Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Pelukan Terakhir Ibu
0
Suka
3,319
Dibaca

Pelukan Terakhir Ibu

Hujan baru saja berhenti ketika Raka menutup laptopnya. Di luar jendela apartemen, lampu-lampu kota berkilau seperti bintang-bintang buatan. Ia memandangi kilau itu sebentar, lalu menghela napas. Hari ini lagi-lagi ia lembur.

“Masih dua laporan lagi,” gumamnya pelan, menyandarkan kepala di kursi. Suara notifikasi ponsel membuatnya menoleh. Satu pesan masuk.

Dari Ibu.

> “Nak, ibu jatuh dikit tadi di dapur. Tapi nggak apa-apa kok. Jangan lupa makan ya, Raka. Ibu kangen.”

Pesan itu sederhana, seperti biasanya...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Pelukan Terakhir Ibu
Wahyu Hidayat
Cerpen
Ucup Si Programmer
Saputra
Cerpen
Mencintai Dalam Sunyi
Hans Wysiwyg
Cerpen
Bronze
Tiga Bersaudara
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
"Puss. . . Meong. . . "
Izzatunnisa Galih
Cerpen
Uang Saku
Muhammad Azmi Fahreza
Cerpen
Bronze
Dunia Tanpa Hukum
Jasma Ryadi
Cerpen
Maaf, aku terlambat tahu.
Fianaaa
Cerpen
Bronze
Kelam
Dewi Fortuna
Cerpen
Dua Asbak
Muhammad Sapril
Cerpen
Bronze
Simetris
Jasma Ryadi
Cerpen
Messi, Jangan Pindah!
Serenade
Cerpen
Bronze
Pekerja Kontrak
Karlia Za
Cerpen
Peluk Hangat Bapak
nindia
Cerpen
Bronze
Sakit Kiriman
Intan Andaru
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pelukan Terakhir Ibu
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Harga Sebuah Kejujuran
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Jatuh Cinta di Antrian Bakso
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Saldo Kosong Hati Pun Hampa
Wahyu Hidayat
Novel
Bronze
Sampai Tua Kita Bersama
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Di Antara Cahaya dan Luka
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Naga dan Nasi Goreng
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Ruang nomor 404
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Kau Ajariku Arti Pulang
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Jackpot yang Menghancurkan
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Sisa Kopi di Gelas Plastik
Wahyu Hidayat
Cerpen
Bronze
Satu Hari Tanpa Ponsel
Wahyu Hidayat