Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Religi
Bronze
Peti Intan di Ladang Kebaikan
0
Suka
3
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

PETI INTAN DI LADANG KEBAIKAN

Prakata & Sinopsis

Ketika cangkul seorang petani sederhana membentur peti penuh intan permata yang terkubur dangkal, sebuah pilihan batin mengubah takdir seluruh desa: dari jeratan kemiskinan menjadi peradaban yang makmur dan penuh kedamaian.

Bab I: Ayunan Cangkul di Tanah Gersang

Keringat di Antara Retakan Bumi yang Haus

─── 💎 ───

Matahari sore menggantung rendah dan membesar di cakrawala barat Desa Karang Anyar, menumpahkan semburat warna jingga keemasan yang bercampur merah tembaga di atas daratan yang merana. Sudah tujuh bulan lamanya hujan menolak turun dari langit. Tanah ladang yang dahulu subur kini mengering, memadat, dan pecah-pecah membentuk retakan-retakan panjang seperti jemari bumi yang mengadah meminta setetes air. Angin kering berhembus membawa debu tebal, memoles dedaunan pohon jati yang meranggas hingga berwarna abu-abu kusam.

Di tengah ladang yang seolah mati itu, seorang lelaki paruh baya bertubuh liat, kurus, dan bersahaja bernama Pak Rahmat mengayunkan cangkulnya dengan irama yang runtut dan berwibawa. Setiap kali mata cangkul baja yang sudah menipis itu menancap ke dalam tanah keras, bunyi tumpul thuk... thuk... bergema lemah. Keringat asin yang bening dan hangat mengalir melintasi pelipisnya yang legam terbakar surya, menelusuri garis-garis pipinya yang makin dalam, lalu menetes satu demi satu membasahi jengkal bumi yang ia rawat dengan penuh kesabaran tanpa batas.

Pak Rahmat bukanlah pemilik tanah yang luas. Ia tidak memiliki sertifikat berstempel emas atau batas-batas patok kayu berukir. Ia hanyalah seorang petani penggarap yang sehari-hari mengenakan sarung tenun lusuh berpola kotak-kotak yang pudar, baju kemeja kain blacu berbintik noda lumpur kering, dan topi caping anyaman bambu tua yang tepi-tepinya mulai terurai. Selama belasan tah...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Religi
Cerpen
Bronze
Peti Intan di Ladang Kebaikan
Amrullah Ibrahim
Novel
Gold
KHADIJAH:PEREMPUAN TELADAN SEPANJANG MASA (REPUBLISH)
Mizan Publishing
Novel
Ayam Kampus Story
Sukma Maddi
Cerpen
03:00 AM
Noer Eka
Flash
Roda berputar
Reveniella
Novel
Gold
Lentera Ukhuwah
Mizan Publishing
Novel
Sejarah tak terulang kembali
Siti Fatimah
Novel
Bronze
Ali Si Bocah Kuat
Dudun Parwanto
Flash
Hujan
Mahmud
Novel
LE SOLEIL DE MA VIE
Ravistara
Cerpen
Sulitkah bersyukur itu?
Alhuyaz
Flash
Bronze
Menangkap Senyum
Ron Nee Soo
Novel
KITAB YANG DI BACA, NEGERI YANG LUPA
Ahmad Wahyudi
Novel
Bronze
Godaan Sang Mantan
Biru Tosca
Novel
Faiq, sang Konseptor B.A.H.A.G.I.A.
Mahabb Adib-Abdillah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Peti Intan di Ladang Kebaikan
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
GETAR CINTA di MUARA ENIM
Amrullah Ibrahim
Novel
Milikku Seorang
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Menggapai Ridho-Nya Melalui Ta'aruf
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
Nafas di Balik Kabut
Amrullah Ibrahim
Flash
Celana Melorot Misterius di Rumah Sakit Tua Palembang
Amrullah Ibrahim
Komik
Jingga di Langit Senja
Amrullah Ibrahim
Novel
Titik Temu
Amrullah Ibrahim
Novel
Celap Celup
Amrullah Ibrahim
Novel
Mahkota Yang Terabaikan
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Asam Garam Kehidupan
Amrullah Ibrahim
Cerpen
Bronze
CINTA KEPADA REKAN KERJA
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Jarak di Ujung Nozzle
Amrullah Ibrahim
Flash
Suara di Balik Daun Talas
Amrullah Ibrahim
Flash
Kayu Mati yang Mengintai di Sungai Sekampung
Amrullah Ibrahim