Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
1
Suka
1,729
Dibaca

Langit sore bersaput jingga keunguan, memantulkan gradasi warna yang indah di kaca jendela ruang tamu keluarga Pak Handoko. Namun, Mia, dengan seragam SMP putih-biru yang sedikit kusut setelah seharian belajar, sama sekali tak tertarik pada keindahan alam di luar. Pikirannya, dan seluruh indranya, tersita oleh drama yang sedang dimainkan di depannya.

Abang Rio, mahasiswa semester lima yang menjabat Ketua BEM, mondar-mandir seperti setrikaan di karpet ruang tamu, sementara jemarinya sesekali mengacak rambut hitamnya yang biasanya rapi. Wajahnya ditekuk, urat lehernya menegang, dan setiap desahan yang keluar dari mulutnya terdengar seperti ledakan frustrasi.

"Mia, sini deh! Abang mau cerita, pusing banget kepala Abang!" Rio berhenti tiba-tiba di depan Mia yang baru saja meletakkan tas di sofa. Ia menatap adiknya dengan mata yang memancarkan keputusasaan tingkat dewa.

Mia, gadis SMP kelas dua yang berjiwa observatif, hanya melirik Abangnya malas. Ia sudah bisa menebak arah pembicaraan. Ini pasti tentang Cindy, pacar Abang Rio yang posesifnya kelewatan.

"Apa lagi, Bang?" tanya Mia, menekan nada jengkelnya agar tidak terlalu kentara. Ia mendudukkan diri di sofa, mengambil posisi yang nyaman untuk mendengarkan—atau lebih tepatnya, menahan diri untuk tidak memutar bola mata.

"Cindy, Mia! Cindy lagi!" Rio menjatuhkan dirinya di samping Mia, langsung membanjiri adiknya dengan keluh kesah. "Masa ya, Abang lagi rapat penting di sekretariat BEM, bahas program kerja yang bakal jadi *legacy* kita, eh, dia tiba-tiba telepon! Bilang kalau Abang itu enggak pernah ada waktu buat dia, selalu sibuk BEM. Terus dia teriak-teriak di telepon, Mia! Suaranya sampai kedengeran ke seluruh ruangan!"

Mia mena...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
Kartu Pos dari Berlin
Ren
Cerpen
Aku Manusia Perak
Alwi Hamida
Cerpen
A Journey of Self-Discovery
Tiisept
Cerpen
Bronze
Bakso Buat Mia
Anggri Saputra
Cerpen
Pengantar Maut
zain zuha
Cerpen
Buku yang Hilang II
zain zuha
Cerpen
Sebuah Karya Tanpa Jiwa
fotta
Cerpen
Bronze
Panda
NRP
Cerpen
Bermain bola bersama teman di lapangan
Alfin Rifa'i
Cerpen
Bronze
GAMBAR TANPA WAJAH
Desto Prastowo
Cerpen
Bronze
panana paapa nanaada panapapana
Marhaeny Benedikta Tinggogoy
Cerpen
Bronze
Kala Sepi Melanda
ThidaRak
Cerpen
Bronze
RENDANG UNTUK IBU MERTUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Hampa
Arkina Melantri
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
PAHIT GETIR CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RAHIM TERLARANG
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
RENDANG UNTUK IBU MERTUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PETAKA BONEKA TERKUTUK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
ANTARA ANDIKA, ANNISA DAN AMALIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERLIAN YANG TERCAMPAK
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KASIH PUTIH DARI HINDUSTAN
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PAPA UNTUK SONI DAN RANIA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GEMA HATI SANG IBU KEDUA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
KASIH TERPAUT DI DERMAGA CINTA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
PATAH HATI DI UJUNG ADAT
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
TERTAWAN SANG KETOS
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
JALAN HIDAYAH DI BALIK SENJA
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
GADIS TOMBOY TER DE BEST
ari prasetyaningrum
Cerpen
Bronze
BERKHIANAT DEMI SI BULE
ari prasetyaningrum