Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
PERASAAN TERPENDAM
Dinda tengah sibuk di studionya saat Ria asistennya mengetuk ruang pribadinya.
“Masuk.”
Pintu terbuka yang memampangkan sosok Ria yang berdiri disana, “Mbak Dinda, mas Alex nyariin mbak.”
“Alex.” gumam Dinda tidak menyangka sahabatnya itu menemuinya di studio, biasanya mereka janji bertemu di cafe atau gak di luar, gak biasanya Alex nyamperin dia studio tanpa pemberitahuan seperti ini.
“Mmm, Ria suruh dia nungguin aku di ruang tunggu sebentar.”
“Baik mbak.” Ria pamit dan menutup pintu.
Sementara itu Dinda langsung meraih pouch make upnya yang selalu dibawanya, dia menyapukan spon bedak diwajahnya dan sedikit mengoleskan lipglos di bibirnya.
Dinda melihat tampilan dirinya di cermin, saat dirasa penampilannya sudah sempurna, wanita yang kini berusia 25 tahun berjalan keluar dengan hati happy, selalu seperti itu disaat dia akan bertemu dengan Alex, sahabatnya sejak SMA, bagi Dinda, Alex bukan hanya sek...