Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Pintu Retak
0
Suka
4,653
Dibaca

Raka memegang buku berjudul The Mind's Labyrinth, sampulnya usang dan sudut-sudutnya melengkung. Buku itu bukan miliknya, namun sudah berada di mejanya selama berminggu-minggu, seolah takdir yang tak terhindarkan. Sebagai seorang dosen psikologi klinis, ia sudah terbiasa dengan buku-buku yang datang dan pergi, namun yang satu ini terasa berbeda. Seperti labirin yang digambarkan di judulnya, buku itu seperti cerminan pikirannya sendiri: rumit, tak berujung, dan penuh dengan jalan buntu.

Ia membiarkan buku itu tergeletak di samping laptopnya, layar yang menyala menampilkan presentasi tentang trauma kolektif, sebuah topik yang sering ia hindari namun harus ia ajarkan. Raka memiliki reputasi yang cemerlang. Ia adalah dosen favorit, dikenal karena kecerdasannya, sikapnya yang tenang, dan kemampuan uniknya untuk menjelaskan konsep-konsep rumit dengan cara yang sederhana. Namun, di balik fasad yang sempurna itu, ada celah, retakan yang mulai membesar.

Celah itu adalah mimpinya.

Setiap malam, ia kembali ke sana. Sebuah rumah tua yang terbengkalai, dengan cat mengelupas dan jendela yang pecah. Selalu sama. Ia berdiri di depan sebuah pintu kayu yang lapuk, permukaannya pecah-pecah seperti kulit kering, dan di tengah retakan itu, ada noda merah gelap yang berdarah setiap kali ia menyentuhnya. Darah itu tidak menetes, melainkan menyebar, menyerap ke dalam serat kayu seperti tinta di atas kertas tisu. Di balik pintu itu, ia tahu ada sesuatu yang menunggu. Sesuatu yang mengerikan. Namun ia tak pernah bisa membukanya.

Mimpi itu selalu berakhir dengan ia terbangun, napasnya terengah, dengan sisa-sisa keringat dingin di dahi. Ia sering mendapati dirinya menatap cermin, mencari jejak ketidakwarasan, namun yang ia lihat hanyalah Raka yang sama. Raka, dosen yang sukses. Raka, yang tampak baik-baik saja. Namun mimpinya menjadi semakin nyata. Aroma darah, dinginnya kayu, dan sensasi basah yang lengket—semua itu mulai merembes ke dalam realitasnya.

Suatu sore, saat ia sedang menjelaskan tentang mekanisme pertahanan ego, pandangannya tak sengaja bertemu dengan seorang mahasiswi di barisan depan. Namanya Nadia. Ia adalah mahasiswi yang cerdas, selalu di barisan terdepan, namun ada sesuatu tentangnya yang membuat Raka merasa tak nyaman. Tatapannya terlalu tajam, seolah ia sedang membaca buku yang sama dengan Raka, namun beberapa bab di depan.

"Tentu saja, banyak trauma yang tidak bisa dipecahkan," Nadia berkata tiba-tiba, suaranya pelan namun jelas. "Sering kali, otak kita memilih untuk mengubur ingatan-ingatan itu, menutupnya rapat-rapat, bahkan menciptakan realitas yang berbeda agar kita bisa berfungsi."

Ada jeda dalam penjelasannya yang memb...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Terlambat
Deandrey Putra
Cerpen
Bronze
Nadia
Artmeza
Flash
Pohon Kematian
Desi Ra
Novel
Bronze
Tembung Lakar
Keefe R.D
Cerpen
Dendam Arwah
Amelia Purnomo
Novel
Princesse
nesya ekda
Novel
Bronze
Undercover(terbit)
Vaearen
Cerpen
Sherly
Panipun
Komik
Aku kejar, Kau kan Ku dapat
N Rudiana
Cerpen
Bronze
Awal dari Akhir
Moment
Novel
Last Kiss from a Vampire
Roy Rolland
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Tamu Tengah Malam
Muhammad Fadhel
Cerpen
Bronze
Hidup Di Dunia Lain
Christian Shonda Benyamin
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jumat Akhir Bulan Juli
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hidup Di Dunia Lain
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Persimpangan Mimpi
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Terkutuk
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kaca Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Sahabat Ku Maafkan Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retha
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panggilan Sumur Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Cermin Yang Tersisa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Saksi Semuanya
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Arga
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jerat Senyap
Christian Shonda Benyamin