Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Pemburu Sunyi
0
Suka
2,966
Dibaca

Sejak kecil, aku tak mampu berkutik. Pasrah terhadap apa pun yang terjadi. Dikendalikan oleh mesin cerdas bernama orang tua. Orang tuaku sering bertengkar hebat hingga mereka berpisah. Pertengkaran dan keramaian hampir selalu aku dengar sejak aku lahir. Peperangan terhenti saat mereka berpisah.

Aku menjadi benda antik yang terus diperebutkan oleh mereka. Hingga akhirnya salah satu dari mereka berhasil mendapatkanku seutuhnya. Kini aku dikontrol semaunya, seolah-olah diriku hanyalah mainan belaka. Saat hendak berontak, aku tak berdaya. Apalah dayaku, masa depanku telah disita sepenuhnya.

          Semasa di taman kanak-kanak, teman sebayaku asyik bermain. Menikmati segala wahana permainan yang ada. Bercanda ria seharian. Terkadang ada yang berkelahi karena ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Pemburu Sunyi
Sulton Rizman
Flash
Bronze
Akun Asli Cia Bukan, Sih?
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
A Little Bird
Lirin Kartini
Novel
Bronze
Layang-Layang Putus Tak Pernah Salah
DMRamdhan
Novel
Bronze
MISTIS & MEDIS
Linda Fadilah
Cerpen
Hadriyam (2)
Reveniella
Novel
Mata-Mata Biru
Marsilea Alida
Novel
Bronze
HILANG
mahes.varaa
Flash
Bronze
Siapalah Aku?
Rere Valencia
Cerpen
Bronze
Pengabar Kematian
Omius
Flash
Sinar Tak Kunjung Padam
Iis Siti Napisah
Cerpen
Bronze
Sttt... Jangan berisik. Kebenaran Bersembunyi dalam Sunyi
Ron Nee Soo
Cerpen
Pulang
Venny P.
Novel
Rawa Pasir
Ahmalia Azmi
Novel
Bronze
Tuju
EZAZ QI
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pemburu Sunyi
Sulton Rizman
Novel
Pencuri Kenangan
Sulton Rizman
Cerpen
Bronze
Di Balik Batu Pipih
Sulton Rizman
Cerpen
Bronze
Mantan Pencuri
Sulton Rizman
Cerpen
Bronze
Penyair Gagal
Sulton Rizman
Cerpen
Bronze
Raja Hutan
Sulton Rizman
Cerpen
Bronze
Demi Ibu yang Sakit
Sulton Rizman
Cerpen
Bronze
Bisikan Halus
Sulton Rizman