Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Horor
Bronze
Panggilan Dari Bawah Tanah
0
Suka
7,201
Dibaca

Panggilan dari Bawah Tanah: Asal Mula Kutukan Verbum Mutlak

Karangjati. Sebuah nama desa yang mungkin terdengar biasa saja bagi telinga orang luar, tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan dan lengkungan bukit-bukit yang samar di kejauhan. Namun, di balik ketenangannya yang menipu, desa kecil ini menyimpan sebuah rahasia kelam, sebuah bisikan yang selalu terucap dengan nada bergetar di antara warga: Pabrik Mutlak. Bekas pabrik logam tua yang terbengkalai itu berdiri seperti nisan raksasa yang dilupakan waktu, terbuat dari besi-besi berkarat dan tembok-tembok yang mengelupas.

Di antara puing-puing yang berserakan dan lorong-lorong gelap yang tertutup debu, terdapat satu ruang yang tak pernah tersentuh selama puluhan tahun. Sebuah ruang di bawah tanah, tersembunyi jauh di dalam perut bumi, menyimpan misteri yang jauh melampaui imajinasi manusia, sebuah entitas yang haus akan suara.

"Kalau kamu dengar suara dari bawah, jangan dijawab," Kakek Bagas memperingatkan suatu malam, tatapan matanya yang tua memancarkan kekhawatiran yang mendalam. "Karena itu bukan suara manusia."

Bagas, seorang mahasiswa arkeologi yang tengah menyelesaikan skripsi bertema struktur kolonial pasca-industri, hanya menganggap peringatan itu sebagai takhayul kuno. Baginya, Pabrik Mutlak adalah permata sejarah yang tak ternilai, sebuah kapsul waktu yang bisa membantunya meraih gelar. Dengan kamera SLR, perekam suara digital, senter LED yang kuat, linggis kokoh, dan semangat naïf yang membara di dada, ia melangkah masuk ke dalam bangunan yang menganga itu. Ia tidak tahu bahwa ia sedang memasuki rahim dunia yang menolak cahaya, sebuah dimensi di mana keheningan adalah teman dan suara adalah jerat.

Gerbang Kegelapan yang Menganga

Pintu besi menuju bawah tanah itu dilapisi karat tebal, seolah telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dinding. Namun, huruf-huruf timbul di permukaannya masih bisa terbaca jelas, seolah diukir oleh tangan tak kasat mata: M U T L A K. Ada sesuatu yang aneh dari huruf-huruf itu, sebuah resonansi yang terasa di udara, sebuah undangan yang menggetarkan jiwa.

Dengan linggisnya, Bagas mulai mencongkel celah di antara pintu dan kusen. Keringat membasahi dahinya, otot-ototnya menegang. Akhirnya, dengan sebuah dentang logam yang memekakkan telinga, pintu itu terbuka. Suaranya menggema ke seluruh dinding pabrik yan...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp8.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Horor
Flash
Bayang-Bayang di Plainfield
Haris Hidayat
Novel
RESIDENT WORST NIGHTMARE : ALV-VIRUS
Alvin Suhadi
Cerpen
Bronze
Panggilan Dari Bawah Tanah
Christian Shonda Benyamin
Skrip Film
DOA PENGGALI KUBUR
Embart nugroho
Cerpen
Bronze
Asal Usul Bonsai Tangisan
Nuel Lubis
Flash
Mengakhiri Kesendirian
SURIYANA
Cerpen
Bronze
Wikaplay Agen Slot Bonus 100% Di Depan
Wikaplay
Komik
Bronze
Serem Sirep
Andrianto
Cerpen
Bronze
Penakluk Jiwa Gelisah
Iman Ali Janovit
Novel
Evil Hotel
Frisca Amelia
Novel
Keluarga Darayan, Misteri Rumah Gadai
Sisca Wiryawan
Cerpen
Bronze
KUTUKAN
Refy
Flash
Monster di Dalam Lemari
Nurai Husnayah
Flash
Fever
Rama Sudeta A
Novel
NAPAS TERAKHIR
Maria Merianti Boru Malau
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Panggilan Dari Bawah Tanah
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Mereka Nyata Dan Bercerita
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Dharmawangsa
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Kamera Tua
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Raina
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
#fyp Terakhir
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Elara
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Ouija
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Rig Minyak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pusaka Naga Hitam
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pelaku
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Retak
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Pudar
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Panti Jompo Harum Melati
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Siaran Terakhir
Christian Shonda Benyamin