Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
via menangi keras dikoridor sekolah setelah mengetahui semua kepalsuan yang telah dia alami, ditengah kesedihan terdengar langkah kaki perlahan mendekatinya, derap kaki yang telah membuat hidupnya jatuh kedalam jurang keputus asaan, tepat dihadapannya sedang jatuh terduduk lemas, berdiri seseorang menatapnya dengan senyum tipis.
" bagaimana apa semuanya sudah sesuai dengan keinginanmu? " ucapnya menatap via berlinang air mata.
"brengs3k!, kau pikir ini lucu hah..!!! " ucap Via geram.
sebuah hubungan yang tak seharusnya terjadi. sebuah perasaan yang tak seharusnya timbul, hati berkecamuk diberbagai situasi, rasa cinta yang seharusnya menjadi kenangan indah berubah menjadi trauma terbesar dalam hidupnya.
semua bermula dari bel sekolah disaat upacara akan berlangsung, kal ini adalah giliran via dan teman sekelasnya bertugas sebagai petuga upacara, dan dia mendapat job yang paling ia dambakan yaitu paduan suara.
berdiri sejajar dengan teman kelasnya yang lain saat sedang mencoba membentuk barisan tanpa sengaja via tersandung kaki seseorang dan menabrak orang yang berdiri tepat didepannya, kepalanya terbentur cukup keras via mengelus elus dahinya berusaha menghilangkan sakit, namun orang yang dia tabrak rupanya evan, dan mereka berdua sedang berada distuasi yang cukup sulit untuk dijelaskan dan rumor keduanya yang telah menjalin hubungan sembunyi-sembunyi seolah diperkuat dengan kejadian tersebut.
via berdiri tegap menganggap seolah semuanya tak penah tejadi.
" bukannya kau berniat menghapus rumor itu, tapi kenapa sekarang semakin terang terangan " ucap aurel teman sekaligus sahabat via.
" psstt... " via mengisyaratakan aurel untuk diam.
terlihat evan menghela nafas dan merasa semuanya malah semakin buruk.
setelahnya upacara berlangsung dengan khidmat, dan berakhir dengan lancar.
setelah seluruh murid kembali ke kelasnya masing-masing.
via dan aurel kembali kebangku mereka berdua, suasana kela rouh seperti pasar, beberapa orang sedang mengipaskan buku mereka untuk menghilangkan gerah setalah berdiri dibawah terik matahari saat upacara tengah berlangsung.
" inilah alasanku ingin cepat menjadi guru " ucap aurel sambil mengipas ngipas kecil sambil meneguk air dari botol.
" hah..???, memangnya apa hubungannya???" tanya via dengan wajah keheranan.
" saat upacara berlangsung aku ingin berada dibawah atap sekolah sambil melihat murid murid yang sedang kepanasan " ucapnya tersenyum kecil.
" dasar gil4! " jawabnya ketus.
tak berselang lama gurupun datang, suasana kelas yang awalnya ramai, hening seketika, bu ninik guru killer paling dihindari oleh murid, datang dengan sedikit salam dan ditengah kegerahan itu, seluruh murid terpaksa mengikuti pelajaran dalam keadaan berkeringat, beberapa lainnya ada yang tak sempat meneguk air untuk menghilangkan haus.
pelajaran telah usai, serontak seluruh murid membuka botol air mereka masing masing dan meneguknya dengan cepat untuk menghilangkan haus, kombinasi yang sempurna hari senin usai upacara via dan teman sekelasnya harus menghadapi guru killer, yang dimana mereka semua kebetulan mendapat giliran sebagai petugas upacara.
bell istirahat pun berbunyi, via dan aurel jalan berdampingan untuk pergi kekantin, saat berjalan dikantin diam diam sorot mata disepanjang lorong tertuju pada mereka berdua, lebih tepatnya pandangan mereka tertuju pada via karna rumor mereka berdua beredar, tentang hubungannya dengan evan, dan untuk sekali lagi aurel bertanya.
" kau yakin tak sedang berpacaran dengan evan? " tanyanya
" sudah kubilang aku benar benar tak memiliki hubungan apapun dengannya " jawab via dengan wajah serius.
saat sedang menuju kantin, keduanya melihat evan sedang duduk bersama teman-temannya, sorot mata mereka berdua bertemu membuat suasana semakin canggung, dilihat oleh murid murid yang ada dikantin, dan mereka semakin yakin bahwa mereka berdua sedang menjalin hubungan secara diam diam.
salah seorang teman evan berdiri menarik kerah evan, dengan wajah yang terlihat marah,
" dasar pengkhianat, padahal kita semua berjanji untuk menjadi jomblo tapi evan kau "
" tapi kau sendiri sedang berpacaran dengan intan " ucap evan dengan tenang.
