Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
PELANGI USAI BADAI
0
Suka
2,934
Dibaca

Aku masih ingat dengan sangat jelas, seolah baru kemarin, pagi yang sejuk saat cahaya matahari menembus tirai kamar rumah sakit. Aroma antiseptik bercampur bau susu bayi yang samar adalah pengingat konstan akan keajaiban sekaligus kenyataan pahit yang kini mendekapku. Di pangkuanku, malaikat kecilku, Amir, terlelap damai. Kulitnya yang kemerahan, jari-jari mungilnya yang menggenggam erat jempolku, adalah anugerah terbesar dalam hidupku.

Mas Andra, suamiku, duduk di samping ranjang, menatap Amir dengan sorot mata yang sulit kujelaskan. Ada kebahagiaan di sana, jelas sekali. Senyum tipis mengembang di bibirnya, dan tangannya dengan lembut mengusap pipi mungil putranya. "Dia mirip sekali denganmu, Fatma," bisiknya, suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya. Kalimatnya, alih-alih menghangatkan, justru menusukku. Mirip denganku? Apakah itu sebuah pujian atau justru kepedihan? Aku hanya membalas dengan senyum getir.

Di balik wajah ceria yang kupaksakan, hatiku bergejolak. Rasa perih mengantung, seperti awan mendung yang siap menumpahkan badai kapan saja. Aku meragukan durasi kebahagiaan ini. Setiap sentuhan Andra pada Amir, setiap kata yang ia ucapkan, terasa seperti pasir yang licin, tak bisa kugenggam. Aku tahu, aku hanya tahu, kebahagiaan yang kurasakan ini, kebersamaan dengan Mas Andra dan Amir, adalah fatamorgana yang bisa lenyap kapan saja. Ketakutan itu mencengkeramku, mengoyak setiap serat optim...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
PELANGI USAI BADAI
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Seni Olah Rasa
Wahyu Sandralukita Sari
Cerpen
Bronze
Persimpangan di Stasiun Kereta
AnotherDmension
Cerpen
Bronze
Mbak Kal, pulang kemana?
alkaladia.
Cerpen
Bronze
Manusia Dan Mesin
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Satu Tahun Setelah Kehancuran
lia Karnilawati
Cerpen
Syamsul dan Senja yang Jujur
Desto Prastowo
Cerpen
Perhatikan Rani
Cassandra Reina
Cerpen
Retak Dinding Rumah Petak
Duwi Rachmawati
Cerpen
DIVISI
Terry Tiovaldo
Cerpen
Bronze
Secarik Kertas dengan Selarik Kalimat
Munkhayati
Cerpen
Kegaduhan Apa Lagi?
arunien
Cerpen
Alien
Cassandra Reina
Cerpen
Kepala Batu
Lusiana
Cerpen
Bronze
Ini tentang Cinta; Mati
Andriyana
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
PELANGI USAI BADAI
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PETAKA BONEKA TERKUTUK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RANTAU RAMADHAN PERTAMA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAPA UNTUK SONI DAN RANIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
ANTARA ANDIKA, ANNISA DAN AMALIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERKHIANAT DEMI SI BULE
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GEMA HATI SANG IBU KEDUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Lukisan Luka Ciwidey
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RAHIM TERLARANG
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
JALAN HIDAYAH DI BALIK SENJA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KASIH TERPAUT DI DERMAGA CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PATAH HATI DI UJUNG ADAT
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
JODOHKU, IBU SATU ANAK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERLIAN YANG TERCAMPAK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KAU KHIANATI AKU, KUBATALKAN PERNIKAHAN
ari prasetyaningrum