Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Of Tails and Memories
0
Suka
1,888
Dibaca

Kilatan petir berulang kali membelah langit, memantulkan cahaya putih pucat di antara bangunan kampus yang tenggelam dalam gelap akibat pemadaman listrik. Malam itu hujan turun tanpa jeda, deras dan dingin, disertai angin kencang yang membuat ilalang di lereng bukit bergetar, seolah saling berbisik tentang sesuatu yang tak ingin disebutkan dengan suara keras.

Dari balik semak basah, seekor kucing berlari menuruni bukit. Nafasnya tersengal, langkahnya pincang, namun ia terus melaju, membelah dedaunan tajam tanpa memedulikan luka-luka baru yang menggores tubuhnya. Ada dorongan asing di dadanya—sebuah firasat yang tak ia pahami, tetapi terlalu kuat untuk diabaikan. Seolah sesuatu di depan sana sedang menunggunya. Seolah jika ia terlambat, sesuatu akan hilang selamanya.

Dari kejauhan, cahaya lampu kendaraan menembus tirai hujan, menyayat kegelapan dengan warna kekuningan yang dingin. Kucing itu menoleh sekilas. Dalam pantulan cahaya singkat itu, matanya menyala—bukan oleh ketakutan, melainkan oleh tekad yang nyaris menyerupai kesadaran. Ia mempercepat langkahnya, seakan berlomba dengan waktu, seakan cahaya itu adalah ancaman yang tak boleh lebih dulu tiba.

Dengan sisa tenaga yang tersisa, ia melompat ke tengah jalan.

Suara rem berdecit panjang, nyaring, memecah malam. Ban tergelincir di aspal licin, air muncrat ke segala arah. Namun segalanya terjadi terlalu cepat. Tubuh kecil itu terhempas, berputar di udara sebelum jatuh menghantam jalan. Ia terdiam di genangan air, tak lagi bergerak. Darah mengalir dari tubuhnya, bercampur dengan hujan, larut tanpa jejak, seolah bahkan kematiannya pun tak diberi kesempatan untuk dikenang.

Pengendara mobil keluar sesaat. Hujan membasahi jaketnya, tapi ia tidak bergeming. Pandangannya menyapu jalanan sekilas, berhenti pada tubuh kucing yang tergeletak. Tak ada keterkejutan. Tak ada belas kasihan. Hanya kegugupan yang segera berubah menjadi keputusan dingin. Ia kembali ke dalam mobil, menutup pintu dengan cepat, lalu me...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Flash
Bronze
Beauty and The Beast Coalition
Silvarani
Cerpen
Bronze
Jurnal Kosong
Christian Shonda Benyamin
Novel
Limit: Rahasia Si Pencuri
Syafira Muna
Flash
Aku Tidak Gila!
Miss Rain
Cerpen
Hadriyam (2)
Reveniella
Novel
Gold
Hollowpox: Nevermoor #3
Noura Publishing
Skrip Film
RUBBY DI LAPUTA
Qothrunnada Salsabila Meardhy
Skrip Film
Wanita Dalam Rumah
Iyam Renzia
Novel
Gold
KKPK Friends Lullaby
Mizan Publishing
Novel
TINTA HITAM
Rizki Mubarok
Flash
Bronze
Siapalah Aku?
Rere Valencia
Skrip Film
Skema Wilwatikta
Vitri Dwi Mantik
Novel
Bronze
MISTIS & MEDIS
Linda Fadilah
Cerpen
Pengertian yang Tak Mudah
Fazil Abdullah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Skrip Film
Paket Honeymoon
Bramanditya
Novel
I Kissed The Groom
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Cinta Datang Terlambat
Bramanditya
Novel
Bronze
SETINGGI LANGIT DAN BINTANG
Bramanditya
Novel
Bronze
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Cerpen
Cinta, Biarkan Kereta Itu Lewat
Bramanditya
Skrip Film
I Kissed The Groom
Bramanditya
Novel
The Kingdom in the Mirror
Bramanditya
Cerpen
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
Bramanditya
Novel
Bronze
City of Zombies
Bramanditya
Flash
Detective Arman : Wanita Yang Jatuh Dari Lantai 19
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku Part. 2
Bramanditya
Flash
DEWI, THE SUPER WOMAN
Bramanditya
Novel
Bronze
Tujuh Hari Dalam Kafan
Bramanditya