Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Pintu Retak
0
Suka
7,870
Dibaca

Raka memegang buku berjudul The Mind's Labyrinth, sampulnya usang dan sudut-sudutnya melengkung. Buku itu bukan miliknya, namun sudah berada di mejanya selama berminggu-minggu, seolah takdir yang tak terhindarkan. Sebagai seorang dosen psikologi klinis, ia sudah terbiasa dengan buku-buku yang datang dan pergi, namun yang satu ini terasa berbeda. Seperti labirin yang digambarkan di judulnya, buku itu seperti cerminan pikirannya sendiri: rumit, tak berujung, dan penuh dengan jalan buntu.

Ia membiarkan buku itu tergeletak di samping laptopnya, layar yang menyala menampilkan presentasi tentang trauma kolektif, sebuah topik yang sering ia hindari namun harus ia ajarkan. Raka memiliki reputasi yang cemerlang. Ia adalah dosen favorit, dikenal karena kecerdasannya, sikapnya yang tenang, dan kemampuan uniknya untuk menjelaskan konsep-konsep rumit dengan cara yang sederhana. Namun, di balik fasad yang sempurna itu, ada celah, retakan yang mulai membesar.

Celah itu adalah mimpinya.

Setiap malam, ia kembali ke sana. Sebuah rumah tua yang terbengkalai, dengan cat mengelupas dan jendela yang pecah. Selalu sama. Ia berdiri di depan sebuah pintu kayu yang lapuk, permukaannya pecah-pecah seperti kulit kering, dan di tengah retakan itu, ada noda merah gelap yang berdarah setiap kali ia menyentuhnya. Darah itu tidak menetes, melainkan menyebar, menyerap ke dalam serat kayu seperti tinta di atas kertas tisu. Di balik pintu itu, ia tahu ada sesuatu yang menunggu. Sesuatu yang mengerikan. Namun ia tak pernah bisa membukanya.

Mimpi itu selalu berakhir dengan ia terbangun, napasnya terengah, dengan sisa-sisa keringat dingin di dahi. Ia sering mendapati dirinya menatap cermin, mencari jejak ketidakwarasan, namun yang ia lihat hanyalah Raka yang sama. Raka, dosen yang sukses. Raka, yang tampak baik-baik saja. Namun mimpinya menjadi semakin nyata. Aroma darah, dinginnya kayu, dan sensasi basah yang lengket—semua itu mulai merembes ke dalam realitasnya.

Suatu sore, saat ia sedang menjelaskan tentang mekanisme pertahanan ego, pandangannya tak sengaja bertemu dengan seorang mahasiswi di barisan depan. Namanya Nadia. Ia adalah mahasiswi yang cerdas, selalu di barisan terdepan, namun ada sesuatu tentangnya yang membuat Raka merasa tak nyaman. Tatapannya terlalu tajam, seolah ia sedang membaca buku yang sama dengan Raka, namun beberapa bab di depan.

"Tentu saja, banyak trauma yang tidak bisa dipecahkan," Nadia berkata tiba-tiba, suaranya pelan namun jelas. "Sering kali, otak kita memilih untuk mengubur ingatan-ingatan itu, menutupnya rapat-rapat, bahkan menciptakan realitas yang berbeda agar kita bisa berfungsi."

Ada jeda dalam penjelasannya yang memb...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Ingot
Linggarjati Bratawati
Novel
Pengemis Jembatan Penyebrangan
Faizal Ablansah Anandita, dr
Novel
HANTU PEGUNUNGAN
Faizal Ablansah Anandita, dr
Cerpen
Bronze
Tumbal
Refy
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Flash
Hadiah
Dark Specialist
Novel
Gold
Spooky Stories: Penghuni Keempat
Noura Publishing
Novel
Pesugihan sate Gagak Mang Yopi
Shinbul
Cerpen
Bronze
DADONG CANANGSARI
Citra Rahayu Bening
Cerpen
Bronze
KETINDIHAN
Nisa
Novel
ANTARDIPA
mahes.varaa
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Monster
Ocha
Cerpen
Penumpang Tak Diundang
adinda pratiwi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siapa Dia
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bus Senja
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kacamata Paman
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Nada Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Yakin Ini Nyata
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suwanita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayangan Reno
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suara Terompet
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Jejak Pulang Yang Berdarah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku Tidak Sakit
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Tuan Baru
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Hutan Larangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pusaka Naga Hitam
Christian Shonda Benyamin