Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
0
Suka
2,608
Dibaca

Kayuhan Pertama Raka

​Waktu Raka masih kecil, hidupnya sederhana. Rumahnya kecil, di gang sempit yang sering tergenang hujan, tapi selalu ramai oleh tawa anak-anak kampung. Ia tak punya sepeda sendiri. Setiap sore, selepas membantu ibunya mencuci piring atau mengumpulkan rongsokan untuk menambah uang jajan, Raka akan meminjam sepeda milik temannya. Sebuah BMX merah yang baru dibelikan orang tuanya.

​Itulah sepeda pertama yang ia coba kayuh. Namun, bukan mengayuh yang ia lakukan pertama kali. Ingin terlihat keren, Raka memilih cara yang lebih cepat dan nekat: menuruni jalan miring tanpa menyentuh pedal, berharap bisa melakukan "gaya bebas" layaknya pesepeda profesional. Hasilnya? Ia justru terbang bebas dan Bruk! menabrak pagar tanaman di depan rumah warga. Tangisnya pecah, bukan hanya karena lututnya yang sakit, tapi karena kaget dan malu. Sementara temannya, si pemilik BMX, malah tertawa terpingkal-pingkal. Pengalaman pahit itu kelak mengajarkan Raka bahwa berhati-hati lebih penting daripada bergaya.

​Di rumah, ayahnya memang punya sepeda juga. Sepeda Federal besar berwarna hitam yang selalu dipakai untuk bekerja. Sepeda itu tinggi, berat, dan jelas bukan untuk bocah SD seperti Raka. Ia hanya bisa menatapnya diam-diam dari kejauhan, sambil membayangkan suatu hari bisa punya sepeda sendiri.

​Beberapa tahun kemudian, kehidupan Raka berubah drastis. Ayah dan ibunya berpisah setelah Ayahnya terjerat kebiasaan mabuk dan melupakan tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Sejak saat itu, Raka tinggal bersama ibunya dan dua adiknya, berusaha tumbuh tanpa sosok ayah. Di hatinya yang kecil, Raka menyimpan tekad yang lebih kuat dan satu impian sederhana:

​"Suatu hari nanti, aku akan punya sepeda sendiri. Tapi bukan untuk bergaya… melainkan untuk belajar mengayuh hidupku sendiri."

​Setelah lulus sekolah, Raka mulai mencari pekerjaan. Nasib membawanya ke sebuah pabrik mihun di kota. Dari hasil tabungan selama bekerja keras, ia akhirnya mampu membeli sepeda motor matic bekas yang masih bagus, cukup untuk membantunya berangkat dan pulang kerja. Namun, ketika ibunya jatuh sakit dan adik bungsunya hendak masuk sekolah dasar, Raka mengambil keputusan besar: menjual motor itu demi keluarga.

​Sejak hari itu, ia kembali ke alat trans...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
Bang Jay
Cerpen
1/2 Nakal & 1/2 Polos (Tetangga Ku)
muhamad fahmi fadillah
Cerpen
Bau Yang Tidak Pernah Pergi
Yovinus
Cerpen
Bronze
Lelaki Bermata Teduh (Tamat)
Munkhayati
Cerpen
Bronze
Si Hitam Bernama Beruntung.
P12
Cerpen
Refleksi
RD Sinta
Cerpen
Buku Harian
Amalia Puspita Utami
Cerpen
Ban Kempes
Awal Try Surya
Cerpen
Bronze
Duka dalam Tawa
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Tertawan Mimpi
Sarah Teplaka
Cerpen
Bronze
PERSAHABATAN YANG CULAS
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Delusi
Nisa Dewi Kartika
Cerpen
Story Of My Life
idntcare
Cerpen
Bronze
GINJAL
Yasin Yusuf
Cerpen
Membaca Jiwa
Imas Hanifah N.
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Rantai yang Lebih Bermoral
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Bakso dan Basa-basi: juru cuci mangkuk yang mendadak panik
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Dibalik Gemerlapnya Lampu Konser_ Cinta Masa Lalu
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Kisah Kasih di Lapak Ayam Potong
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Canda berujung petaka. Malam jum'at kliwon
Bang Jay
Cerpen
Bronze
ADAB & PERSAHABATAN : Di Antara Darah Dan Kehormatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
RAHASIA TAKDIR: Ikatan Darah Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Gembel di Tanah Asing
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Cinta di Ujung Aspal
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Antara Gurami Bakar dan Kerangka Terios
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Keserakahan berujung Kehancuran
Bang Jay
Novel
Bronze
Dari Kuli turun ke Hati
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Manusia Robot: Dibalik Topeng Persahabatan
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Amarah sang Raja Air
Bang Jay
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay