Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
“Mati aku,” teriak seorang gadis yang berseragam putih biru. Rambut kuncir kudanya ikut bergoyang ketika perempuan itu menunduk kecewa. Dari papan nama yang tertempel di kemeja yang dikenakan oleh cewek remaja itu, tertera tulisan “Vazya”.
“Kamu, sih. Kalau melawan musuh yang itu, harus pakai jurus lima tendangan,” sahut temannya yang hanya melirik dari ekor matanya saja. Tidak sampai satu detik kemudian, penglihatan sosok itu sudah kembali fokus kepada yang sedang berlangsung di layar di depannya.
Rupanya, kedua orang itu sedang bermain game online. Vazya tidak hobi bermain game online, jadi ia tidak paham jurus apa yang dimaksud oleh temannya itu. Oleh karena jagoannya di game tadi telah mati, Vazya pun pindah duduk ke samping temannya yang tadi menyarankannya menggunakan jurus lima tendangan.
Vazya tidak bertahan lama memerhatikan permainan temannya di layar. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Tempat rental game online itu dipenuhi oleh teman-teman sekolahnya. Maklum, lokasinya memang tidak begitu jauh dari sekolah mereka. Beberapa dari mereka telah menyelesaikan permainan. Namun, cewek di sebelah Vazya masih asyik bermain.
Vazya berganti-gantian menolehkan kepalanya dari jam tangan yang ia pakai dan layar permainan. “Sevin, sebentar lagi bel masuk. Udahan, yuk!” ajaknya kepada sahabatnya itu.
“Ah, tanggung, nih.”
“Nanti dimarahin Bu...