Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Prenuptial Agreement: Antara Luka dan Logika
0
Suka
5,856
Dibaca

Aku pernah menjadi apa pun demi sepasang mata yang hanya menatap tanpa melihat. Aku pernah menanggalkan jati diri, menyimpan tawa dan air mata di tempat yang sama, hanya agar seseorang percaya bahwa ada hati yang tulus mengawasi dari kejauhan. Aku juga pernah menepis canggung, menyingkirkan malu, menjahit luka sendiri agar tetap terlihat pantas berdiri di sampingnya.

Namun, cermin yang dulu kupoles untuk memperlihatkan versi terbaik dari diriku, justru dilempar balik. Hancur. Lalu, diserahkan kembali agar bisa berkaca di dalam bingkai yang sudah retak. Seolah hanya dengan cara itu, aku layak untuk diperhitungkan.

Aku sodorkan perjanjian pranikah kepada calon istriku. Tidak ada niat menyakiti. Hanya ada rasa takut kehilangan sesuatu yang tersisa. Bukan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Prenuptial Agreement: Antara Luka dan Logika
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Menyesal Setelah Kehilangan
Ardelia Rafilah Basya
Cerpen
Nighty Night Tea
Fann Ardian
Cerpen
Bronze
The Untold Truth
blank_paper
Cerpen
Bronze
Tipu-Tipu Media Sosial
Amalia Puspita Utami
Cerpen
Story Of My Life
idntcare
Cerpen
Bronze
Pelukis Jalanan
AnotherDmension
Cerpen
Bronze
Gamophobia
Jasma Ryadi
Cerpen
Lovely Family
choiron nikmah
Cerpen
ABADI
Lili Selfiana
Cerpen
Bronze
Semangkuk Mie Ayam Sebelum Mati
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Boneka Plastik
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
Nada y Pues Nada
Eki Saputra
Cerpen
Tempat Les Kak April
Yadani Febi
Cerpen
Bronze
Mimpi yang Dikubur Hidup-Hidup
Muhaimin El Lawi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Prenuptial Agreement: Antara Luka dan Logika
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Kembalinya Sang Penari
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Gamophobia
Jasma Ryadi
Flash
Bu, Mengapa Orang-Orang Mati?
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Semangkuk Mie Ayam Sebelum Mati
Jasma Ryadi
Flash
Museum Kenangan
Jasma Ryadi
Flash
Akar di Kepala Ibu
Jasma Ryadi
Flash
Bulan ke-10
Jasma Ryadi
Flash
Pukul 01:10
Jasma Ryadi
Flash
Jangan Menimpali!
Jasma Ryadi
Flash
Tatapan dari Jendela
Jasma Ryadi
Flash
Pelukan Tanah Basah
Jasma Ryadi
Flash
Arisa
Jasma Ryadi
Flash
Telepon
Jasma Ryadi
Flash
Layangan di Langit Hitam
Jasma Ryadi