Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
My Husband
2
Suka
7,412
Dibaca

Mas Indra sangat baik kepadaku. Kami melewati semuanya penuh suka cita dan saling memahami meskipun pada akhirnya aku juga yang sering mengalah tapi ketahuilah, ada kalanya aku tidak mau mengalah dan mas Indra hanya terdiam seharian. Mas ngambek dan tidak mau berbicara kepadaku tapi saat esok tiba, Mas Indra kembali seperti sedia kala bagai tidak pernah kesal kepadaku. Begitulah kami.

Secangkir Kopi.

“Mas ini Arum buatkan kopi susu. Mas minum ya. Tapi kalau Mas gak suka. Biar kopinya nanti Arum aja yang habiskan,” aku menaruh secangkir kopi hangat itu di atas meja saat Mas Indra sedang membaca koran di teras rumah, mengisi waktu senggangnya.

“Iya dek. Terima kasih. Nanti Mas minum kok,” sorot mata Mas Indra masih terlalu fokus membaca berita pada surat kabar itu, Mas Indra juga sempat tersenyum sebentar sebelum akhirnya Mas menahan ku yang ingin masuk ke dalam. 

“Mau kemana?” Bahkan pandang Mas Indra kini tertuju kepada ku bagai meminta agar aku tidak pergi.

“Mau cuci baju. Ada apa Mas? Mas butuh sesuatu kah?”

“Mas butuh kamu temani Mas. Duduk,” ini bukan permintaan namun perintah. Kalau sudah seperti ini aku hanya ingin menurut saja. 

Aku pun duduk di sebuah kursi yang berdampingan dengan Mas Indra, sebelumnya Mas Indra sempat memindahkan meja yang awalnya berada di antara dua kursi itu. Mas memindahkan mejanya tanpa menumpahkan secangkir kopi yang masih disana dengan hati-hati tetapi juga tidak lambat.

“Ada apa Mas. Mas mau bicara apa?” Aku hanya penasaran karena setelah aku duduk. Tangan Mas Indra tak lepas menggenggam tanganku seperti ingin berbicara tapi Mas Indra kembali sibuk membaca surat kabar. Aku hanya menemaninya saja.

“Temani Mas. Jarang loh kita begini.”

“Arum tau. Tapi Mas, Arum masih ada kerjaan yang perlu di urus. Belum cuci baju habis itu setrika. Belum bersih-bersih,” nadaku sedikit bawel karena Aku pikir ada masalah serius yang ingin didiskusikan tapi ternyata hanya minta ditemani saja.

“Nanti Mas bantu. Sekarang Mas ingin ditemani kamu saja dik sayang. Apa tidak boleh,” Mas In...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp6.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Kumcer Paling Buruk
Imas Hanifah N.
Cerpen
Bronze
My Husband
Anisah Ani06
Cerpen
24 Jam
Devi Wulandari
Cerpen
Reruntuhan Malam
Cléa Rivenhart
Cerpen
Buruk Cermin Muka Dibelah
hyu
Cerpen
Bronze
Is Krimu
Gefira Nur Fauzia
Cerpen
Bronze
Mawar Putih dan Pria Tanpa Kata
Saifoel Hakim
Cerpen
Nala
Shofi
Cerpen
Bronze
Hanya Untukmu
mareta amelia
Cerpen
Malam Dingin di Cigigir
Rafael Yanuar
Cerpen
Revived.
Amalia Nurrahmah
Cerpen
Bronze
When words become home
Langitttmallam
Cerpen
Bronze
INSULIN
Yasin Yusuf
Cerpen
Retak Dinding Rumah Petak
Duwi Rachmawati
Cerpen
A Journey of Self-Discovery
Tiisept
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
My Husband
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Riana -Pertemuan Terakhir- eps 2
Anisah Ani06
Flash
Sisi Berbeda
Anisah Ani06
Flash
Terikat Oleh Waktu
Anisah Ani06
Skrip Film
Pada Akhirnya Waktu Akan Datang (Script)
Anisah Ani06
Flash
Dear Diriku
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Gerimis yang Menemani
Anisah Ani06
Flash
Salah ku atau Cuaca
Anisah Ani06
Flash
Bronze
SEDAYU, Di Sore Hari
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Naluri Diskon
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Sengaja Mengaku
Anisah Ani06
Cerpen
Bronze
Bukan Sekedar Tanggal
Anisah Ani06
Flash
Hai... Orang Asing.
Anisah Ani06
Flash
Untuk Mu yang Ku Rindu
Anisah Ani06
Cerpen
Distraksi
Anisah Ani06