Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Di sebuah altar yang dilatarbelakangi Pura tua yang sangat anggun itu, seorang wanita setengah baya memakai pakaian tradisional Bali, muncul meletakkan nampan bambu berisikan sesaji. Itu pertanda Tari Barong akan segera dimulai. Irama gamelan pun mengalun. Irama itu mencerminkan kekhasan tersendiri bagi daerah Bali.
Ade merapatkan jaket ke tubuhnya. Pertunjukan telah dimulai 30 menit yang lalu, dan mata gadis itu tak lepas mengawasi jalannya pertunjukan di altar. Kursi di sebelah kirinya kosong, sedang di sebelah kanannya duduk seorang gadis yang sejak tadi asyik menonton. Di sebelah gadis itu duduk seorang jejaka kecil yang mungkin adiknya. Terbukti mereka kerap berbincang.
Ade jadi gundah. Bagaimanapun, ia tidak akan mengerti isi cerita yang ada di balik pementasan Tari Barong itu. Tak ada yang bisa diajaknya berbincang. Tak ada yang bisa ditanyainya.
Lama-lama Ade tak tahan untuk terus-menerus menahan ketidakmengertiannya. Ia ajak gadis di sebelahnya itu untuk bicara.
“Kamu kelihatannya suka sekali menyaksikan tarian ini,” kata Ade.
Gadis yang diajak bicara itu menoleh sebentar ke arah Ade. Mungkin merasa heran ka...