Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
1
Suka
4,954
Dibaca

Langit sore bersaput jingga keunguan, memantulkan gradasi warna yang indah di kaca jendela ruang tamu keluarga Pak Handoko. Namun, Mia, dengan seragam SMP putih-biru yang sedikit kusut setelah seharian belajar, sama sekali tak tertarik pada keindahan alam di luar. Pikirannya, dan seluruh indranya, tersita oleh drama yang sedang dimainkan di depannya.

Abang Rio, mahasiswa semester lima yang menjabat Ketua BEM, mondar-mandir seperti setrikaan di karpet ruang tamu, sementara jemarinya sesekali mengacak rambut hitamnya yang biasanya rapi. Wajahnya ditekuk, urat lehernya menegang, dan setiap desahan yang keluar dari mulutnya terdengar seperti ledakan frustrasi.

"Mia, sini deh! Abang mau cerita, pusing banget kepala Abang!" Rio berhenti tiba-tiba di depan Mia yang baru saja meletakkan tas di sofa. Ia menatap adiknya dengan mata yang memancarkan keputusasaan tingkat dewa.

Mia, gadis SMP kelas dua yang berjiwa observatif, hanya melirik Abangnya malas. Ia sudah bisa menebak arah pembicaraan. Ini pasti tentang Cindy, pacar Abang Rio yang posesifnya kelewatan.

"Apa lagi, Bang?" tanya Mia, menekan nada jengkelnya agar tidak terlalu kentara. Ia mendudukkan diri di sofa, mengambil posisi yang nyaman untuk mendengarkan—atau lebih tepatnya, menahan diri untuk tidak memutar bola mata.

"Cindy, Mia! Cindy lagi!" Rio menjatuhkan dirinya di samping Mia, langsung membanjiri adiknya dengan keluh kesah. "Masa ya, Abang lagi rapat penting di sekretariat BEM, bahas program kerja yang bakal jadi *legacy* kita, eh, dia tiba-tiba telepon! Bilang kalau Abang itu enggak pernah ada waktu buat dia, selalu sibuk BEM. Terus dia teriak-teriak di telepon, Mia! Suaranya sampai kedengeran ke seluruh ruangan!"

Mia mena...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Jalan yang Bercabang
Aralya Seraquin
Cerpen
Bronze
Fiksiagra
Habel Rajavani
Cerpen
Semar Mendem
hyu
Cerpen
Bronze
Jas Hujan Biru
aksara_g.rain
Cerpen
Bronze
Cowok cafe sebelah
Fitriani
Cerpen
Bronze
Luka yang Dalam
Aralya Seraquin
Cerpen
Bronze
Is Krimu
Gefira Nur Fauzia
Cerpen
Bronze
Pergi Dengan Angin
Viona fiantika
Cerpen
Hampa
Arkina Melantri
Cerpen
Bronze
Untuk Ayah
Langitttmallam
Cerpen
Bronze
Si Kecil di Tepi Jalan
Anggrek Handayani
Cerpen
Brownies Dalu
Hary Silvia
Cerpen
Paduka Yang Mulyo
Kiiro Banana
Cerpen
Bola-Bola Ibu dan Panggung yang Tak Pernah Tutup
Nur Khalifahtul jannah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
JALAN HIDAYAH DI BALIK SENJA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GEMA HATI SANG IBU KEDUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
ANTARA ANDIKA, ANNISA DAN AMALIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PETAKA BONEKA TERKUTUK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
TERTAWAN SANG KETOS
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RENDANG UNTUK IBU MERTUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Lukisan Luka Ciwidey
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
JODOHKU, IBU SATU ANAK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PATAH HATI DI UJUNG ADAT
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAPA UNTUK SONI DAN RANIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RESEP KEDUA AYU
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KASIH SEMUSIM LALU
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KAU KHIANATI AKU, KUBATALKAN PERNIKAHAN
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PERSAHABATAN YANG CULAS
ari prasetyaningrum