Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Misteri
Bronze
Nakula dan Persembunyiannya.
0
Suka
2,942
Dibaca

PLAKK!!!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi sebelah kanan seorang anak laki - laki berseragam SMA. Belum sempat ia mengangkat kepalanya, sebuah tonjokan datang menghantam perutnya. Ia tersungkur tanpa aba - aba.

Nakula Adhitama, siswa pendiam yang menghabiskan waktu istirahatnya dengan earphone yang selalu terpasang di telinganya. Menarik diri dari keramaian siswa lain yang bingung ingin membeli makan apa untuk menghilangkan rasa lapar mereka. Ia hanya tak tertarik dengan kebisingan di luar sana, karena isi kepalanya sudah terlalu penuh dan berisik. Bukannya merasa seolah - olah ia seorang superior yang tak bisa didekati.

Namun naas, teman sekelasnya yang bernama Bara dan teman - temannya menganggap sikap tertutup dan diamnya seorang Nakula adalah sikap songong yang menggangu penglihatan mereka. Bara dan teman - temannya adalah sekumpulan anak-anak yang berperilaku seenaknya. Mereka tak akan segan menggunakan kekerasan jika keinginan mereka tidak terpenuhi. Dan disinilah ketenangan Nakula mulai terganggu.

Wajahnya babak belur, pandangannya kabur. Terdengar tawa puas yang mengejek dirinya yang tidak berdaya. Dalam keadaan wajah masih mencium tanah, dirinya ditarik paksa. Kini wajahnya menghadap cahaya, matanya yang tak terbuka lebar menangkap sosok Bara yang mencengkram kerah bajunya yang terkena tetesan darah miliknya sendiri.

"Orang kayak lo ngga pantas hidup. Sekali lagi lo bantah perintah gue, mati lo di tangan gue!" teriak bara mengancam Nakula yang sudah tak berdaya di genggamannya.

Kemudian Bara langsung membanting kasar Nakula ke atas tanah. Belum selesai Nakula merasakan pusing akibat benturan keras itu, Bara menginjak perut Nakula dan meludahinya. Setelah itu pergi begitu saja sambil tertawa bersama teman - temannya. Nakula yang bahkan tak mampu mengangkat kepalanya sendiri itu memilih berbaring. Menikmati angin yang cukup sejuk di hari itu. Ia menarik bibirnya sambil sedikit terkekeh.

"Bahkan aku tak pernah berpikir untuk hidup di esok hari " gumam Nakula.

Halaman di belakang banguna...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Misteri
Cerpen
Bronze
Nakula dan Persembunyiannya.
deeptionary
Flash
Di Mana Aku?
Jie Jian
Novel
Bronze
ISSUES
Athar Farha
Flash
DIALOG FAJAR
KH_Marpa
Flash
Di Antara
Khirnis
Cerpen
Bronze
Echoes of Fort Rotterdam
Reskianto
Cerpen
Bronze
Saksi Sekejap
Rere Valencia
Flash
Misteri Kertas Milik Tony
Kiara Hanifa Anindya
Cerpen
Bronze
Bayang - Bayang Kaktus Berdarah Seri 01
Christian Shonda Benyamin
Novel
Gold
Not in Worderland
Bentang Pustaka
Cerpen
Bronze
Ranger Rigies Forest
Ron Nee Soo
Cerpen
Bronze
ORANG-ORANG SERIGALA
Sri Wintala Achmad
Novel
Tujuh Pengakuan
Tazkia Irsyad
Novel
Bam
Sadarama
Novel
Blessing of Hope
Alexia Chen
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Nakula dan Persembunyiannya.
deeptionary
Cerpen
Bronze
Di Penghujung Jalan
deeptionary