Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Not Your Nightmare: Never Empty (Rumah yang Tidak Boleh Kosong)
2
Suka
4,710
Dibaca

Bab I – Perjalanan ke Desa

Hari itu seharusnya terasa seperti liburan biasa.

Kami duduk di dalam mobil keluarga, menempuh jalan panjang yang berliku menuju sebuah desa yang katanya tenang, damai, dan jauh dari hiruk-pikuk kota. Aku dan adikku duduk di kursi penumpang, di belakang. Kami berdua menikmati perjalanan sambil sesekali bercanda.

Mama duduk di kursi depan, tampak gelisah seperti biasanya setiap kali perjalanan panjang. Terlebih kali ini kata Bapa, kami akan melewati beberapa tempat sepi. Beberapa kali Mama minta agar ganti tujuan. Aku tersenyum sendiri—beliau memang tidak pernah suka tempat sepi.

“Kenapa harus sampai masuk hutan segala? Lebih enak di kota, banyak orang. Kita bisa menginap di hotel yang tenang,” gumam Mama, tangannya memeluk tas kecil di pangkuannya seakan itu perisai.

Bapa hanya menjawab dengan senyum singkat, tatapannya lurus ke jalan.

“Di sana lebih tenang. Lagipula, sudah lama sekali kita tidak mampir sejak rumah itu kita beli. Jadi kali ini kita liburan di sana."

Aku yang mendengar kalimat itu langsung tercengang.

Rumah itu? Sudah lama beli?

Aku mengerjap, mencoba mengingat. Kami memang punya beberapa rumah—aku bahkan sempat menghitungnya satu per satu di dalam kepalaku. Rumah utama di kota. Sebuah rumah lama milik kakek di beda provinsi. Ada satu rumah di kota kecil yang kami kontrakan. Satu lagi di pinggir laut. Tapi… rumah di dalam hutan? Tidak pernah sekali pun Mama atau Bapa menyebutnya.

Aku melirik Mama. Beliau penakut, bahkan sekadar lewat jalan sepi saja beliau akan melafalkan do'a. Bagaimana mungkin beliau setuju membeli rumah di hutan?

Tidak masuk akal.

Aku hendak bertanya, tapi tiba-tiba ada sesuatu yang aneh.

Seperti kabut tipis menyelimuti kepalaku. Pikiranku melambat, ingatan-ingatan tentang rumah yang seharusnya “tidak ada” itu terasa seperti… diatur ulang.

Aku mulai “teringat” detail yang tadinya tidak pernah ada... bentuk rumahnya yang tinggi, catnya yang gelap serupa warna kayu, suara serangga hutan yang mengiringi sekitarnya. Semua itu masuk ke kepalaku, begitu nyata, seakan memang bagian dari memori sejak dulu.

Aku menahan nafasku lalu memeluk adikku yang tertidur dengan erat.

Apa yang barusan terjadi? Kenapa aku bisa begitu yakin rumah itu memang ada? Aku sungguh yakin kami tidak pernah memiliki rumah seperti itu.

Tak seberapa lama, jalan semakin sempit, pepohonan mulai rapat di kanan kiri. Langit sore yang tadinya cerah kini tertutup ranting-ranting, menebarkan bayangan yang panjang di jalan berbatu.

Aku menelan ludah.

Entah kenapa, semakin dalam mobil kami mas...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (5)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Not Your Nightmare: Never Empty (Rumah yang Tidak Boleh Kosong)
Memento Mori
Novel
Bronze
Imajiner
Renii Aru
Cerpen
Nyawa dalam Secangkir Kopi Senja
Ryan Esa
Cerpen
Bronze
MUTASI DARI KAMAR BEDAH
Drs. Eriyadi Budiman (sesuai KTP)
Novel
Jiwa Tak Bertuan
FAKIHA
Flash
Mustika Kebahagiaan
Erlang Kesuma
Flash
Mengundang Tawa
Rifatia
Flash
Babi Babi Babi
Hendra Purnama
Novel
Leyl the Writer
Ika Karisma
Flash
MAWAR DARAH
Via S Kim
Flash
The Newbie
Via S Kim
Novel
Rumah Bertuah
Serenarara
Flash
Kapur
Ikhsannu Hakim
Cerpen
Bronze
TAROT
Venus Candrika
Flash
Api yang Berdamai dengan Hujan
Ravistara
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Not Your Nightmare: Never Empty (Rumah yang Tidak Boleh Kosong)
Memento Mori
Cerpen
Bronze
Not Your Nightmare: The Cliff (Jalan yang salah)
Memento Mori
Novel
Bronze
From Nerd To An Idol
Memento Mori
Cerpen
Bronze
Tabir Di balik Jam 3:13
Memento Mori
Cerpen
Bronze
Not Your Nightmare: Reflection
Memento Mori
Novel
Bronze
Unwanted Queen And Her Mischievous Butler
Memento Mori
Novel
Lika Liku Luka
Memento Mori