Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Pulau Terasing
0
Suka
8,141
Dibaca

Kedatangan

Matahari bersinar begitu terik saat kapal yang mereka tumpangi mulai merapat di dermaga. Udara tropis yang hangat menerpa wajah Elias, membuatnya memejamkan mata sejenak, menikmati sensasi liburan yang sudah lama ia nantikan. Di sampingnya, Renata dengan cermat memindai setiap detail, dari warna cat dermaga yang pudar hingga ekspresi wajah para kru kapal. Baginya, setiap hal adalah data, dan otaknya secara otomatis menganalisis setiap gerak-gerik. Sementara itu, di buritan kapal, Bima berdiri tegak, memandang cakrawala dengan tatapan kosong, seolah-olah pikirannya masih berada jauh di medan perang yang telah ia tinggalkan. Ia adalah bayangan dari dirinya yang dulu; tegar namun dipenuhi oleh bekas luka yang tak terlihat. Tidak jauh dari Bima, Dina sibuk dengan kameranya, mengabadikan setiap momen seolah-olah ia sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Senyumnya lebar, tetapi matanya penuh dengan ambisi yang tidak bisa disembunyikan. Di sisi lain, Arya dengan santai menyandarkan punggungnya ke tiang kapal, sibuk dengan ponselnya yang ia utik-utik, mencoba mencari sinyal yang sudah hilang sejak beberapa jam yang lalu.

Mereka berlima—Elias, Renata, Bima, Dina, dan Arya—adalah orang-orang asing yang disatukan oleh sebuah “undian” yang aneh. Mereka adalah pemenang dari program “Pelatihan Kepemimpinan Eksklusif di Pulau Serenity” yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi yang tidak begitu jelas. Undian yang mereka menangkan adalah tiket untuk mendapatkan pelatihan yang dijanjikan akan mengubah hidup mereka. Namun, di antara mereka, hanya satu yang tidak sepenuhnya percaya pada undian itu: Dina. Sebagai seorang jurnalis investigasi yang ambisius, nalurinya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tetapi, janji hadiah uang tunai yang menggiurkan dan potensi mendapatkan cerita eksklusif membuatnya mengesampingkan keraguan itu.

"Ini dia, 'Pulau Serenity'," gumam Elias, suaranya terdengar seperti bisikan di tengah suara ombak. Ia adalah seorang dokter yang memiliki hati yang lembut dan empati yang besar. Ia memenangkan undian ini karena ia benar-benar membutuhkan istirahat dari tuntutan pekerjaannya. Setelah bertahun-tahun berhadapan dengan penderitaan manusia, ia berharap pulau ini bisa menjadi tempatnya untuk memulihkan diri.

"Serenity, huh? Kedengarannya terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan," kata Renata, tatapan tajamnya masih mengamati sekeliling. Ia adalah seorang psikolog yang cerdas, selalu mencari makna tersembunyi di balik setiap kata dan tindakan. Ia memenangkan undian ini karena ia tertarik pada potensi studi kasus tentang bagaimana orang-orang yang tidak saling kenal berinteraksi dalam lingkungan yang baru.

Bima tetap diam, tetapi matanya mengamati setiap detail: dari vegetasi ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Novel
Sedia Obat Aborsi (Cytotec) Makassar WA : 081222292216
Sarihusada
Komik
Bronze
GENITRI
Aitzuga
Novel
Bronze
ATM Antrian Tengah Malam
Herman Sim
Cerpen
Bronze
Insomnia
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Rahasia Kematian
Herman Sim
Novel
Perawan Tak Boleh Pulang
I. Majid
Cerpen
Bronze
Aturan Mutlak
Rere Valencia
Flash
Ramalan
Dark Specialist
Novel
TEMANI AKU
Brigita Yurictia Lela
Novel
Gold
Fantasteen Deadly Claws
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Balian
Bksai
Cerpen
Bronze
Lipstick Letter Ghost
Risman Senjaya
Cerpen
Bronze
Rantai Pemicu
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Hantu Tanpa Kepala
Hidayati
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Insomnia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rantai Pemicu
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Streamer Yang Tragis
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Hitam Di Jendela
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sahabat Backpacker Ku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Di Balik Kaca
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teror
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panti Jompo Harum Melati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Simfoni Terlarang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 02
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
19:00
Christian Shonda Benyamin