Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Of Tails and Memories
0
Suka
2,823
Dibaca

Kilatan petir berulang kali membelah langit, memantulkan cahaya putih pucat di antara bangunan kampus yang tenggelam dalam gelap akibat pemadaman listrik. Malam itu hujan turun tanpa jeda, deras dan dingin, disertai angin kencang yang membuat ilalang di lereng bukit bergetar, seolah saling berbisik tentang sesuatu yang tak ingin disebutkan dengan suara keras.

Dari balik semak basah, seekor kucing berlari menuruni bukit. Nafasnya tersengal, langkahnya pincang, namun ia terus melaju, membelah dedaunan tajam tanpa memedulikan luka-luka baru yang menggores tubuhnya. Ada dorongan asing di dadanya—sebuah firasat yang tak ia pahami, tetapi terlalu kuat untuk diabaikan. Seolah sesuatu di depan sana sedang menunggunya. Seolah jika ia terlambat, sesuatu akan hilang selamanya.

Dari kejauhan, cahaya lampu kendaraan menembus tirai hujan, menyayat kegelapan dengan warna kekuningan yang dingin. Kucing itu menoleh sekilas. Dalam pantulan cahaya singkat itu, matanya menyala—bukan oleh ketakutan, melainkan oleh tekad yang nyaris menyerupai kesadaran. Ia mempercepat langkahnya, seakan berlomba dengan waktu, seakan cahaya itu adalah ancaman yang tak boleh lebih dulu tiba.

Dengan sisa tenaga yang tersisa, ia melompat ke tengah jalan.

Suara rem berdecit panjang, nyaring, memecah malam. Ban tergelincir di aspal licin, air muncrat ke segala arah. Namun segalanya terjadi terlalu cepat. Tubuh kecil itu terhempas, berputar di udara sebelum jatuh menghantam jalan. Ia terdiam di genangan air, tak lagi bergerak. Darah mengalir dari tubuhnya, bercampur dengan hujan, larut tanpa jejak, seolah bahkan kematiannya pun tak diberi kesempatan untuk dikenang.

Pengendara mobil keluar sesaat. Hujan membasahi jaketnya, tapi ia tidak bergeming. Pandangannya menyapu jalanan sekilas, berhenti pada tubuh kucing yang tergeletak. Tak ada keterkejutan. Tak ada belas kasihan. Hanya kegugupan yang segera berubah menjadi keputusan dingin. Ia kembali ke dalam mobil, menutup pintu dengan cepat, lalu me...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Cerpen
Bronze
ALBEERCHT VAN WALLESTEIN
Ranang Aji SP
Novel
Ospek
Ningrati Sumarto
Skrip Film
Dear Granny
Febri Putra
Flash
THE DEATH
Donquixote
Cerpen
Bronze
MARWAH MENARI DI ATAS BUNGA-BUNGA
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Novel
Bronze
Imajiner
Renii Aru
Flash
Parakang 01
Justang Zealotous
Cerpen
Bronze
Saranggola
Chesar Kurniawan
Flash
PESTA TERAKHIR
Veninda Oktaviana
Novel
Kematian Misterius
MuhammadMisbakhulMunir
Novel
S A N T R I
Lalu Syarif Maulana Ahsan
Flash
Wajah
Noor H. Dee
Cerpen
Bronze
Kolam Ikan
Hekto Kopter
Flash
JIKA JIWAMU DALAM RAGAKU
M Fadly Hasibuan
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Of Tails and Memories
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Silenced
Bramanditya
Cerpen
Bronze
Detektif Arman Dan Dendam Sang Arwah
Bramanditya
Flash
Detective Arman : Wanita Yang Jatuh Dari Lantai 19
Bramanditya
Novel
Bronze
Edge of Destiny
Bramanditya
Novel
Bronze
Cellular Memory
Bramanditya
Skrip Film
Malaikat Tanpa Sayap
Bramanditya
Flash
Kekasih Untuk Suamiku
Bramanditya
Skrip Film
I Kissed The Groom
Bramanditya
Novel
Bronze
cerita sebelum kiamat
Bramanditya
Skrip Film
Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti
Bramanditya
Novel
Bronze
The Leaving Co.
Bramanditya
Flash
Dewi The Super Woman Part. 2
Bramanditya
Skrip Film
KUTUKAN
Bramanditya
Cerpen
Cinta, Biarkan Kereta Itu Lewat
Bramanditya