Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Nil Desperandum
0
Suka
11,453
Dibaca

Jangan terluka sendirian. Kau bisa datang padaku. Meski aku tak bisa menghapus luka itu, tapi aku bisa mendengarkanmu.

.....

Dia bukan seperti akan peduli dengan kesulitan orang. Tipikal cuek, yang kalau dipanggil hanya menyahut seadanya.

Kalau dipikir-pikir sudah mirip seperti makhluk bulu di rumahnya yang ogah-ogahan. Apa kalau disogok makanan baru mempan?

"Gio, sini, nyemil bareng!" ajak Nara begitu melihat Gio yang datang dari pintu belakang, baru mulai dengan shift siangnya.

"Hmp, sok aja!" sahutnya yang langsung pergi ke ruang staf, menggantung tas selempangnya, lalu mengenakan apron di gantungan.

Nara tampak sedikit kecewa.

"Biarin aja lah, susah kalo anaknya udah antisosial," sebut Dina sambil masih sibuk ngemil keripik singkong kiloan yang dibungkus plastik bening yang ditaruh di atas meja.

Antisosial... Nara pernah baca untuk tidak sembarangan menyebut orang dengan panggilan yang memiliki konotasi negatif seperti itu. Mungkin Gio hanya tipe introvert yang tak terlalu suka berinteraksi dengan banyak orang.

"Hmp!" pada akhirnya Nara hanya mengiyakan karena malas berdebat yang tidak perlu.

Berbanding terbalik dengan kemarin, dimana mereka super sibuk karena event sabtu sore hingga malam, hari ini cafe sedikit sepi, jadi mereka bisa sedikit santai di belakang bar. Tak jarang anak-anak itu membawa jajanan dari rumah untuk bisa dinikmati bersama seperti saat ini.

"Jadi beli hp baru, Na?"

Pertanyaan itu membuat mood Nara kembali naik. Ia langsung tersenyum.

"Aku udah order. Kayanya besok udah nyampe."

"Yeay... Jadi hp yang waktu itu kamu mau?"

Nara mengangguk sambil memakan keripik yang ada di capitan tangannya.

"Widih... Lumayan 'kan tuh harganya."

Nara tersenyum getir.

"Karena ituuu... aku ngga bisa jajan lagi sembarangan. Seblaaak, sateee!" Nara menggoyang-goyangkan tangan Dina dengan kedua tangannya seperti merengek menahan gemas.

"Hehe, sabar... sabar... aku traktir."

"Bener?"

"Taun depan."

Nara langsung mencibir.

Keduanya kemudian terkekeh bareng.

"Tapi hari ini tip event kemarin dibagiin kan yah?" Nara semangat lagi.

*...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
TERKA
Tetes Sedan
Novel
Sepenggal kisah 98"
Mohammad Sigit
Novel
Little Sun Have Sun Forever
Vania Daniswara
Novel
Bronze
Dan Si Tragedi Itu Bercerita
Nayla F.M.
Skrip Film
CINTA DUA BENUA
Lucia Triwulan Yuniestri
Cerpen
Bronze
Nil Desperandum
Chie Kudo
Skrip Film
ARAH ASA
Herman Trisuhandi
Skrip Film
Ketulusan
Adhi Saputra Batubara
Cerpen
LILIN
Fredhi Lavelle
Novel
SIGRAH
metanoia
Novel
PawsLova
Regina Mega P
Skrip Film
SATU KATA CINTA
Bayu Adityo Prabowo
Flash
Bronze
Pangeran di Bus Kota
Sulistiyo Suparno
Flash
Bronze
Lelaki Tua dan Kematian
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Adolescent Crash
DMRamdhan
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Nil Desperandum
Chie Kudo
Flash
Maaf pada Bapak
Chie Kudo
Flash
Diari SSRKJSM
Chie Kudo
Cerpen
Love All ; The Tree You Lean Against
Chie Kudo
Flash
Drama Korea vs Sinetron Indonesia
Chie Kudo
Skrip Film
Free!
Chie Kudo
Cerpen
Duo Wijaya
Chie Kudo
Cerpen
Bronze
Satu Paket Cinta yang Tak Pernah Kedaluwarsa
Chie Kudo
Cerpen
Alexithymia
Chie Kudo
Cerpen
Permainan Kematian
Chie Kudo
Cerpen
Anak Kidal
Chie Kudo
Flash
Mengeja Angka
Chie Kudo
Cerpen
Berbagi Ibu
Chie Kudo