Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Prank Kesurupan
0
Suka
701
Dibaca

Sepuluh tahun lalu, saat masih duduk di bangku SMA, kami berada di masa ketika prank dan kejutan menjadi hal yang dianggap wajar. Rasanya hampir setiap momen ulang tahun harus dirayakan dengan keisengan yang kadang berlebihan. Waktu itu, kami belum benar-benar memahami bahwa sesuatu yang dianggap lucu bisa saja meninggalkan rasa sakit bagi orang lain.

Di masa muda kami, jika ada teman yang tersinggung atau sakit hati karena prank, maka sudah menjadi “tugas” kami untuk membujuk dan meminta maaf sampai suasana kembali membaik, paling lambat dua atau tiga hari kemudian.

Prank memang sedang menjadi tr...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Prank Kesurupan
dian wahyuni
Flash
Wajah-wajah Sang Aktor
Ravistara
Novel
Bronze
ALONE~Novel~
Herman Siem
Novel
Bronze
Rumah Amora
Rosi Ochiemuh
Flash
LAKNAT : CURSED ONES (SHOWCASE)
Donny Sixx
Novel
GRAMOFON
Embart nugroho
Flash
Hitam
rossewoodz
Flash
Bronze
Mistik
Rere Valencia
Novel
Sekolah Berhantu (END)
Faizal Ablansah Anandita, dr
Cerpen
Tragedi Malam Jumat
Hilmi Azali
Cerpen
Video Call
Amelia Purnomo
Novel
Tales From the Beyond
Adri Adityo Wisnu
Novel
Gold
Ghost Dormitory in Cairo
Mizan Publishing
Flash
Foto
aleu
Flash
Aroma Pukul Tiga Pagi
Jasma Ryadi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Prank Kesurupan
dian wahyuni
Flash
Bronze
Gadis Kabut
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Penantian dari Dua Benua
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Apa Kabar "Sahabat Selamanya"?
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Tinta Hijauku di Rumah Biru Itu
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Dia Bukan Wali
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Rumah itu, Katanya Berhantu
dian wahyuni
Flash
Bronze
Si Tengil Kesayangan
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Ombak Senja yang Berlalu
dian wahyuni
Novel
Bronze
Elemen
dian wahyuni
Cerpen
Bronze
Kutunggu Kau di Perempatan Itu
dian wahyuni