanpa sosok ayah. Di hatinya yang kecil, Raka menyimpan tekad yang lebih kuat dan satu impian sederhana:

​"Suatu hari nanti, aku akan punya sepeda sendiri. Tapi bukan untuk bergaya… melainkan untuk belajar mengayuh hidupku sendiri."

​Setelah lulus sekolah, Raka mulai mencari pekerjaan. Nasib membawanya ke sebuah pabrik mihun di kota. Dari hasil tabungan selama bekerja keras, ia akhirnya mampu membeli sepeda motor matic bekas yang masih bagus, cukup untuk membantunya berangkat dan pulang kerja. Namun, ketika ibunya jatuh sakit dan adik bungsunya hendak masuk sekolah dasar, Raka mengambil keputusan besar: menjual motor itu demi keluarga.

​Sejak hari itu, ia kembali ke alat trans...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Bingkai Tak Berujung
Jasma Ryadi
Cerpen
Dari Ketinggian - Aku Mengerti Aku Tidak Mengerti
Firlia Prames Widari
Cerpen
Bronze
Pita Hitam
Imajinasiku
Cerpen
Alya dan Kursi Kosong
Maharani
Cerpen
Bronze
Sarah Choice
wia ukhrowia
Cerpen
Bronze
Pilihan Dimas
Heaven Nur
Cerpen
Bronze
Aku, Mawar, dan Bedebah
Laila Hikmah
Cerpen
Bronze
Jomblo ini Belum Berakhir
mahfudz siddiq kr
Cerpen
Bronze
Alasan Tuhan!
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Gamophobia
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kuburan Di Bawah Gedung Megah
Desto Prastowo
Cerpen
Pleiades
Rita Puspitasari
Cerpen
Bronze
LALAT-LALAT BERSAYAP DURI
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
Setelah Kematianku
Lisnawati
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Amarah sang Raja Air
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Keluarga Ku Harta Karun Ku
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kenakalan Masa Remaja
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Cinta di Ujung Aspal
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Tentang Cinta
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Gurami Bakar dan Kerangka Terios
Bang Jay
Cerpen
Bronze
TRAUMA MASA LALU : Ego Yang Menguasai
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Aroma rezeki depan Mesjid
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Belukar diladang Hati
Bang Jay
Novel
Bronze
Warisan Oren
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kisah Kasih di Lapak Ayam Potong
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Titik Nol Orde Baru : evolusi kucing penjaga lapak
Bang Jay