Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Persami
1
Suka
49
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Deru mesin mobil pikap L300 atau yang akrab mereka sebut “kol bak” meraung membelah aspal jalan lintas selatan yang berkelok. Di atas bak terbuka itu, dua puluh anggota Pramuka SMA Tunas Bangsa duduk berdesakan di atas tumpukan tas carrier dan gulungan tenda. Angin laut yang asin mulai menyapu wajah mereka, membawa aroma kebebasan yang sudah lama dinanti.

“Jangan berdiri, woi! Nanti diciduk polisi!” teriak Andi, suaranya hampir kalah oleh suara angin. Ia tertawa lebar, tangannya berpegangan erat pada besi pembatas bak sembari sesekali menggoda siswi-siswi yang duduk di pojok.

Sabtu pagi itu terasa sempurna. Langit biru bersih tanpa awan, dan semangat mereka sedang tinggi-tingginya. Setelah tiga jam perjalanan yang melelahkan namun penuh tawa, garis pantai selatan yang legendaris itu mulai terlihat. Ombaknya yang besar bergulung-gulung seperti raksasa putih yang menyapa dari kejauhan.

Setibanya di lokasi perkemahan sebuah tanah lapang berpasir yang hanya berjarak seratus meter dari bibir pantai rutinitas kedisiplinan langsung dimulai. Tidak ada waktu untuk bersantai.

“Siap, grak!”

Suara lantang Kak Satria, pembina mereka, memecah kesunyian pantai. Apel pembukaan berlangsung khidmat di bawah terik matahari pukul sepuluh pagi. Meskipun peluh mulai membanjiri seragam cokelat mereka, kebanggaan terpancar dari wajah-wajah muda itu. Bagi mereka, ini bukan sekadar berkemah, ini adalah ujian kemandirian.

Begitu apel dibubarkan, suasana berubah menjadi sibuk yang teratur.

* Regu Elang (regu Andi) bertugas mendirikan tenda dome.

* Regu Mawar mulai menyiapkan area tungku untuk memasak.

* Sisanya sibuk mengambil air bersih dari sumur penduduk yang terletak agak jauh di balik bukit kecil.

“Ndi, pasak yang sebelah sini kurang dalam!” teriak Bayu, ketua regu mereka.

Andi mengusap keringat di dahi dengan pungg...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Cerpen
Bronze
Persami
OvioviO
Skrip Film
Raga Tanpa Jiwa
Rizqy Kurniawan
Novel
JASAD DI DASAR JEMBATAN
Heru Patria
Cerpen
Rencana
Endah Wahyuningtyas
Novel
Gold
Fantasteen Scary Knock! Knock!
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Dream House
Ighavianna
Novel
PANDALANAN
Nor Laila
Novel
Gold
Fantasteen: Kuchisake
Mizan Publishing
Novel
Di Antara Rumah yang Kosong
Imajiner
Flash
Bronze
Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Oleh-oleh
Ari S. Effendy
Novel
Bronze
ATM Antrian Tengah Malam
Herman Siem
Flash
Sam
hyu
Novel
Gold
Hilang
Bentang Pustaka
Flash
Televisi
Doddy Rakhmat
Novel
Gold
Fantasteen Detective Talita
Mizan Publishing
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Persami
OvioviO
Cerpen
Bronze
Tulis!!!
OvioviO
Cerpen
Mawar Senja
OvioviO
Cerpen
Buah Hatiku
OvioviO
Novel
Gunung Wingit
OvioviO