Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Potongan Tangan
0
Suka
3,039
Dibaca

Air di rumah tiba-tiba berbau busuk. Menyengat dan membekas di kulit.

Aku menanyakan hal itu kepada Ayah. Ia justru menampiknya, “Cuma perasaan kamu saja. Airnya tidak bau. Ini Ayah baru saja selesai mandi.”

Aku merenung sejenak. Mungkin Ayah benar. Hanya perasaanku, atau penciumanku yang sedang terganggu.

Akan tetapi, malamnya, saat aku hendak merebus mi instan, bau itu makin menusuk. Menyebar di udara, hingga membuatku pusing dan mual seketika. Rasanya seperti mencium bangkai.

Aku...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Potongan Tangan
Jasma Ryadi
Flash
Sajen
Lovaerina
Novel
Misteri Caraka
Sisca Wiryawan
Skrip Film
Rumah Di Bukit Kelam
Ary Nugraha Pratama
Novel
Gold
Spooky Stories: Cursed Room
Noura Publishing
Novel
Bronze
Sumur Ditengah Hutan
Faizal Ablansah Anandita, dr
Novel
Sekolah Berhantu (END)
Faizal Ablansah Anandita, dr
Novel
Bronze
MALDEVIR
Okhie vellino erianto
Novel
Gold
Fantasteen Glitter of Diamonds
Mizan Publishing
Novel
Gold
Kosong
Bentang Pustaka
Novel
Gold
Fantasteen Wooley Dolley
Mizan Publishing
Flash
Bronze
Jangan Lihat Ke Belakang
Nisa
Flash
Permainan
Dark Specialist
Novel
TUNNEL
Embart nugroho
Novel
Bronze
Putri Kiai yang Tak Berhijab
Yuli Yastri
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Potongan Tangan
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Di Radio Sekolah
Jasma Ryadi
Flash
Sepatu Basah
Jasma Ryadi
Flash
Gema yang Redup
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Unfinished Business
Jasma Ryadi
Flash
Aroma Semur
Jasma Ryadi
Flash
Ombak, Luka, dan Hal-Hal yang Tetap Datang
Jasma Ryadi
Flash
Terminal
Jasma Ryadi
Flash
Sosok yang Lain
Jasma Ryadi
Flash
Bagaimana Jika Aku Tidak Menikah?
Jasma Ryadi
Flash
Semangkuk Bakso
Jasma Ryadi
Flash
Mereka Bilang Aku Setan
Jasma Ryadi
Flash
Senja yang Dilepas
Jasma Ryadi
Flash
Di Tepi Jurang
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Setelah Malin Menjadi Batu: Doa Uni Salamah
Jasma Ryadi