Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Pintu Retak
0
Suka
5,087
Dibaca

Raka memegang buku berjudul The Mind's Labyrinth, sampulnya usang dan sudut-sudutnya melengkung. Buku itu bukan miliknya, namun sudah berada di mejanya selama berminggu-minggu, seolah takdir yang tak terhindarkan. Sebagai seorang dosen psikologi klinis, ia sudah terbiasa dengan buku-buku yang datang dan pergi, namun yang satu ini terasa berbeda. Seperti labirin yang digambarkan di judulnya, buku itu seperti cerminan pikirannya sendiri: rumit, tak berujung, dan penuh dengan jalan buntu.

Ia membiarkan buku itu tergeletak di samping laptopnya, layar yang menyala menampilkan presentasi tentang trauma kolektif, sebuah topik yang sering ia hindari namun harus ia ajarkan. Raka memiliki reputasi yang cemerlang. Ia adalah dosen favorit, dikenal karena kecerdasannya, sikapnya yang tenang, dan kemampuan uniknya untuk menjelaskan konsep-konsep rumit dengan cara yang sederhana. Namun, di balik fasad yang sempurna itu, ada celah, retakan yang mulai membesar.

Celah itu adalah mimpinya.

Setiap malam, ia kembali ke sana. Sebuah rumah tua yang terbengkalai, dengan cat mengelupas dan jendela yang pecah. Selalu sama. Ia berdiri di depan sebuah pintu kayu yang lapuk, permukaannya pecah-pecah seperti kulit kering, dan di tengah retakan itu, ada noda merah gelap yang berdarah setiap kali ia menyentuhnya. Darah itu tidak menetes, melainkan menyebar, menyerap ke dalam serat kayu seperti tinta di atas kertas tisu. Di balik pintu itu, ia tahu ada sesuatu yang menunggu. Sesuatu yang mengerikan. Namun ia tak pernah bisa membukanya.

Mimpi itu selalu berakhir dengan ia terbangun, napasnya terengah, dengan sisa-sisa keringat dingin di dahi. Ia sering mendapati dirinya menatap cermin, mencari jejak ketidakwarasan, namun yang ia lihat hanyalah Raka yang sama. Raka, dosen yang sukses. Raka, yang tampak baik-baik saja. Namun mimpinya menjadi semakin nyata. Aroma darah, dinginnya kayu, dan sensasi basah yang lengket—semua itu mulai merembes ke dalam realitasnya.

Suatu sore, saat ia sedang menjelaskan tentang mekanisme pertahanan ego, pandangannya tak sengaja bertemu dengan seorang mahasiswi di barisan depan. Namanya Nadia. Ia adalah mahasiswi yang cerdas, selalu di barisan terdepan, namun ada sesuatu tentangnya yang membuat Raka merasa tak nyaman. Tatapannya terlalu tajam, seolah ia sedang membaca buku yang sama dengan Raka, namun beberapa bab di depan.

"Tentu saja, banyak trauma yang tidak bisa dipecahkan," Nadia berkata tiba-tiba, suaranya pelan namun jelas. "Sering kali, otak kita memilih untuk mengubur ingatan-ingatan itu, menutupnya rapat-rapat, bahkan menciptakan realitas yang berbeda agar kita bisa berfungsi."

Ada jeda dalam penjelasannya yang memb...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp12.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Novel
Horror Picnic
Cathy Rosella
Cerpen
Bronze
Telinga Kelima
Jasma Ryadi
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Novel
Bronze
AFTER DUSK HAS COME
Tara Abdi
Flash
Kamu Jangan Menangis
Sugiadi Azhar
Novel
29 (Dua Puluh Sembilan)
Sri Winarti
Cerpen
Bronze
DADONG CANANGSARI
Citra Rahayu Bening
Flash
Buka Pintu
BANYU BIRU
Novel
Bronze
Teror Hantu Maryam
Ratna Dks
Novel
RW 3
Dudun Parwanto
Novel
Bronze
Dikutuk
Bulan Separuh
Cerpen
Bronze
KALA: Perjalanan Terakhir
P12
Flash
Jok
Muhammad Adli Zulkifli
Flash
Who Is?
Via S Kim
Flash
Jalan Setapak
Bima Kagumi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pintu Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Paranoid
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pulau Terasing
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Aku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Elara
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Indigo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Boneka Bobo
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Teror
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Bayang Dalam Cermin
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Email Maut
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Radio Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kereta Cepat Whoosh
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Yamero
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kacamata Paman
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Suwanita
Christian Shonda Benyamin