Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Pelarian Sang Pangeran
2
Suka
96
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Aku menatap langit malam dengan nafas tersengal. Tak ada satu bintang pun di sana. Bulan pun tertutup awan hitam yang menggumpal, membuat kegelapan pekat dalam hutan semakin mencekam.

Derap kuda memecah sunyi, disertai teriakan prajurit menggema di antara pepohonan.

"Hiya! Hiya."

Aku seret paksa tubuhku yang penuh luka, menembus semak belukar dengan merangkak, dipenuhi ranting-ranting tajam berduri. Mencari perlindungan dari celah sempit yang ku harap bisa menyembunyikanku sementara.

Saat aku berhasil duduk bersandar pada pohon kecil yang rapat, aku mencengkeram keris milik ayahku, Gusti Prabu Niskalawastu, dengan tangan yang berlumuran darah. Tiba-tiba, luka tusuk di pinggangku berdenyut hebat, membuat darah segar mengalir tanpa ampun, membasahi sinjang yang melilit erat menutupi bagian bawah tubuhku.

"Ah.. Ini tak baik."

Erangan kesakitan lolos begitu saja dari bibirku, segera ku bekap mulutku, agar tak mengeluarkan desisan yang bisa memancing pendengaran para prajurit yang tengah memburuku.

Aku berusaha mengatur nafasku yang tersengal, udara terasa sulit masuk untuk mengisi paru-paruku. Degup jantungku berdenyut begitu cepat, aliran darah dari lukaku semakin mengalir deras lewat luka tusuk yang menganga, denyut nadiku pun mengencang, membuat sekujur tubuhku terasa mendingin dan lemas.

"Apakah ini adalah akhir dari Hidupku?"

Ingatanku kembali pada ibuku, Gusti Ratu Sekarwangi, yang dipaksa berlutut memohon ampun kepada kakak tirinya, Rakeyan Jayangkara. Jika ia menolak, nyawa ayahku yang tengah sekarat—Gusti Prabu Niskalawastu, pemimpin Kerajaan Galuh—akan menjadi taruhannya.

Dengan congkak, Bajingan itu mencengkram dagu ibuku lalu menariknya kuat sambil berkata.

"Bukankah, tahta ini tak boleh kosong... Gusti Ratu," ucapnya terkekeh ditelinga ibuku.

Senyumnya seakan mencemooh kekalahan Ayahku, Gusti Prabu Niskalawastu.

Sesekali ia melirik tubuh Ayahku yang terbaring tak berdaya. Seakan puas dengan apa yang telah ia lakukan pada kami.

Ibuku Ratu Sekarwangi, menengadahkan wajahnya, menatap sengit dengan sorot mata pe...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp15.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Pelarian Sang Pangeran
Matcha Motchi
Skrip Film
ANAK PUNGUT
Onet Adithia Rizlan
Cerpen
Bronze
Pak Candra
Dewi Fortuna
Novel
Bronze
Tragedi Cinta Jilid 1
Tinta Emas
Novel
Cherry
Annisa
Novel
Alcoholic Maeve
budidanasariputra
Novel
RUMAH UNTUK BAPAK
SISWANTI PUTRI
Skrip Film
Kekasih Titipan
Ravistara
Novel
Gold
Super Bunda
Mizan Publishing
Novel
Gadis Senja : Kuasa di ujung Jari.
Ao
Skrip Film
Karsa
Ananda Galih Katresna
Novel
Bronze
Tuhan, Jaga Dia untukku
Kim Sabu
Novel
HEALING
Penyukalangit_
Novel
Bronze
Gelanggang Di Bulan Mei
Lady Mia Hasneni
Skrip Film
Jika Mentari Tak Kembali
Ananda Galih Katresna
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pelarian Sang Pangeran
Matcha Motchi
Cerpen
Bronze
Approach yang Berhasil
Matcha Motchi