Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
Perempuan yang Memandangi Sungai & Guguran Daun-daun Akasia
5
Suka
12,922
Dibaca

Hal-hal sederhana yang hadir di dalam hidup kita juga selayaknya bisa dirayakan dengan indah. Karena tidak setiap hari kita menemukan langit pagi yang begitu cerah, langit sore yang menyilaukan cahayanya. Nuansa kebeningan dan keheningan sejenak yang bisa kita rasakan, adalah juga hal kecil yang setiap hari bisa temukan tanpa kita sadari. Seperti yang kusaksikan sore ini.

Pucuk daun-daun mengering, perlahan meranggas dan sebentar lagi terlepas dari rera...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Cerpen
Bronze
Perempuan yang Memandangi Sungai & Guguran Daun-daun Akasia
Juli Prasetya
Novel
Bronze
FRANCISCAN GARDEN
Marlina Permatasari
Novel
Petrichor
Kal Q Fawzie
Novel
Bronze
Goddes of the War
Alexha Siti
Novel
Simulasi Pernikahan (The year we practiced forever)
lidia afrianti
Cerpen
Bronze
LA BLEUE
Sleplesswriter
Flash
Diantara Seribu Bintang
pelantunkata
Novel
Mencintai Cinta Orang Lain
Syamsul Arifin
Novel
Bronze
I Love My Army Wife
Author WN
Novel
Bronze
Gatra Smaralibrasi
Mungswara
Flash
Hari Ini Bapak Menyemir Sepatuku
Hans Wysiwyg
Novel
Bidadari Tanpa Wali
Syifa sifana
Novel
Jogja, Aku kira Aku singgah
Bobby Mahmud
Novel
Gold
Montmartre
Mizan Publishing
Novel
Jejak Embun
Freddy San
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Perempuan yang Memandangi Sungai & Guguran Daun-daun Akasia
Juli Prasetya
Cerpen
Bronze
Seorang Lelaki yang Mematahkan Rusuknya Sendiri
Juli Prasetya
Cerpen
Bronze
Perempuan Anonim
Juli Prasetya
Cerpen
Buat Apa Membeli Kembang Api?
Juli Prasetya
Cerpen
Bronze
Dua Gadis Harukis & Lelaki Wibu
Juli Prasetya
Cerpen
Bronze
Siapa Lagi yang Aku Miliki?
Juli Prasetya
Novel
Bronze
Dasakriya; Dhalang Kraman dari Lembah Hulawardane
Juli Prasetya
Cerpen
Bronze
Aku Hujan, Kau Berteduh
Juli Prasetya