" benar juga, oke deh gak papa " ucapnya dihujani pukulan persahabatan dari temannya yang lain.
via yang tak tahan, dan mengingat semua kesalahpahaman,
pertama tentang fotonya dengan evan yang sedang berduaan di ruang lab tersebar luas.
padahal saat itu via dan evan sedang terkunci diruang lab dan ditengah kepanikan tanpa sengaja via menumpahkan air pada baju evan dan mengelapnya, di momen itu seseorang mengmbil foto dirinya yang sedang mengelap baju evan.
kedua, pernah sekali saat itu via sedang melakukan tugas piket membersihkan kelas, namun karna keadaan kelas yang sangat kotor dan membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari biasanya, dan berakhir via pun harus pulang sedikit terlambat. dimomen itu evan melihat via yang sedang membersihkan kelas seorang diri, sebenarnya yang piket dihari itu ada 3 orang, namun adit orang yang sangat pendiam dan tak banyak interaksi itu mendadak jatuh sakit saat jam pelaran tengah berlangsung dan pulang saat itu juga, sebelum pelajaran terakhir usai.
dan untuk aurel, mendadak dia mendapat telfon dari ibunya, tiba tiba saja mendapat kabar bahwa kucing kesayangannya jatuh sakit dan harus segera dibawa berobat.
dan akhirnya via melakukan tugas piket seorang diri, saat dirinya sedang sibuk, evan datang membantunya, dan yah tepat saat mereka berdua sedang membersihkan kelas, teman basket evan yang baru saja usai melakukan ekstrakurikuler melihat mereka berdua sedang menyapu bersama.
" cie cie udah kaya suami istri aja nih " celetuk salah seorang teman evan dan akhirnya kesalah pahaman mereka terus berlanjut.
ketiga, dilain hari via dan aurel pernah berjanji untuk menonton konser band yang sangat mereka sukai, aurel menunjukkan 2 tiket konser yang sudah dia beli dan berniat untuk memberikan tiket itu pada via, ditengah kegirangan keduanya, sesuatu jatuh dari buku via, aurel yang melihat mengambilnya dan betapa terkejutnya dia melihat benda itu adalah sebuah tiket,
" Loh kok kamu punya tiket, nomer 16 kalo gak salah nomer ini.....".
dan lebih terkejutnya lagi bahwa no kursi konser itu sangat berurutan dengan orang yang sangat mereka hindari، dan aurel mengetahui hal itu. namun alih alih memberitahu via.
aurel menangkap itu sebagai sesuatu yang berbeda, dan memiliki ide lain, akhirnya aurel tak jadi memberikan tiket yang sudah dia beli, dan beralasan bahwa dia akan datang dengan adiknya saja, dan meminta via untuk datang saja dengan tiket yang terselip dibukunya itu, dan yah......
semua berakhir dengan apa yang aurel bayangkan, aurel duduk dengan adiknya sementara via.....
" semua sudah berakhir " ucap via lemas , dan orang yang duduk tepat disampingnya yaitu evan yang sedang ikut menonton konser bersama circlenya yang merupakan teman sekelasnya juga.
kembali pada kantin, via tak tahan atas semua tuduhan yang mengarah padanya yang telah menduga bahwa mereka berdua sedang bercaran, dan memutuskan untuk mengakhiri semua keslahpahaan ini, dirinya yang tak pernah menjalin kisah dengan siapapun ,tepat dihadapan seluruh murid dikantin sekolahnya, via berjalan mendekati evan dan berkata,
" sa..sa..sayang, nanti sepulang sekolah kita bertemu dicafe biasanya "
UUUWWWWWOOOOGGHHH....!!!!!
sorak keras melantang keras membuat kantin gaduh.
" gil4 dia berani mengucapkan kata keramat itu didepan umum " celetuk seseorang.
via berniat untuk mengakhiri rumor itu dengan membuat semua orang percaya, bahwa mereka berdua sedang bercaran, aurel pun terkejut mendengar pernyataan via yang sangat fantastis, via berniat mengajak evan kerjasama untuk melanjutkan hubungan sementara itu lalu akan putus setelah berjalan sekitar tiga bulan setelahnya dia berencana untuk putus dengan evan setelahnya. setelah membeli cemilan dikantin via menyeret cepat tangan aurel dan bergegas menuju kelas, setelahnya via membisikkan seluruh rencananya itu pada aurel, aurel akhirnya mengerti dengan maksud via yang tiba tiba memanggil evan dengan sebutan sayang dihadapan seluruh murid dikantin.
