Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Pulau Terasing
0
Suka
656
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Kedatangan

Matahari bersinar begitu terik saat kapal yang mereka tumpangi mulai merapat di dermaga. Udara tropis yang hangat menerpa wajah Elias, membuatnya memejamkan mata sejenak, menikmati sensasi liburan yang sudah lama ia nantikan. Di sampingnya, Renata dengan cermat memindai setiap detail, dari warna cat dermaga yang pudar hingga ekspresi wajah para kru kapal. Baginya, setiap hal adalah data, dan otaknya secara otomatis menganalisis setiap gerak-gerik. Sementara itu, di buritan kapal, Bima berdiri tegak, memandang cakrawala dengan tatapan kosong, seolah-olah pikirannya masih berada jauh di medan perang yang telah ia tinggalkan. Ia adalah bayangan dari dirinya yang dulu; tegar namun dipenuhi oleh bekas luka yang tak terlihat. Tidak jauh dari Bima, Dina sibuk dengan kameranya, mengabadikan setiap momen seolah-olah ia sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Senyumnya lebar, tetapi matanya penuh dengan ambisi yang tidak bisa disembunyikan. Di sisi lain, Arya dengan santai menyandarkan punggungnya ke tiang kapal, sibuk dengan ponselnya yang ia utik-utik, mencoba mencari sinyal yang sudah hilang sejak beberapa jam yang lalu.

Mereka berlima—Elias, Renata, Bima, Dina, dan Arya—adalah orang-orang asing yang disatukan oleh sebuah “undian” yang aneh. Mereka adalah pemenang dari program “Pelatihan Kepemimpinan Eksklusif di Pulau Serenity” yang diselenggarakan oleh sebuah organisasi yang tidak begitu jelas. Undian yang mereka menangkan adalah tiket untuk mendapatkan pelatihan yang dijanjikan akan mengubah hidup mereka. Namun, di antara mereka, hanya satu yang tidak sepenuhnya percaya pada undian itu: Dina. Sebagai seorang jurnalis investigasi yang ambisius, nalurinya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Tetapi, janji hadiah uang tunai yang menggiurkan dan potensi mendapatkan cerita eksklusif membuatnya mengesampingkan keraguan itu.

"Ini dia, 'Pulau Serenity'," gumam Elias, suaranya terdengar seperti bisikan di tengah suara ombak. Ia adalah seorang dokter yang memiliki hati yang lembut dan empati yang besar. Ia memenangkan undian ini karena ia benar-benar membutuhkan istirahat dari tuntutan pekerjaannya. Setelah bertahun-tahun berhadapan dengan penderitaan manusia, ia berharap pulau ini bisa menjadi tempatnya untuk memulihkan diri.

"Serenity, huh? Kedengarannya terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan," kata Renata, tatapan tajamnya masih mengamati sekeliling. Ia adalah seorang psikolog yang cerdas, selalu mencari makna tersembunyi di balik setiap kata dan tindakan. Ia memenangkan undian ini karena ia tertarik pada potensi studi kasus tentang bagaimana orang-orang yang tidak saling kenal berinteraksi dalam lingkungan yang baru.

Bima tetap diam, tetapi matanya mengamati setiap detail: dari vegetasi ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
Teror Hantu Maryam
Ratna Dks
Cerpen
Bronze
Panggilan 13
Christian Shonda Benyamin
Flash
DUA BERMUKENA
Hary Silvia
Cerpen
(teaser) Dark Omen: The Crimson Roots
Noctis Reverie
Cerpen
Bronze
Teka-teki Silang
Iena_Mansur
Cerpen
Bronze
Lipstick Letter Ghost
Risman Senjaya
Flash
Payu Nak Milu Mati
Oktabri
Cerpen
Bronze
Nyawa Kesembilan
Glorizna Riza
Novel
Erau: Festival untuk yang Hidup dan Mati"
Muhammad Agra Pratama Putra
Cerpen
Bronze
Firasat Mimpi
Jasma Ryadi
Novel
Gold
Hell City
Noura Publishing
Novel
University of the Dead
Adri Adityo Wisnu
Flash
Pesta di Malam Itu
eunike_xiuling
Cerpen
Bronze
Cermin Di Kamar Kost
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan 13
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Cermin Di Kamar Kost
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Cermin Kegelapan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Labirin Jiwa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bunker Jepang
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ujung Koridor
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Guru BU Ratmi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kematian Di Tanah Rawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kakek Memanggil
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dinding Tertawa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jalan Buntu 404
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Imajiner Yang Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin