Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
PELANGI USAI BADAI
0
Suka
4,458
Dibaca

Aku masih ingat dengan sangat jelas, seolah baru kemarin, pagi yang sejuk saat cahaya matahari menembus tirai kamar rumah sakit. Aroma antiseptik bercampur bau susu bayi yang samar adalah pengingat konstan akan keajaiban sekaligus kenyataan pahit yang kini mendekapku. Di pangkuanku, malaikat kecilku, Amir, terlelap damai. Kulitnya yang kemerahan, jari-jari mungilnya yang menggenggam erat jempolku, adalah anugerah terbesar dalam hidupku.

Mas Andra, suamiku, duduk di samping ranjang, menatap Amir dengan sorot mata yang sulit kujelaskan. Ada kebahagiaan di sana, jelas sekali. Senyum tipis mengembang di bibirnya, dan tangannya dengan lembut mengusap pipi mungil putranya. "Dia mirip sekali denganmu, Fatma," bisiknya, suaranya terdengar lebih lembut dari biasanya. Kalimatnya, alih-alih menghangatkan, justru menusukku. Mirip denganku? Apakah itu sebuah pujian atau justru kepedihan? Aku hanya membalas dengan senyum getir.

Di balik wajah ceria yang kupaksakan, hatiku bergejolak. Rasa perih mengantung, seperti awan mendung yang siap menumpahkan badai kapan saja. Aku meragukan durasi kebahagiaan ini. Setiap sentuhan Andra pada Amir, setiap kata yang ia ucapkan, terasa seperti pasir yang licin, tak bisa kugenggam. Aku tahu, aku hanya tahu, kebahagiaan yang kurasakan ini, kebersamaan dengan Mas Andra dan Amir, adalah fatamorgana yang bisa lenyap kapan saja. Ketakutan itu mencengkeramku, mengoyak setiap serat optim...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
PELANGI USAI BADAI
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Hilang Akal
Yuli Harahap
Cerpen
DUDUK DAN TUNGGU
Magnific Studio
Cerpen
Bronze
Kanak Rinjani
ahmad yusro ahmad yusro
Cerpen
Perempuan Berambut Perak
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
panana paapa nanaada panapapana
Marhaeny Benedikta
Cerpen
Bronze
Journey
Ika nurpitasari
Cerpen
Beranda Kecil
Penulis N
Cerpen
Bronze
06 Sang Pengamat
Bima Kagumi
Cerpen
KABULKU
Racelis Iskandar
Cerpen
Zaman Membara
Cléa Rivenhart
Cerpen
Bronze
Lurik
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Hiraeth
Illa Fadillah
Cerpen
Api Luka Dan Kesuksesan
LISANDA
Cerpen
Refleksi
RD Sinta
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
PELANGI USAI BADAI
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RESEP KEDUA AYU
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERLIAN YANG TERCAMPAK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PETAKA BONEKA TERKUTUK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERKHIANAT DEMI SI BULE
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RAHIM TERLARANG
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PERSAHABATAN YANG CULAS
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KASIH TERPAUT DI DERMAGA CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAPA UNTUK SONI DAN RANIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
TERTAWAN SANG KETOS
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RENDANG UNTUK IBU MERTUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Ibuku Bukan Wanita Malam
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
JODOHKU, IBU SATU ANAK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RANTAU RAMADHAN PERTAMA
ari prasetyaningrum