Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
PRADUGA
12
Suka
10,814
Dibaca

Kau pikir, menjalani hidup damai dengan tetangga itu semudah membalik telapak tangan. Kau pikir, dengan semua sikap santunmu, kau bisa diterima di tempat mana pun. Kau pikir juga, setiap orang yang bertemu denganmu, akan bersikap baik dan tulus. Nyatanya, apa yang kau alami sekarang, tidak seperti yang kau impikan dan harapkan. Apa yang kau dapatkan sekarang, bukanlah balasan dari semua perbuatan baikmu.

Semenjak kecil, kau sudah didoktrin oleh orang tua dan lingkungan masyarakat. Bahkan di buku-buku pelajaran sekolah pun, selalu ditanamkan sikap untuk saling menghargai sesama, saling menolong, dan membantu. Namun, apa yang kau temukan di dunia nyata, sangatlah jauh berbeda. Semua orang memahami teori dengan baik, bahkan hapal di luar kepala. Tak jarang pula mereka memaki atau mengomentari sikap orang yang tidak sesuai dengan norma-norma itu. Sayangnya, praktek yang dilakukan sendiri, nol besar.

Diskriminasi, perundungan, tatapan sinis, dan hal-hal semacam itu, seringkali kau terima tanpa alasan yang jelas. Kau tidak mengerti mengapa kau harus menerima semua perlakuan buruk itu. Kau juga tidak bisa memahami apa yang salah dari sikapmu atau dirimu, sehingga patut mendapat ketimpangan itu. Yang jelas, kau berusaha menerimanya dengan lapang dada. Kau tetap bersikap baik dan santun pada mereka. Meski mereka memperlakukanmu dengan semena-mena, kau tetap memamerkan senyum manis dan tawa yang riang, seolah hal itu tidak menjadi masalah buatmu. Kau terus melakukannya tanpa lelah. Menurut pendapatmu, bukan hakmu untuk menghakimi mereka. Kau percaya hukum sebab akibat itu pasti ada. Siapa yang menabur, akan menuai.

Kau, seorang wanita berusia 27 tahun dengan tinggi 165 cm dan berat 55 kg. Cantik, berparas blasteran Belanda-Tionghoa dan Jawa. Kulitmu memang tidak seputih gadis-gadis keturunan lainnya, yang sering kau anggap sebagai kekurangan dari dirimu. Kau merasa berbeda dari saudara-sa...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (15)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
PRADUGA
Lirin Kartini
Cerpen
Bronze
Mbah Rus
Bonari Nabonenar
Cerpen
Bronze
Gadis Tulang Wangi dan Sekitarnya
Nailu Chirzati
Cerpen
Janu Kara
RD Sinta
Cerpen
Bronze
15 Tahun Untuk Apa?
Novita Ledo
Cerpen
Catatan Harian Pak Treng
Rafael Yanuar
Cerpen
Dalam Sepasang Langkah
Puan Maha Rana
Cerpen
Bronze
Semesta Cinta Sheila
Bisma Lucky Narendra
Cerpen
Zaman Membara
Cléa Rivenhart
Cerpen
Bronze
Keluarga bahagia dibalik senyum sederhana
Ryan Wijayanto
Cerpen
Bronze
Si Anak Angkat
Veara Mart
Cerpen
Belum Bisa Bertemu Tapi Bertamulah
Firlia Prames Widari
Cerpen
Rumput (Liar) Tetangga
Dhea FB
Cerpen
M2
La Lady Brhamara
Cerpen
Mekarnya Mahkota Anggrek Larat
Angelica Eleyda Hitjahubessy
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
PRADUGA
Lirin Kartini
Flash
Bronze
Pertemuan Rahasia
Lirin Kartini
Flash
MENANTI
Lirin Kartini
Flash
BALAPAN
Lirin Kartini
Novel
Tetangga Lima Langkah
Lirin Kartini
Flash
Mas Gaje
Lirin Kartini
Novel
Di Antara Bintang Di Langit
Lirin Kartini
Flash
Bronze
Sebingkai Foto
Lirin Kartini
Flash
PELAJARAN BERHARGA
Lirin Kartini
Cerpen
Bronze
INJURY TIME
Lirin Kartini
Cerpen
Bronze
LINKED HEART
Lirin Kartini
Novel
Aku dan Empat Bidadari Reseh
Lirin Kartini
Novel
Kesempatan Hidup (lagi)
Lirin Kartini
Flash
Sepatu untuk Alin
Lirin Kartini
Flash
Luka Gores
Lirin Kartini