Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Of Tails and Memories
0
Suka
3,411
Dibaca

Kilatan petir berulang kali membelah langit, memantulkan cahaya putih pucat di antara bangunan kampus yang tenggelam dalam gelap akibat pemadaman listrik. Malam itu hujan turun tanpa jeda, deras dan dingin, disertai angin kencang yang membuat ilalang di lereng bukit bergetar, seolah saling berbisik tentang sesuatu yang tak ingin disebutkan dengan suara keras.

Dari balik semak basah, seekor kucing berlari menuruni bukit. Nafasnya tersengal, langkahnya pincang, namun ia terus melaju, membelah dedaunan tajam tanpa memedulikan luka-luka baru yang menggores tubuhnya. Ada dorongan asing di dadanya—sebuah firasat yang tak ia pahami, tetapi terlalu kuat untuk diabaikan. Seolah sesuatu di depan sana sedang menunggunya. Seolah jika ia terlambat, sesuatu akan hilang selamanya.

Dari kejauhan, cahaya lampu kendaraan menembus tirai hujan, menyayat kegelapan dengan warna kekuningan yang dingin. Kucing itu menoleh sekilas. Dalam pantulan cahaya singkat itu, matanya menyala—bukan oleh ketakutan, melainkan oleh tekad yang nyaris menyerupai kesadaran. Ia mempercepat langkahnya, seakan berlomba dengan waktu, seakan cahaya itu adalah ancaman yang tak boleh lebih dulu tiba.

Dengan sisa tenaga yang tersisa, ia melompat ke tengah jalan.

Suara rem berdecit panjang, nyaring, memecah malam. Ban tergelincir di aspal licin, air muncrat ke segala arah. Namun segalanya terjadi terlalu cepat. Tubuh kecil itu terhempas, berputar di udara sebelum jatuh menghantam jalan. Ia terdiam di genangan air, tak lagi bergerak. Darah mengalir dari tubuhnya, bercampur dengan hujan, larut tanpa jejak, seolah bahkan kematiannya pun tak diberi kesempatan untuk dikenang.

Pengendara mobil keluar sesaat. Hujan membasahi jaketnya, tapi ia tidak bergeming. Pandangannya menyapu jalanan sekilas, berhenti pada tubuh kucing yang tergeletak. Tak ada keterkejutan. Tak ada belas kasihan. Hanya kegugupan yang segera berubah menjadi keputusan dingin. Ia kembali ke dalam mobil, menutup pintu dengan cepat, lalu me...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Novel
Gold
Bird Box
Noura Publishing
Cerpen
Bayangan yang Lupa Pulang
Za Zlyn
Skrip Film
Secercah Cahaya Luna
Fitri F. Layla
Cerpen
Bronze
Pemuda Petualang dan Putri Cempaka Kuning
Amrullah Ibrahim
Novel
Warisan Simbok
cyintia caroline
Flash
Sang Penjaga (4)
Omius
Novel
Bronze
The Motive
IyoniAe
Novel
Gold
KKPK Asyiknya outbound
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
MUTASI DARI KAMAR BEDAH
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Novel
The Missing Heirloom
Rafli Kumala
Novel
Gold
Digital Fortress
Mizan Publishing
Cerpen
Bronze
Tulis!!!
OvioviO
Novel
The Game After Married
Mustofa P
Cerpen
Bronze
Saya Adalah
Aneidda
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Flash
DEWI, THE SUPER WOMAN
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Cinta Datang Terlambat
Bramanditya
Flash
Detective Arman : Wanita Yang Jatuh Dari Lantai 19
Bramanditya
Cerpen
Cinta, Biarkan Kereta Itu Lewat
Bramanditya
Novel
Lost In Memory
Bramanditya
Novel
Bronze
cerita sebelum kiamat
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Silenced
Bramanditya
Novel
Bronze
Tujuh Hari Dalam Kafan
Bramanditya
Novel
Bronze
Edge of Destiny
Bramanditya
Novel
Bronze
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Novel
Bronze
SETINGGI LANGIT DAN BINTANG
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Detektif Arman Dan Dendam Sang Arwah
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Pemakaman Seorang Suami, Bapak Dan Kekasih
Bramanditya
Novel
The Kingdom in the Mirror
Bramanditya