Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Of Tails and Memories
0
Suka
2,024
Dibaca

Kilatan petir berulang kali membelah langit, memantulkan cahaya putih pucat di antara bangunan kampus yang tenggelam dalam gelap akibat pemadaman listrik. Malam itu hujan turun tanpa jeda, deras dan dingin, disertai angin kencang yang membuat ilalang di lereng bukit bergetar, seolah saling berbisik tentang sesuatu yang tak ingin disebutkan dengan suara keras.

Dari balik semak basah, seekor kucing berlari menuruni bukit. Nafasnya tersengal, langkahnya pincang, namun ia terus melaju, membelah dedaunan tajam tanpa memedulikan luka-luka baru yang menggores tubuhnya. Ada dorongan asing di dadanya—sebuah firasat yang tak ia pahami, tetapi terlalu kuat untuk diabaikan. Seolah sesuatu di depan sana sedang menunggunya. Seolah jika ia terlambat, sesuatu akan hilang selamanya.

Dari kejauhan, cahaya lampu kendaraan menembus tirai hujan, menyayat kegelapan dengan warna kekuningan yang dingin. Kucing itu menoleh sekilas. Dalam pantulan cahaya singkat itu, matanya menyala—bukan oleh ketakutan, melainkan oleh tekad yang nyaris menyerupai kesadaran. Ia mempercepat langkahnya, seakan berlomba dengan waktu, seakan cahaya itu adalah ancaman yang tak boleh lebih dulu tiba.

Dengan sisa tenaga yang tersisa, ia melompat ke tengah jalan.

Suara rem berdecit panjang, nyaring, memecah malam. Ban tergelincir di aspal licin, air muncrat ke segala arah. Namun segalanya terjadi terlalu cepat. Tubuh kecil itu terhempas, berputar di udara sebelum jatuh menghantam jalan. Ia terdiam di genangan air, tak lagi bergerak. Darah mengalir dari tubuhnya, bercampur dengan hujan, larut tanpa jejak, seolah bahkan kematiannya pun tak diberi kesempatan untuk dikenang.

Pengendara mobil keluar sesaat. Hujan membasahi jaketnya, tapi ia tidak bergeming. Pandangannya menyapu jalanan sekilas, berhenti pada tubuh kucing yang tergeletak. Tak ada keterkejutan. Tak ada belas kasihan. Hanya kegugupan yang segera berubah menjadi keputusan dingin. Ia kembali ke dalam mobil, menutup pintu dengan cepat, lalu me...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Novel
Togashi Uzura: Detektif Bayangan
Ariaria
Novel
Temukan Aku!
Rexa Strudel
Flash
BURUNG PUTIH YANG TIDAK KEHILANGAN WARNANYA
Mu Xuerong
Novel
Rumah Pilu Tak Berpintu
Dann
Novel
IBU TANPA RAGA
Yusuf Mahessa Dewo Pasiro
Novel
Rough Kill
Frisca amelia
Cerpen
Bronze
Luka Di Kota Tua
Christian Shonda Benyamin
Flash
Bronze
Keluarga
Hesti Ary Windiastuti
Skrip Film
INDUK
M. Faizal Armandika
Flash
Bronze
McQueen
Rere Valencia
Novel
Matahari Kelabu
Mohammad Sholihin
Cerpen
Pencuri Waktu (V)
Penulis N
Novel
be Antagonist
Antrasena
Cerpen
Bronze
Quantum Kayla
Rere Valencia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Flash
Sang Pengantin
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Silenced
Bramanditya
Novel
Bronze
Cellular Memory
Bramanditya
Novel
Bronze
SETINGGI LANGIT DAN BINTANG
Bramanditya
Flash
Dewi The Super Woman Part. 2
Bramanditya
Cerpen
Cinta, Biarkan Kereta Itu Lewat
Bramanditya
Novel
Bronze
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Skrip Film
Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti
Bramanditya
Novel
Bronze
cerita sebelum kiamat
Bramanditya
Skrip Film
I Kissed The Groom
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Cinta Datang Terlambat
Bramanditya
Cerpen
Bronze
The Cat Who Walked the Spirit World
Bramanditya
Flash
DEWI, THE SUPER WOMAN
Bramanditya
Novel
Lost In Memory
Bramanditya