Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Of Tails and Memories
0
Suka
74
Dibaca

Kilatan petir berulang kali membelah langit, memantulkan cahaya putih pucat di antara bangunan kampus yang tenggelam dalam gelap akibat pemadaman listrik. Malam itu hujan turun tanpa jeda, deras dan dingin, disertai angin kencang yang membuat ilalang di lereng bukit bergetar, seolah saling berbisik tentang sesuatu yang tak ingin disebutkan dengan suara keras.

Dari balik semak basah, seekor kucing berlari menuruni bukit. Nafasnya tersengal, langkahnya pincang, namun ia terus melaju, membelah dedaunan tajam tanpa memedulikan luka-luka baru yang menggores tubuhnya. Ada dorongan asing di dadanya—sebuah firasat yang tak ia pahami, tetapi terlalu kuat untuk diabaikan. Seolah sesuatu di depan sana sedang menunggunya. Seolah jika ia terlambat, sesuatu akan hilang selamanya.

Dari kejauhan, cahaya lampu kendaraan menembus tirai hujan, menyayat kegelapan dengan warna kekuningan yang dingin. Kucing itu menoleh sekilas. Dalam pantulan cahaya singkat itu, matanya menyala—bukan oleh ketakutan, melainkan oleh tekad yang nyaris menyerupai kesadaran. Ia mempercepat langkahnya, seakan berlomba dengan waktu, seakan cahaya itu adalah ancaman yang tak boleh lebih dulu tiba.

Dengan sisa tenaga yang tersisa, ia melompat ke tengah jalan.

Suara rem berdecit panjang, nyaring, memecah malam. Ban tergelincir di aspal licin, air muncrat ke segala arah. Namun segalanya terjadi terlalu cepat. Tubuh kecil itu terhempas, berputar di udara sebelum jatuh menghantam jalan. Ia terdiam di genangan air, tak lagi bergerak. Darah mengalir dari tubuhnya, bercampur dengan hujan, larut tanpa jejak, seolah bahkan kematiannya pun tak diberi kesempatan untuk dikenang.

Pengendara mobil keluar sesaat. Hujan membasahi jaketnya, tapi ia tidak bergeming. Pandangannya menyapu jalanan sekilas, berhenti pada tubuh kucing yang tergeletak. Tak ada keterkejutan. Tak ada belas kasihan. Hanya kegugupan yang segera berubah menjadi keputusan dingin. Ia kembali ke dalam mobil, menutup pintu dengan cepat, lalu me...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Cerpen
Pertarungan Dua Darah
adinda pratiwi
Novel
MEMORIES
Meria Agustiana
Flash
Lampu Terakhir di Lorong B
Aulia umi halafah
Novel
Bronze
Misteri Gunung Halilintar
Vitri Dwi Mantik
Novel
The Maid of Ghost
Springkel9
Novel
Matahari Kelabu
Mohammad Sholihin
Cerpen
Bronze
Sang Asisten
Nana Sitompul
Flash
Tamu dari Venus
Handi Yawan
Novel
Kosmis dalam Kelut
adek Dwi oktaviantina
Cerpen
Rahasia Werdhana
alifa ayunindya maritza
Cerpen
Bronze
The Holders Of The Beggining
Miss Anonimity
Flash
Sigma
Donquixote
Novel
Rewind, Until 100%
Aisya A. A.
Novel
TERDAMPAR DI PULAU MENEKETEHE
Andhika Wandana
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Novel
Cellular Memory
Bramanditya
Skrip Film
Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti
Bramanditya
Skrip Film
Paket Honeymoon
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku Part. 2
Bramanditya
Flash
Dewi The Super Woman Part. 2
Bramanditya
Novel
The Kingdom in the Mirror
Bramanditya
Flash
Detective Arman : Wanita Yang Jatuh Dari Lantai 19
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Novel
Lost In Memory
Bramanditya
Flash
DEWI, THE SUPER WOMAN
Bramanditya
Skrip Film
Malaikat Tanpa Sayap
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Silenced
Bramanditya
Novel
SETINGGI LANGIT DAN BINTANG
Bramanditya
Flash
Sang Pengantin
Bramanditya