" aku mengerti maksudmu, tapi apa memang evan seburuk itu ya, sampai sampai kau sangat ingin menghindarinya...??? " tanya aurel.
" Evan dia.... " via mengingat serangkaian peremuannya dengan evan, dilab, diruang kelas dan dikonser, awalnya via melihat evan sebagai sebuah kutukan, namun setelah dia pikir pikir, evan sama sekali tak menunjukkan sikap yang buruk, justru sebaliknya, evan malah memperlakukan dia dengan sangat baik.
di ruang lab saat dirinya panik, evan berusaha menenangkannya, dan berakhir air yang dia bawa tumpah pada baju evan, namun evan sama sekali tak marah, justru dia tersenyum masih berusaha menenangkannya.
atau saat di ruang kelas, dirinya sangat terbantu karna harus membersihkan ruang kelas seorang diri, dan evan datang memberinya bantuan.
atau saat sedang konser, saking senangnnya via melompat lompat membuat kakinya terkilir, evan yang melihatnya tak tinggal diam, dia memberikan pijatan kecil pada via untuk meredakan sakit.
setelah mengingat semua itu, akhirnya via sadar jauh dibalik rasa malu karna tersebarnya rumor dirinya telah menaruh hati pada evan, awalnya yang dirinya hanya melihat evan sebagai laki laki biasa mulai melihat sebagai orang dia ingin kenal lebih dekat.
" evan dia..., adalah orang yang sangat baik " ucap via tersipu malu dihadapan aurel.
" tuh kan bener kan kamu suka dia " ucap aurel sumringai.
mereka ribut kecil via berusha menyembunyikannya, namun wajah yang memerah itu terlihat jelas, membuat aurel semakin menjadi jadi menggodanya.
bel pulang telah berbunyi, evan berdiri digerbang sekolah seorang diri, dan semua orang tau dia sedang menunggu siapa.
via dan aurel datang dan mereka betiga berjalan menuju cafe terdekat.
setelah tiba dan memesan menu, tanpa basa basi evan memulai pembicaraan.
" jadi, apa yang ingin kamu katakan...??? " tanya evan.
" eh jadi gini...., itu a...a... ku, be... be... "
" jadi dia berniat untuk mengajakmu berpacaran " ucap aurel tegas
evan yang sedang meneguk minuman tersedak mendengar perkataan aurel.
" tidak tidak bukan seperti itu " via berusaha meluruskan.
setelahnya via, menjelaskan seluruh rencananya, berbicara panjang lebar tanpa putus dengan satu tarikan nafas panjang, evan mendengarnya dengan seksama.
" jadi begitulah rencana yang aku maksud " ucap via mengakhirinya dan menarik nafas dalam dalam menegus ice lemon yang dia pesan.
evan yang mendengar semua penjelasan via mengerti, dan menggap rencana via memang masuk akal, dan mungkin inilah satu satunya jalan yang mereka miliki, dengan membuat rumor menjadi sebuah kenyataan lalu mengakhiri hubungan itu adalah penjelasan paling masuk akal.
evan mengangguk menyetujui usulan via dan bergegas pergi untuk membantu ibunya menjaga toko kue.
" kau yakin ingin melakukan ini, apa kau yakin setelah 3 bulan menjalani hubungan palsumu dengan evan kau akan baik baik saja....??? " tanya aurel
" entahlah..., mungkin aku akan menyesalinya, tapi setelah 3 bulan berlalu aku akan menepati janjiku untuk memutuskan hubungan dengannya ". kata via pergi meninggalakan aurel seorang diri dicafe.
keesokan harinya tibalah hari hubungan palsu itu dimulai. via dan evan mulai melakukan drama romatis mereka bedua dihadapan seluruh murid, dan sesekali mereka berdua berjalan bersama diluar mengambil beberapa foto untuk mereka unggah, mulai dari jalan jalan bersama dihari minggu, menonton bioskop, pergi ke cafe ataupun mendatangi event tertentu.
hubungan berjalan dengan mulus, tanpa seorangpun curiga pada mereka berdua, didalam berlangsungnya dama itu hal yang tak via dan evan sadari perasaan mereka yang awalnya sebatas teman panggung topeng palsu, terjatuh kedalam perasaan yang semakin dalam dan kedua pasangan itu jatuh kedalam dilema bom waktu yang akan tiba setelah tiga bulan waktu yang telah mereka janjikan telah berakhir.
dan hari itupun tiba, sore hari saat sedang mengambil barang barang dilokernya, via sangat frustasi dengan hal yang akan dia hadapi dia akan segera mengakhiri hubungannya dengan evan, meskipun 3 bulan sebelumnya dia tau bahwa ini hanyalah sebuah perjanjian hubungan palsu, namun dia tau bahwa degup kencang jantungnya saat berduaan dengan evan bukanlah sebuah kepalsuan, melainkan perasaan nyata yang tak ingin dia akhiri dan tak ingin dia lupakan.
