Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Pekanbaru Sebelum 33°C
72
Suka
33,096
Dibaca

"Missael, Aku boleh minta tolong sekalian pakaian aku, ya. Aku dah telat kali ni, nanti pas selesai mata kuliah pertama ku belikan air akar deh," pinta Ahmad buru-buru menyelesaikan ikatan tali sepatunya, sambil menyonggengkan senyum pahit pada Missael.

"Hati-hati ko, jan terlalu terburu-buru nanti salah ikat tali ko jatuh lagi," ledek Missael saat tahu teman sekosnya itu telat bangun untuk berangkat kuliah.

"Ya udah, aku pergi dulu!" Ahmad berdiri dari duduknya lalu bergegas meninggalkan Missael...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (9)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Dibalik Peluh Ibu
Mahliana
Novel
Queen Boxing
Fey Hanindya
Novel
Fight For Love
Anna Onymus
Novel
Keping Terakhir
Fatimah Rosyidah
Cerpen
Cerita yang Dilupakan
Kwikku.com
Cerpen
Bronze
Pekanbaru Sebelum 33°C
Ari S. Effendy
Cerpen
Di Ujung Stasiun
M.R. Pangestu
Novel
LEIKHUS
Alda Siti Dalilah Nursalam
Novel
Ruang Kelabu
Fey Hanindya
Novel
Ipah
Tika Sofyan
Novel
They Never Know
Pialoey
Novel
From Angel to Devil
Wildan Ravi
Novel
Bronze
Celengan Rindu
Bisma Lucky Narendra
Novel
Bronze
Manusia Teras
Wulan Kashi Dhamar
Novel
Sincerite
Thata Adi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Pekanbaru Sebelum 33°C
Ari S. Effendy
Flash
Bronze
Aku Mencintaimu, Seperti Kau Mencintai Istriku
Ari S. Effendy
Skrip Film
Rita dan Kebun Absurd
Ari S. Effendy
Flash
Bronze
Daun di Atas Bantal: Cemburu Ketika Angin Mencocoli Daun
Ari S. Effendy
Flash
Bronze
Nikmati Saja Hidup, Jangan Dilawan
Ari S. Effendy
Cerpen
Bronze
DIRUNDUNG
Ari S. Effendy
Flash
Bronze
Punggung Kecil dan Nasi Menangis
Ari S. Effendy
Cerpen
Bronze
Semoga Hidup Kita Terus Begini-begini Saja
Ari S. Effendy
Flash
Bronze
Jalan yang Jauh, Jangan Lupa Oleh-oleh
Ari S. Effendy
Flash
Bronze
TERSESAT DI GANG YANG BENAR
Ari S. Effendy
Flash
Bronze
Ada Anak Bertanya Pada Ibunya
Ari S. Effendy