Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Pelarian Sang Pangeran
2
Suka
220
Dibaca

Aku menatap langit malam dengan nafas tersengal. Tak ada satu bintang pun di sana. Bulan pun tertutup awan hitam yang menggumpal, membuat kegelapan pekat dalam hutan semakin mencekam.

Derap kuda memecah sunyi, disertai teriakan prajurit menggema di antara pepohonan.

"Hiya! Hiya!"

Aku seret paksa tubuhku yang penuh luka, menembus semak belukar dengan merangkak, dipenuhi ranting-ranting tajam berduri. Mencari perlindungan dari celah sempit yang ku harap bisa menyembunyikanku sementara.

Saat aku berhasil duduk bersandar pada pohon kecil yang rapat, aku mencengkeram keris milik ayahku, Gusti Prabu Niskalawastu, dengan tangan yang berlumuran darah. Tiba-tiba, luka tusuk di pinggangku berdenyut hebat, membuat darah segar mengalir tanpa ampun, membasahi sinjang yang melilit erat menutupi bagian bawah tubuhku.

"Ah ... Ini tak baik."

Erangan kesakitan lolos begitu saja dari bibirku, segera ku bekap mulutku, agar tak mengeluarkan desisan yang bisa memancing pendengaran para prajurit yang tengah memburuku.

Aku berusaha mengatur nafasku yang tersengal, udara terasa sulit masuk untuk mengisi paru-paruku. Degup jantungku berdenyut begitu cepat, aliran darah dari lukaku semakin mengalir deras lewat luka tusuk yang menganga, denyut nadiku pun mengencang, membuat sekujur tubuhku terasa mendingin dan lemas.

"Apakah ini adalah akhir dari Hidupku?"

Ingatanku kembali pada ibuku, Gusti Ratu Sekarwangi, yang dipaksa berlutut memohon ampun kepada kakak tirinya, Rakeyan Jayangkara. Jika ia menolak, nyawa ayahku yang tengah sekarat—Gusti Prabu Niskalawastu, pemimpin Kerajaan Galuh—akan menjadi taruhannya.

Dengan congkak, bajingan itu mencengkram dagu ibuku lalu menariknya kuat sambil berkata.

"Bukankah, takhta ini tak boleh kosong ... Gusti Ratu," ucapnya terkekeh di telinga ibuku.

Senyumnya seakan mencemooh kekalahan Ayahku, Gusti Prabu Niskalawastu.

Sesekali ia melirik tubuh Ayahku yang terbaring tak berdaya. Seakan puas dengan apa yang telah ia lakukan pada kami.

Ibuku Ratu Sekarwangi, menengadahkan wajahnya, menatap sengit dengan sorot mata...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp9.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Tentangmu Ibu
Rosidawati
Flash
Tujuan Maut
Sathya Vahini
Cerpen
Bronze
Pelarian Sang Pangeran
Matcha Motchi
Novel
Ada Cerita di Sekolah
Awal Try Surya
Novel
Bronze
LINA PRAMESWARI
Raden Dwi Rendra
Novel
Gold
Wanita Pendamba Surga
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Pesawat Kertas
Foggy FF
Novel
Bronze
Pohon Imajinasi
Janeeta Mz
Novel
ORANG YANG DATANG
Aga Lesmana
Novel
Bronze
AFFECTION
A Zahra Angelina
Novel
Bronze
Ugly But Lovable
Atsuka D
Novel
Deru Hujan Sore Itu ...
Firmanda Adi Perdana
Flash
Saat Kau merasa Orang Lain Bebas, Mereka Merasa Tidak
Fadel Ramadan
Novel
Meet Again "Devano"
shania kristiani
Novel
SINTAS 2.0: ENDURE
Keita Puspa
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pelarian Sang Pangeran
Matcha Motchi
Cerpen
Bronze
Approach yang Berhasil
Matcha Motchi