Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Pemuda Petualang dan Putri Cempaka Kuning
0
Suka
17
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Bab I: Jejak Langkah di Kaki Bukit Barisan

Panggilan Wangi dari Rimba Sunyi

---------o0o---------

Di bawah naungan megah jajaran Bukit Barisan yang membentang laksana punggung naga zamrud berselimut halimun abadi, terhampar sebuah lembah sunyi bernama Lembah Cermin. Di sanalah waktu seakan mengalir lebih lambat, dijaga oleh desau angin gunung yang melintasi rumpun bambu betung dan dedaunan pohon trembesi raksasa. Udara fajar di lembah itu senantiasa beraroma tanah basah bercampur embun dingin yang menetes dari pucuk-pucuk pakis hutan. Di antara segelintir penduduk dusun yang hidup bersahaja dengan memetik kopi hutan dan menganyam rotan, hiduplah seorang pemuda bernama Bayu.

Bayu bukanlah pemuda biasa yang betah berlama-lama duduk di pelataran balai desa membicarakan harga getah perca atau hasil panen ketela. Sejak sepasang kakinya cukup kuat menjejak jalan setapak berbatu, jiwanya telah tertambat pada keheningan rimba raya. Ia memiliki mata yang tajam bagai elang gunung, namun tatapannya selalu memancarkan kelembutan yang teduh. Rambutnya ikal sebahu, sering diikat sederhana dengan seutas tali serat kulit kayu waru. Kulitnya kecokelatan terpanggang matahari pegunungan, ditempa oleh ratusan pengelanaan melintasi lereng-lereng curam dan jurang ngarai yang kerap membuat ciut nyali para pemburu kawakan.

Bagi orang-orang tua di dusun, hutan adalah tempat yang harus dihormati sekaligus ditakuti. Mereka percaya bahwa pepohonan purba yang batangnya sebesar pelukan lima orang dewasa itu memiliki penghuni tak kasat mata—leluhur rimba yang tak segan meniupkan kabut pekat untuk menyesatkan siapa pun yang bertindak sembrono. Namun bagi Bayu, hutan belantara bukanlah ancaman. Baginya, rimba adalah rumah kedua, sebuah tempat perteduhan suci di mana setiap gemerisik dedaunan menyimpan nyanyian rahasia tentang kehidupan semesta.

Namun, di antara ribuan jenis tumbuhan yang pernah ia jumpai—mulai dari anggrek hutan berkelopak ungu pekat, lumut kerak keperakan di punggung tebing kapur, hingga kantong semar berair madu—hanya ada satu pusaka flora yang benar-benar memenjarakan hatinya dalam pesona tanpa akhir: Bunga Cempaka Kuning.

Bagi Bayu, Cempaka Kuning bukanlah sekadar kembang hutan bermahkota sembilan sampai dua belas helai dengan warna kuning keemasan yang menawan. Di balik kelopaknya yang tebal dan lembut laksana beledu sutra, tersembunyi wangi harum yang teramat khas. Wanginya tidak menusuk hidung seperti melati liar di tepi pemakaman tua, pula tidak lekas memudar seperti kembang sepatu di pematang sawah. Aroma Cempaka Kuning memiliki ketenangan yang magis; harumnya manis, hangat, dan berakar kuat dalam sanubari, seolah mampu melarutkan segala gundah dan keletihan batin yang mengendap dalam dada seorang manusia fana.

Setiap kali musim kuncup tiba pada peralihan antara angin timur dan angin barat, Bayu rela berjam-jam memanjat lereng terjal hanya untuk menyaksikan kuntum pertama cempaka merekah di dahan pohonnya yang tinggi menjulang. Ia tidak pernah memetiknya dengan serakah untuk dimasukkan ke dalam kantung kain bekalnya. Ia hanya akan duduk bersila di bawah naungan dahannya, memejamkan mata perlahan, lalu membiarkan hidungnya menyerap aroma surgawi itu hingga seluruh pori-pori tubuhnya merasa sejuk dan damai.

"Engkau terlalu memuja bunga itu, Bayu," tegur Pak Tuo Saman, seorang tetua kampung berambut putih yang masih memelihara jenggot panjang seperti akar beringin, pada suatu petang di beranda rumah panggung bambu milik Bayu. "Bunga cempaka di hutan kita memang elok, namun ingatlah petuah para pendahulu. Segala yang be...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Pemuda Petualang dan Putri Cempaka Kuning
Amrullah Ibrahim
Novel
Warisan Simbok
cyintia caroline
Novel
Gold
Bird Box
Noura Publishing
Flash
Sang Penjaga (4)
Omius
Novel
Bronze
The Motive
IyoniAe
Novel
Gold
KKPK Asyiknya outbound
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
MUTASI DARI KAMAR BEDAH
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Novel
The Missing Heirloom
Rafli Kumala
Novel
Gold
Digital Fortress
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Tulis!!!
OvioviO
Novel
The Game After Married
Mustofa P
Cerpen
Bronze
Saya Adalah
Aneidda
Novel
Gold
Not in Worderland
Bentang Pustaka
Novel
TEGURAN MISTERIUS
Virgorini Dwi Fatayati
Skrip Film
Polisi yang Tak Melawan Penjahat
Muhamad Wildan
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pemuda Petualang dan Putri Cempaka Kuning
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Sang Kembang Desa
Amrullah Ibrahim
Novel
Dua Sujud Satu Muara
Amrullah Ibrahim
Novel
Denyut Nadi di Rumah Kita
Amrullah Ibrahim
Novel
Pengembaraan Cinta Sang Pendekar Langit
Amrullah Ibrahim
Novel
Pesantren dan Pelangi Hati
Amrullah Ibrahim
Novel
GUNTARA, Fajar di Puncak Hening
Amrullah Ibrahim
Novel
Mahligai Suci Karena Ilahi
Amrullah Ibrahim
Novel
Bunga di Taman jiwa
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Menggapai Ridho-Nya Melalui Ta'aruf
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
KEMELUT TERATAI KEMBAR
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Penyamaran Bara
Amrullah Ibrahim
Novel
Celap Celup
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Pernikahan via Perjodohan
Amrullah Ibrahim
Novel
Bronze
Lentera di Sudut Hati
Amrullah Ibrahim