Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Of Tails and Memories
0
Suka
6
Dibaca

Kilatan petir berulang kali membelah langit, memantulkan cahaya putih pucat di antara bangunan kampus yang tenggelam dalam gelap akibat pemadaman listrik. Malam itu hujan turun tanpa jeda, deras dan dingin, disertai angin kencang yang membuat ilalang di lereng bukit bergetar, seolah saling berbisik tentang sesuatu yang tak ingin disebutkan dengan suara keras.

Dari balik semak basah, seekor kucing berlari menuruni bukit. Nafasnya tersengal, langkahnya pincang, namun ia terus melaju, membelah dedaunan tajam tanpa memedulikan luka-luka baru yang menggores tubuhnya. Ada dorongan asing di dadanya—sebuah firasat yang tak ia pahami, tetapi terlalu kuat untuk diabaikan. Seolah sesuatu di depan sana sedang menunggunya. Seolah jika ia terlambat, sesuatu akan hilang selamanya.

Dari kejauhan, cahaya lampu kendaraan menembus tirai hujan, menyayat kegelapan dengan warna kekuningan yang dingin. Kucing itu menoleh sekilas. Dalam pantulan cahaya singkat itu, matanya menyala—bukan oleh ketakutan, melainkan oleh tekad yang nyaris menyerupai kesadaran. Ia mempercepat langkahnya, seakan berlomba dengan waktu, seakan cahaya itu adalah ancaman yang tak boleh lebih dulu tiba.

Dengan sisa tenaga yang tersisa, ia melompat ke tengah jalan.

Suara rem berdecit panjang, nyaring, memecah malam. Ban tergelincir di aspal licin, air muncrat ke segala arah. Namun segalanya terjadi terlalu cepat. Tubuh kecil itu terhempas, berputar di udara sebelum jatuh menghantam jalan. Ia terdiam di genangan air, tak lagi bergerak. Darah mengalir dari tubuhnya, bercampur dengan hujan, larut tanpa jejak, seolah bahkan kematiannya pun tak diberi kesempatan untuk dikenang.

Pengendara mobil keluar sesaat. Hujan membasahi jaketnya, tapi ia tidak bergeming. Pandangannya menyapu jalanan sekilas, berhenti pada tubuh kucing yang tergeletak. Tak ada keterkejutan. Tak ada belas kasihan. Hanya kegugupan yang segera berubah menjadi keputusan dingin. Ia kembali ke dalam mobil, menutup pintu dengan cepat, lalu me...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Novel
Bronze
Pesan Arwah Tragedi '98
yhantlies92
Flash
Bronze
The Quantum Chronicles: Gateway to Infinity
Maria Septian Riasanti Mola
Cerpen
Bronze
Anatomi Bayangan
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
NOKTRA
glowedy
Flash
Senja Gerimis di Dekat Laut
Tazkia Irsyad
Cerpen
Bronze
Lelaki Yang Tersesat Dalam Imajinasi
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Cerpen
Bronze
Old Women Who Living in the Trailer Alone
Hendra Wiguna
Flash
Sendiri di Tengah Malam
bybellè
Novel
The Strange Case of Milan and Madrid
Galilea
Cerpen
Misteri Liontin Biru
adinda pratiwi
Cerpen
Bronze
Laboratorium Transmisi Mental
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
MISTERI UANG SAKU
Nurul Islah
Flash
Kisah Hades dan Athena
Celica Yuzi
Cerpen
Lesung Semringah
Priy Ant
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Cerpen
Pemakaman Seorang Suami, Bapak Dan Kekasih
Bramanditya
Cerpen
Cinta, Biarkan Kereta Itu Lewat
Bramanditya
Cerpen
Bronze
The Bathroom
Bramanditya
Skrip Film
Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku Part. 2
Bramanditya
Skrip Film
I Kissed The Groom
Bramanditya
Novel
Cellular Memory
Bramanditya
Novel
Lost In Memory
Bramanditya
Flash
CONVERSATIONS WITH GOD?
Bramanditya
Skrip Film
Malaikat Tanpa Sayap
Bramanditya
Flash
DEWI, THE SUPER WOMAN
Bramanditya
Novel
Sisters
Bramanditya
Skrip Film
Paket Honeymoon
Bramanditya