Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Nakula dan Persembunyiannya.
1
Suka
5,990
Dibaca

PLAKK!!!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi sebelah kanan seorang anak laki - laki berseragam SMA. Belum sempat ia mengangkat kepalanya, sebuah tonjokan datang menghantam perutnya. Ia tersungkur tanpa aba - aba.

Nakula Adhitama, siswa pendiam yang menghabiskan waktu istirahatnya dengan earphone yang selalu terpasang di telinganya. Menarik diri dari keramaian siswa lain yang bingung ingin membeli makan apa untuk menghilangkan rasa lapar mereka. Ia hanya tak tertarik dengan kebisingan di luar sana, karena isi kepalanya sudah terlalu penuh dan berisik. Bukannya merasa seolah - olah ia seorang superior yang tak bisa didekati.

Namun naas, teman sekelasnya yang bernama Bara dan teman - temannya menganggap sikap tertutup dan diamnya seorang Nakula adalah sikap songong yang menggangu penglihatan mereka. Bara dan teman - temannya adalah sekumpulan anak-anak yang berperilaku seenaknya. Mereka tak akan segan menggunakan kekerasan jika keinginan mereka tidak terpenuhi. Dan disinilah ketenangan Nakula mulai terganggu.

Wajahnya babak belur, pandangannya kabur. Terdengar tawa puas yang mengejek dirinya yang tidak berdaya. Dalam keadaan wajah masih mencium tanah, dirinya ditarik paksa. Kini wajahnya menghadap cahaya, matanya yang tak terbuka lebar menangkap sosok Bara yang mencengkram kerah bajunya yang terkena tetesan darah miliknya sendiri.

"Orang kayak lo ngga pantas hidup. Sekali lagi lo bantah perintah gue, mati lo di tangan gue!" teriak bara mengancam Nakula yang sudah tak berdaya di genggamannya.

Kemudian Bara langsung membanting kasar Nakula ke atas tanah. Belum selesai Nakula merasakan pusing akibat benturan keras itu, Bara menginjak perut Nakula dan meludahinya. Setelah itu pergi begitu saja sambil tertawa bersama teman - temannya. Nakula yang bahkan tak mampu mengangkat kepalanya sendiri itu memilih berbaring. Menikmati angin yang cukup sejuk di hari itu. Ia menarik bibirnya sambil sedikit terkekeh.

"Bahkan aku tak pernah berpikir untuk hidup di esok hari " gumam Nakula.

Halaman di belakang banguna...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (1)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Nakula dan Persembunyiannya.
deeptionary
Cerpen
Bronze
MALAIKAT KEMATIAN
Jejak Penulis
Novel
Alif Lam Mim
Zainur Rifky
Cerpen
Ayah di Seberang Sungai
Fazil Abdullah
Cerpen
Bronze
Ketukan Ganda
Novita Ledo
Novel
Harga Sebuah Fasad
Zainur Rifky
Flash
Blog Misteri
Noer Eka
Novel
The Game After Married
Mustofa P
Cerpen
Bronze
Melodrama Luna
Rosi Ochiemuh
Cerpen
Bronze
Korban Sang Arquebus Jawa
Donny Setiawan
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 02
Christian Shonda Benyamin
Cerpen
Bronze
Seseorang Yang Tinggal di Pemakaman Gereja; M.R.James; penerjemah : Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Wentira "Another Story of the Invisible City"
Etzar Diasz
Skrip Film
Berburu Ropen
Vitri Dwi Mantik
Flash
Bronze
The Mermaid Who Wouldn"t Kiss
Silvarani
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Nakula dan Persembunyiannya.
deeptionary
Cerpen
Bronze
Di Penghujung Jalan
deeptionary