Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
PRADUGA
12
Suka
11,070
Dibaca

Kau pikir, menjalani hidup damai dengan tetangga itu semudah membalik telapak tangan. Kau pikir, dengan semua sikap santunmu, kau bisa diterima di tempat mana pun. Kau pikir juga, setiap orang yang bertemu denganmu, akan bersikap baik dan tulus. Nyatanya, apa yang kau alami sekarang, tidak seperti yang kau impikan dan harapkan. Apa yang kau dapatkan sekarang, bukanlah balasan dari semua perbuatan baikmu.

Semenjak kecil, kau sudah didoktrin oleh orang tua dan lingkungan masyarakat. Bahkan di buku-buku pelajaran sekolah pun, selalu ditanamkan sikap untuk saling menghargai sesama, saling menolong, dan membantu. Namun, apa yang kau temukan di dunia nyata, sangatlah jauh berbeda. Semua orang memahami teori dengan baik, bahkan hapal di luar kepala. Tak jarang pula mereka memaki atau mengomentari sikap orang yang tidak sesuai dengan norma-norma itu. Sayangnya, praktek yang dilakukan sendiri, nol besar.

Diskriminasi, perundungan, tatapan sinis, dan hal-hal semacam itu, seringkali kau terima tanpa alasan yang jelas. Kau tidak mengerti mengapa kau harus menerima semua perlakuan buruk itu. Kau juga tidak bisa memahami apa yang salah dari sikapmu atau dirimu, sehingga patut mendapat ketimpangan itu. Yang jelas, kau berusaha menerimanya dengan lapang dada. Kau tetap bersikap baik dan santun pada mereka. Meski mereka memperlakukanmu dengan semena-mena, kau tetap memamerkan senyum manis dan tawa yang riang, seolah hal itu tidak menjadi masalah buatmu. Kau terus melakukannya tanpa lelah. Menurut pendapatmu, bukan hakmu untuk menghakimi mereka. Kau percaya hukum sebab akibat itu pasti ada. Siapa yang menabur, akan menuai.

Kau, seorang wanita berusia 27 tahun dengan tinggi 165 cm dan berat 55 kg. Cantik, berparas blasteran Belanda-Tionghoa dan Jawa. Kulitmu memang tidak seputih gadis-gadis keturunan lainnya, yang sering kau anggap sebagai kekurangan dari dirimu. Kau merasa berbeda dari saudara-sa...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (15)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
PRADUGA
Lirin Kartini
Cerpen
Bronze
Hanya Untukmu
mareta amelia
Cerpen
Bronze
Catatan Kotor Ayah
Pipo Vernandes
Cerpen
ke'Negatif'an Diriku
arkanaka
Cerpen
Bronze
Malu
Imajinasiku
Cerpen
DUH.. KE RESET LAGI
zanu ariska wakhida ainia
Cerpen
Anak perempuan yang tumbuh dewasa tanpa seorang ayah
Iyanti
Cerpen
Bronze
Camp
Aera syra
Cerpen
Syamsul dan Senja yang Jujur
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
Genggaman di Ambang Senja: Senyum yang Menggetarkan
Bang Jay
Cerpen
Selembar Dunia
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
Bittersweet life
Sleplesswriter
Cerpen
Bronze
Keresahan Robin Setiap Pagi
Reynal Prasetya
Cerpen
Bronze
Singa yang Tak Bisa Menggonggong
Ilham, S.S.
Cerpen
Bronze
Paradoks Kehidupan
Shinta Larasati Hardjono
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
PRADUGA
Lirin Kartini
Cerpen
Broken Promise
Lirin Kartini
Cerpen
Topeng di Kamar Bapak
Lirin Kartini
Flash
Shine!
Lirin Kartini
Flash
Bronze
Rindu di Awal November
Lirin Kartini
Flash
PELAJARAN BERHARGA
Lirin Kartini
Novel
Di Antara Bintang Di Langit
Lirin Kartini
Flash
I love You
Lirin Kartini
Flash
Sepatu untuk Alin
Lirin Kartini
Flash
BALAPAN
Lirin Kartini
Cerpen
Bronze
A Little Bird
Lirin Kartini
Flash
Bronze
Pertemuan Rahasia
Lirin Kartini
Novel
Kesempatan Hidup (lagi)
Lirin Kartini
Cerpen
Bronze
INJURY TIME
Lirin Kartini
Flash
Bronze
MAKAN ENAK
Lirin Kartini