Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
RAHMA
0
Suka
7
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Namanya Rahma, ia berkuliah di jurusan keperawatan. Gadis bertubuh tambun berkulit cokelat itu sudah memasuki semester akhir perkuliahan, dan saat ini ia sedang melaksanakan PKL sambil menyusun tugas akhir. Pikirannya kusut, selain karena sedang menjalani masa PKL, ia juga bosan dengan kesendiriannya. Selama 21 tahun menjalani hidup ia terus menjomblo. Semua teman-teman di kelasnya juga di kosnya sudah memiliki pasangan, hanya ia yang masih saja sendiri. Ela yang merupakan teman sekelas sekaligus teman sekosnya baru saja punya pasangan. Pacar Ela sering bertamu di kos mereka. Ela dan pacarnya sering memamerkan kemesraan mereka di hadapan teman-teman se-kos. Mereka masak bersama di dapur kos, makan bersama, menonton televisi di kamar Ela sambil tertawa. Rahma tak tahan melihat keromantisan itu. Ia harus segera mengambil langkah berani demi masa depannya.

Rahma mencoba mencari pacar, lewat sosial media. Ia mengupload foto-foto terkini dirinya. Mengambil potret dirinya secara selfie. Ia tahu dari angel mana dirinya bisa terlihat lebih langsing dan cantik. Ia yakin, walaupun lemak di tubuhnya bertumpuk, tapi ia memiliki wajah yang manis. Ia sering memulai obrolan dengan teman-teman randomnya di sosial media. Sampai di suatu waktu saat lebaran idul fitri, saat ia berkesempatan berkunjung ke kampung asal orangtuanya, ia bertemu dengan seorang lelaki muda lajang. Setelah berkomunikasi intens lewat sosial media dan telepon, sebulan setelah lebaran, si lelaki muda berkesempatan berkunjung ke kota tempat Rahma berdomisili.

Lelaki itu berkunjung ke kota tempat Rahma tinggal karena memang selain bertujuan untuk berkeliling kota yang belum pernah dikunjunginya, alasan lainnya karena memang khusus ingin membersamai gadis tambun kesepian itu selama satu minggu. Rahma bahagia tak terkira. Dengan senang hati gadis itu menjemput lelakinya ke loket bus dengan sepeda motor yang selalu setia menemaninya sehari-hari. Rahma duduk sambil tersenyum riang di jok motornya yang diparkirnya di halaman samping loket. Ia sibuk mengetik-ngetik tombol handphone dan beberapa kali terlibat obrolan telepon. Setelah sekitar lima belas menit menunggu, akhirnya lelaki yang ditunggu-tunggu kehadirannya tiba jua. Ternyata bus lelaki itu sudah setengah jam lalu masuk loket, namun karena menunggu barang-barangnya dikeluarkan kernet dari bagasi bus, si lelaki baru bisa menjumpai gadisnya sekarang.

Lelaki bertubuh pendek dan berhidung pesek itu jalan ke arah gadisnya dengan menyandang dua tas backpackernya di depan dan di punggungnya, ia juga menenteng oleh-oleh dalam satu kardus indomie yang direkat dengan tali plastik. Rahma menyambut kedatangan lelakinya, ia segera bangkit dari duduknya dan menyalami tangan si lelaki, meletakkan punggung tangan lelaki itu di keningnya. Bagi orang yang tidak mengenal mereka, akan menyangka dua insan ini adalah kakak beradik karena adanya adegan salaman itu. Rahma segera mengambil alih kardus yang ditenteng pujaan hatinya itu, juga satu backpacker yang tersandang di depan dada si lelaki. Lelaki itu segera menstarter sepeda motor Rahma, Rahma duduk di boncengan. Sepanjang perjalanan, mereka bercerita sambil tertawa bersama. Hati Rahma senang sekali, akhirnya ia bisa mengakhiri status jomblonya.

Rahma memilihkan tempat penginapan murah yang terletak dekat kosnya, tujuannya untuk memudahkan mobilisasi antar-jemput sang kekasih. Kadang, sebelum mereka jalan-jalan, Rahma akan membawa si lelaki ke kosnya untuk memamerkannya pada teman-teman di kos. Memamerkan bahwa ia juga bisa punya kekasih. Sebab ia sudah bosan mendengar curhatan kakak-kakak cantik dan teman-teman lainnya tentang pacar-pacar mereka. Kali ini gantian ia yang ingin memamerkan kemesraan dengan pujaan hatinya itu. 

Sempat sekali ia kenalkan juga sang pacar pada teman kos yang berasal dari provinsi yang sama dengannya dan sang pacar, tapi beda kabupaten. Rahma agak heran melihat respon temannya itu, sebab temannya seperti nyinyir menginterogasi status kekasihnya itu. Tapi dengan sabar si lelaki menjelaskan bahwa ia bukanlah mahasiswa layaknya Rahma dan orang-orang lainnya di kos itu, ia hanyalah pegawai yang bekerja di kios fotokopi depan universitas ternama di kotanya. Setelah siap menjelaskan panjang lebar, Rahma dan kekasinya berlalu meninggalkan temannya.

