Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Pulau Terasing
0
Suka
5,300
Dibaca

Kedatangan

Matahari bersinar begitu terik saat kapal yang mereka tumpangi mulai merapat di dermaga. Udara tropis yang hangat menerpa wajah Elias, membuatnya memejamkan mata sejenak, menikmati sensasi liburan yang sudah lama ia nantikan. Di sampingnya, Renata dengan cermat memindai setiap detail, dari warna cat dermaga yang pudar hingga ekspresi wajah para kru kapal. Baginya, setiap hal adalah data, dan otaknya secara otomatis menganalisis setiap gerak-gerik. Sementara itu, di buritan kapal, Bima berdiri tegak, memandang cakrawala dengan tatapan kosong, seolah-olah pikirannya masih berada jauh di medan perang yang telah ia tinggalkan. Ia adalah bayangan dari dirinya yang dulu; tegar namun dipenuhi oleh bekas luka yang tak terlihat. Tidak jauh dari Bima, Dina sibuk dengan kameranya, mengabadikan setiap momen seolah-olah ia sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Senyumnya lebar, tetapi matanya penuh dengan ambisi yang tidak bisa disembunyikan. Di sisi lain, Arya dengan santai menyandarkan punggungnya ke tiang kapal, sibuk dengan ponselnya yang ia utik-utik, mencoba mencari sinyal yang sudah hilang sejak beberapa jam yang lalu.

Mereka berlima—Elias, Renata, Bima, Dina, dan Arya—adalah orang-orang asing yang disatukan oleh sebuah “undian” yang aneh. Mereka adalah pemenang dari program “Pelatihan Kepemimpinan Eksklusif di Pulau Serenity” yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi yang tidak begitu jelas. Undian yang mereka menangkan adalah tiket untuk mendapatkan pelatihan yang dijanjikan akan mengubah hidup mereka. Namun, di antara mereka, hanya satu yang tidak sepenuhnya percaya pada undian itu: Dina. Sebagai seorang jurnalis investigasi yang ambisius, nalurinya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tetapi, janji hadiah uang tunai yang menggiurkan dan potensi mendapatkan cerita eksklusif membuatnya mengesampingkan keraguan itu.

"Ini dia, 'Pulau Serenity'," gumam Elias, suaranya terdengar seperti bisikan di tengah suara ombak. Ia adalah seorang dokter yang memiliki hati yang lembut dan empati yang besar. Ia memenangkan undian ini karena ia benar-benar membutuhkan istirahat dari tuntutan pekerjaannya. Setelah bertahun-tahun berhadapan dengan penderitaan manusia, ia berharap pulau ini bisa menjadi tempatnya untuk memulihkan diri.

"Serenity, huh? Kedengarannya terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan," kata Renata, tatapan tajamnya masih mengamati sekeliling. Ia adalah seorang psikolog yang cerdas, selalu mencari makna tersembunyi di balik setiap kata dan tindakan. Ia memenangkan undian ini karena ia tertarik pada potensi studi kasus tentang bagaimana orang-orang yang tidak saling kenal berinteraksi dalam lingkungan yang baru.

Bima tetap diam, tetapi matanya mengamati setiap detail: dari vegetasi ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
CLARA DAN CLARISSA
Gie_aja
Cerpen
Apa kau Ingat?
Linggarjati Bratawati
Flash
Nyai Sendang Larangan
Allamanda Cathartica
Skrip Film
R. 508
Kinanti Atmarandy
Novel
Bronze
Purnama Yang Menelan Pelangi Dan Senja
Meliana
Novel
SARI, Arwah Penasaran yang terundang
Efi supiyah
Cerpen
Penanggal
ANINZIAH
Cerpen
Bronze
Luca Matthijs van der Zee
Allamanda Cathartica
Cerpen
Bronze
ARWAH NONI BELANDA & BONEKA UNGU
Sri Wintala Achmad
Komik
Antu Ayek
Mariel Botarino
Novel
WARISAN DEBORAH
Frasyahira
Cerpen
Bronze
Avizena
Larasatijingga
Flash
Dekapan yang Hilang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Rumah Tak Berujung
SUWANDY
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Putih
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sang Kolektor Jiwa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Losmen Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siaran Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kutukan Ranjang Antik
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Atau Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bidan Sofia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Maut Di Kapal Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Ingin Menyakitiku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hutan Larangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Elara
Christian Shonda Benyamin