Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Romantis
Bronze
NAIK SEBAGAI PENUMPANG, TURUN SEBAGAI MEMPELAI
0
Suka
41
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

NAIK SEBAGAI PENUMPANG, TURUN SEBAGAI MEMPELAI

Oleh : Prasetya

 

Puisi Pembuka

 

Perjalanan yang Belum Selesai

 

Ada perjalanan yang dimulai dengan sebuah tiket.

Ada pula perjalanan yang dimulai dengan sebuah keputusan.

Jaka berangkat dari Jember membawa sebuah laptop, sedikit tabungan, dan keberanian yang bahkan belum sepenuhnya ia percaya.

Aisyah naik dari Surabaya membawa koper, ijazah keperawatan, dan kecemasan tentang seorang ayah yang sedang sakit di ujung perjalanan.

 

Mereka tidak saling mengenal.

Tidak ada janji untuk bertemu.

Tidak ada nama yang ditulis dalam buku harian masing-masing.

Hanya dua kursi kosong.

4A.

4B.

Dua angka sederhana yang malam itu tidak berarti apa-apa.

 

Namun kadang Tuhan tidak membutuhkan sesuatu yang besar untuk mengubah hidup seseorang.

Cukup sebuah kursi.

Sebuah perjalanan.

Sebuah percakapan sederhana.

Seseorang yang bersedia mendengarkan.

Seseorang yang diam-diam menjaga ketika kita tertidur.

 

Dan ketika perjalanan hampir berakhir, barulah mereka mengerti:

barangkali yang mereka cari selama ribuan kilometer bukanlah kota tujuan.

Melainkan seseorang yang ternyata sudah duduk di sebelah mereka.

Seperti dua sungai yang mengalir dari gunung berbeda satu dari timur Jawa, satu dari utara Sumatra  namun ditakdirkan bertemu di muara yang sama.

Mereka belum tahu. Belum mengerti. Tapi air sudah mengalir ke arah yang benar.

 

RUMAH DI JEMBER

Pagi itu rumah kecil di pinggiran Jember terasa lebih sunyi daripada biasanya.  Bukan karena tidak ada suara. Ayam masih berkokok dari halaman belakang. Sepeda motor tetangga sesekali melintas.

Dari dapur terdengar bunyi sendok beradu dengan gelas. Tetapi bagi Jaka, semua suara itu terdengar seperti datang dari tempat yang jauh.

Ia duduk di lantai kamar sambil memandangi sebuah koper terbuka. Beberapa potong pakaian sudah tersusun rapi. Laptop sudah dimasukkan ke dalam tas khusus. Dokumen-dokumen penting tersimpan dalam map.

Di atas meja tergeletak selembar tiket perjalanan yang sudah ia periksa entah untuk keberapa kalinya. Jember – Medan.  Jak...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Romantis
Novel
Bronze
Halu
Ratih Abeey
Novel
Past and Future
Lydia
Novel
Elfchen
Mayda Alana
Novel
Katatsumuri
A N I S A H
Komik
TENTANG CINTA
Voni lilia
Skrip Film
Threads of Silence
Dayana Quiins
Cerpen
Bronze
Ukhti Naila
Azis Sulaeman
Cerpen
Bronze
NAIK SEBAGAI PENUMPANG, TURUN SEBAGAI MEMPELAI
Prasetya
Novel
HURT ME
Anastasya putri
Novel
Bronze
Penantian Dua Tahun
Nita Tesalonika
Novel
Bronze
Musim Dingin di Izmir
Diana Dia
Novel
Gold
From Ears To Heart
Bentang Pustaka
Novel
I Found You
Agnesya Febriana
Cerpen
Bronze
Terbungkus dalam Sunyi: Mencintai Dalam Diam
Vincentius Atrayu Januar Dewanto
Novel
Menghitung Hari, Menghitung Cinta
Perle Gauthier
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
NAIK SEBAGAI PENUMPANG, TURUN SEBAGAI MEMPELAI
Prasetya
Cerpen
HIJAU SEBELUM MENGUNING
Prasetya
Cerpen
Bronze
JEJAK SUNYI DI TENGAH BISIK DUNIA
Prasetya
Novel
PROTOKOL NUSANTARA
Prasetya
Novel
SANTRI DI JALAN MAKRIFATULLAH
Prasetya
Cerpen
Bronze
KETIKA TANAH BERHENTI MENJADI RUMAH
Prasetya
Novel
Bronze
SANTRI DI BURSA EFEK
Prasetya
Cerpen
Bronze
DI DIAMKU, CINTAKU TAK PERNAH PADAM
Prasetya
Novel
Bronze
SANTRI DI BORNEO
Prasetya
Novel
ANAK XT
Prasetya
Novel
MATAHARI TENGAH HARI
Prasetya
Novel
Bronze
Santri di Jalan Khidmah
Prasetya
Cerpen
Bronze
NAMAKU SETYOWATI
Prasetya
Novel
Bronze
SANTRI PINGGIRAN
Prasetya
Novel
MARHAEN DI LANTAI BURSA
Prasetya