Rahma sempat melihat raut heran pada teman sekosnya itu. Rahma tidak mengerti isi pikiran temannya yang heran melihat kejomplangan ekonomi Rahma dan kekasihnya itu. Sepengetahuan temannya itu, Rahma adalah anak orang berada yang manja dan sangat royal, jadi bagaimana bisa Rahma punya kekasih yang hanya seorang pekerja di kios fotokopi. Temannya juga sebenarnya penasaran bagaimana kisah pertemuan Rahma dan kekasihnya itu. Juga bagaimana bisa Rahma jatuh cinta pada lelaki yang bukan dari kalangan orang berpendidikan tinggi, ekonomi pas-pasan, rupanya pun tak tampan. Tapi Rahma tak pernah ambil pusing dengan tatapan aneh teman kosnya itu, karena ia sedang jatuh cinta, dan cinta itu buta.

Sudah beberapa hari ini Rahma berduaan dengan pacar barunya. Selain sibuk mengantar-jemput, menjamu dan menjadi tour guide bagi pacarnya, Rahma juga sibuk mencari-cari hotel murah bagi si pacar. Sudah beberapa kali pacarnya itu pindah hotel. Si lelaki ingin terus mencari hotel yang lebih murah, karena menyesuaikan budget di dompetnya yang merupakan hasil menabung selama beberapa bulan bekerja. Rahma rela berpanas-panasan berkendara di jalan raya dengan hanya memakai dress selutut yang di dalamnya sudah ia lapisi legging selutut. Biasanya jika ia berkendara sendiri, ia memakai celana panjang dan blus lengan panjang, kakinya memakai kaus kaki dan sepatu, ia juga memakai sepasang sarung tangan untuk melindungi telapak dan punggung tangannya. Kali ini bersama dengan kekasihnya, ia membiarkan kulit betisnya terekspos, lengan dressnya juga pendek dan ia hanya mengenakan sendal. Ia ingin terlihat cantik di hadapan kekasihnya, ia jadi berani melawan sengatan matahari. Rambut bergelombangnya yang biasanya ia tutupi dengan jilbab, kini ia gerai dan ia menghiasinya dengan bando cantik.

Servis yang ia lakukan pada pacarnya itu berdasarkan rasa ikhlas. Tak lupa, malamnya ia akan melayani nafsu lelakinya itu. Dengan senang hati, ia akan berciuman dengan lelakinya sambil saling membelai dan berpelukan. Tubuhnya bagian atas masih dibalut baju, tubuh bagian bawah hanya mengenakan celana dalam. Ia calon seorang perawat, ia tahu bagaimana caranya bermesraan dengan pasangan tanpa harus kehilangan keperawanan. Rahma sadar selama ia dan kekasihnya bermesraan, beberapa teman kosnya mengintip melalui jendela kaca nako kamarnya. Tapi diam-diam jiwa ekshibisionisnya muncul. Ia merasa bangga perbuatan vulgarnya itu ditonton banyak orang. Ia berpikir bahwa ia harus melayani lelakinya, karena nanti setelah lelakinya itu kembali ke kampung halamannya, ia akan mengalami masa LDR yang panjang. Selain juga, sebenarnya ia ingin melampiaskan hawa nafsunya sendiri yang sudah puluhan tahun ia redam.

Rahma tidak sadar, bahwa setelah pertemuan hangat selama seminggu itu, ia akan di ghosting lelakinya. Terbukti, beberapa minggu setelah kunjungan kekasihnya itu, kekasihnya itu memutuskan hubungan. Sambil menangis ia curhat pada kakak tertua di kosnya tentang kandasnya hubungan itu. Dengan nada sendu Rahma berkata lirih, "Kata kakak waktu itu kan kalo kita gak berjodoh sama pacar, berarti kita bukan rejeki pacar kita. Kakak bilang perempuan itu adalah rejeki bagi laki-laki. Berarti Rahma bukan rejekinya dia ya? Berarti dia gak beruntung karena gak memiliki Rahma ya?" Si kakak mengiyakan perkataan Rahma dan ia juga mencoba menghibur Rahma dengan berbagai quotes super bijak agar gadis tambun itu tidak bersedih lagi. Rahma memang gadis polos, ia tidak tahu bahwa musuh besar cinta adalah rasa bosan, ia juga tidak tahu bahwa terkadang lelaki hanya butuh pelampiasan bukan cinta. 

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
RAHMA
Sarjana MIPA
Novel
AFEKSI
Erisa Vindia
Flash
KoiN
Art Fadilah
Flash
Bronze
Walau Dalam Mimpi
AI Romance
Novel
House Mate
Ita Pamungkas
Novel
Bronze
Serpihan Hati
Qarina R Jussap
Novel
Sepertiga Waktu Dalam Rasa Rindu
Alfan Hasanah
Flash
Simpang
iam_light.blue
Novel
Possessive Wife
Christina Eka M.
Novel
Bronze
SPEECHLESS
Lisnawati
Novel
Then Here I Am
El⁷
Novel
Bronze
LOVE ME
Mario wijaya
Komik
Target
Nur'aliza fitriani
Novel
Bronze
SOMEONE
SOS (Share Our Story)
Novel
Affair
Heni Susilawati
Rekomendasi
Cerpen
RAHMA
Sarjana MIPA
Cerpen
Papa Muda yang Tampan dan Mapan
Sarjana MIPA
Flash
KISAH HOROR PENDI
Sarjana MIPA
Cerpen
BULLYING
Sarjana MIPA
Flash
AKIBAT MELALAIKAN SALAT MAGRIB
Sarjana MIPA
Flash
CERITA HOROR BU BARIE
Sarjana MIPA
Flash
GOSIP MISTIS
Sarjana MIPA
Cerpen
MAS DIMA
Sarjana MIPA