Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
My Husband
2
Suka
6,890
Dibaca

Mas Indra sangat baik kepadaku. Kami melewati semuanya penuh suka cita dan saling memahami meskipun pada akhirnya aku juga yang sering mengalah tapi ketahuilah, ada kalanya aku tidak mau mengalah dan mas Indra hanya terdiam seharian. Mas ngambek dan tidak mau berbicara kepadaku tapi saat esok tiba, Mas Indra kembali seperti sedia kala bagai tidak pernah kesal kepadaku. Begitulah kami.

Secangkir Kopi.

“Mas ini Arum buatkan kopi susu. Mas minum ya. Tapi kalau Mas gak suka. Biar kopinya nanti Arum aja yang habiskan,” aku menaruh secangkir kopi hangat itu di atas meja saat Mas Indra sedang membaca koran di teras rumah, mengisi waktu senggangnya.

“Iya dek. Terima kasih. Nanti Mas minum kok,” sorot mata Mas Indra masih terlalu fokus membaca berita pada surat kabar itu, Mas Indra juga sempat tersenyum sebentar sebelum akhirnya Mas menahan ku yang ingin masuk ke dalam. 

“Mau kemana?” Bahkan pandang Mas Indra kini tertuju kepada ku bagai meminta agar aku tidak pergi.

“Mau cuci baju. Ada apa Mas? Mas butuh sesuatu kah?”

“Mas butuh kamu temani Mas. Duduk,” ini bukan permintaan namun perintah. Kalau sudah seperti ini aku hanya ingin menurut saja. 

Aku pun duduk di sebuah kursi yang berdampingan dengan Mas Indra, sebelumnya Mas Indra sempat memindahkan meja yang awalnya berada di antara dua kursi itu. Mas memindahkan mejanya tanpa menumpahkan secangkir kopi yang masih disana dengan hati-hati tetapi juga tidak lambat.

“Ada apa Mas. Mas mau bicara apa?” Aku hanya penasaran karena setelah aku duduk. Tangan Mas Indra tak lepas menggenggam tanganku seperti ingin berbicara tapi Mas Indra kembali sibuk membaca surat kabar. Aku hanya menemaninya saja.

“Temani Mas. Jarang loh kita begini.”

“Arum tau. Tapi Mas, Arum masih ada kerjaan yang perlu di urus. Belum cuci baju habis itu setrika. Belum bersih-bersih,” nadaku sedikit bawel karena Aku pikir ada masalah serius yang ingin didiskusikan tapi ternyata hanya minta ditemani saja.

“Nanti Mas bantu. Sekarang Mas ingin ditemani kamu saja dik sayang. Apa tidak boleh,” Mas In...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp6.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
My Husband
Anisah Ani06
Cerpen
Bronze
Janji Manis Penguasa dan Caleg
Yovinus
Cerpen
Lost In Translation (Karena kamus saja tidak cukup)
Lada Ungu
Cerpen
Rumah-ku
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Melawan Dunia
Geovania Loppies
Cerpen
Bronze
Matahari Kembar di Langit Bruistagi
Sri Wintala Achmad
Cerpen
Bronze
Sengkolo
Nisa Dewi Kartika
Cerpen
Bronze
"Puss. . . Meong. . . "
Izzatunnisa Galih
Cerpen
Influencer Istana
zain zuha
Cerpen
Bronze
DIANTARA DETAK DAN DIAM
JI
Cerpen
Cerita Calon Koruptor
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Bronze
INSULIN
Yasin Yusuf
Cerpen
Telepon Iseng!
Noer Eka
Cerpen
Bronze
Rambut Merah Ceri
Red Cherry
Cerpen
Bronze
Keajaiban Dokter Risna
Syaa Ja
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
My Husband
Anisah Ani06
Flash
Sisi Berbeda
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Gerimis yang Menemani
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Naluri Diskon
Anisah Ani06
Flash
Untuk Mu yang Ku Rindu
Anisah Ani06
Flash
Mengingat Luka
Anisah Ani06
Flash
Jalan Mimpi
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Hujan Rintik-Rintik
Anisah Ani06
Flash
Riana -Perkenalan- eps 1
Anisah Ani06
Flash
Bronze
SEDAYU, Di Sore Hari
Anisah Ani06
Novel
The World Of The Twins
Anisah Ani06
Skrip Film
Lamar Hati (Script)
Anisah Ani06
Flash
Gagal Nonton
Anisah Ani06
Flash
Terikat Oleh Waktu
Anisah Ani06
Flash
Bronze
Sengaja Mengaku
Anisah Ani06