via jatuh kedalam lembah kebingungan yang tak berdasar, dia jatuh pada dua pilihan antara dia harus menepati janjinya untuk mengakhiri semua ini atau dia akan mengungkapkan seluruh perasaannya pada evan saat ini juga, dan melanjutkan hubungan awalnya palsu itu menjadi hubungan yang nyata.
ditengah kebingungan tanpa sengaja via menyenggol loker, rupanya loker itu tak terkunci memuntahkan sebuah buku tebal yang terbuka setelah menghantam lantai, awalnya via bermaksud menaruh buku itu dan mengunci kembali loker tempat buku itu berasal, namun tepat sebelum mengambilnya, via terkejut dengan sebuah tulisan yang tertulis
" pertama kunci mereka berdua didalam lab, dan ambil foto mereka berdua, dan via melakukan itu dengan sangat baik, dengan air yang tak sengaja dia tumpahkan membuat suasana semakin hidup ini benar benar membuatku bergairah " salah satu yang tertulis dibuku itu.
Via terus menerus membaca buku itu, dan akhirnya dia menyadadari satu hal bahwa semua yang telah dia lalui, hubungan yang dia jalani dengan evan hanyalah sebuah naskah yang ditulis oleh seseorang.
via ambruk menghantam lantai cukup keras, tak percaya dengan apa yang baru saja dia baca.
mulai dari dirinya yang terkunci di lab, situasi yang membuatnya harus piket seorang diri, dan tiket konser yang entah darimana datangnya dan hubungan palsu yang telah dia jalani bersama evan, itu semua hanyalah hasil rekayasa seseorang.
ditengah keputusasaan itu derap kaki dilorong perlahan mendekatinya dan berdiri tepat dihadapannya,
" bagaimana apakah semuanya sesuai dengan keinginanmu " ucap anak itu mengambil buku yang sedang dipegang oleh via.
via menatapnya dengan penuh emosi
" brengs3k kau anggap aku ini apa hah...!!! " ucapnya sambil menatap tajam
anak itu hanya diam memasukkan buku itu kedalam tasnya.
" JAWAB ADIT' JAWAB,....!!!! " teriak via pada adit.
adit adalah orang yang telah menyusun semua skenario itu, dia menggap bahwa via adalah orang yang paling cocok untuk peran wanita dalam novel yang sedang dia tulis. dan menurutnya mereka berdua adalah pasangan yang sangat pas untuk mengisi lembaran cerita yang dia buat.
" kamu... kamu monster " jerit via dengan suara serak, isak tangisnya menuntut penjelasan.
" aku bukanlah pion yang bisa kau gerakkan seenaknya, hidupku bukan kertas kosong yang bisa kau isi sesuka hati, kenapa kau melakukan ini padaku? ".
adit menatap via seperti seorang seniman yang bangga akan mahakaryanya.
" aku tak main-main " jawabnya datar sedingin es.
" aku hanya menyelesaikan bab terakhir dari buku ini, dan sekarang pun dimomen ini..... " adit berhenti sejenak
" kau sudah menyelesaikan peranmu dengan baik, karna itu aku sangat berterimakasih ".
via tertawa hambar disela tangisnya, merasa jijik dengan kewarasan adit,
" dunia nyata tak bekerja seperti itu, evan peduli padaku, dan aku... aku mulai ingin mengenalnya lebih jauh dan kau berusaha mengahancurkan kami! ".
adit berbalik memasukkan kedua tangan kedalam sakunya perlahan melangkah pergi menoleh sedikit kearah via,
" aku tak menghancurkan apapun Via, aku hanya memberi dorongan. selebihnya rasa suka yang tumbuh dihatimu untuk evan itu nyata, bukan fiksi buatanku. sekarang silahkan pilih akhir dari ceritamu, tulis bab penutup dari kisahmu, yah walalupun sepertinya akan berakhir sesuai dengan yang kutulis, karna brgitu kau mengetahui semua ini akan tetap menjadi akhir seperti yang sudah kubuat ".
suara langkah kaki adit menjauh, menghilang dari pandangan via. hatinya berkecamuk hancur, rasa sedih, marah, dan merasa hina, karna hidupnya adalah pengisi dari goresan pena seseorang, membuatnya frustrasi. apakah dia akan berada dijalur yang adit buat, atau via akan lebih memilih perasaan cintanya pada evan, dan mencoba untuk melupakan semua yang baru saja dia lihat.
LANJUT JADI NOVEL APA ENGGAK YA TEHEEE........