Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Musim Gugur
0
Suka
2,832
Dibaca

Musim Gugur

Ryunosuke Akutagawa

Nobu-ko seorang gadis sangat cantik dan berbakat. Ia menerima pendidikan sangat baik, dan di usia yang cukup muda telah masuk universitas khusus perempuan. Bahkan sebelum lulus, ia telah menyelesaikan sebuah novel otobiografi setebal lebih dari dua ratus halaman, yang banyak dibicarakan dan dipuji oleh teman-teman dan pengagumnya. Oleh karena itu, semua orang meramalkan masa depan yang sangat cemerlang baginya sebagai seorang penulis dan novelis yang sukses.

Namun ketika Nobu-ko lulus dari universitasnya, ia mendapati bahwa urusan keluarganya tidak memberinya kebebasan yang diinginkannya untuk mengikuti dan mengembangkan bakatnya di bidang ini, karena ibunya yang miskin dan janda dengan penghasilan pas-pasan adalah satu-satunya penopang hidupnya dan adik perempuannya.

Gadis yang lebih muda, Teru-ko, masih bersekolah di SMA khusus perempuan. Oleh karena itu, Nobu-ko perlu memutuskan soal pernikahan sebelum mulai menulis novel.

Ia memiliki seorang sepupu bernama Shunkichi, yang saat itu merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sastra, dan harapan masa depannya juga terletak pada menjadi seorang penulis. Karena memiliki hubungan keluarga, mereka saling mengenal sejak kecil, dan karena keduanya tertarik pada subjek yang sama, dan dapat mendiskusikan sastra bersama, tentu saja keakraban mereka semakin meningkat setelah mereka dewasa. Namun selera mereka berbeda. Nobu-ko agak mengagumi aliran sastra baru, tetapi pemuda itu kurang toleran terhadap apa yang disebutnya "sastra baru" seperti drama problematik karya Ibsen dan lainnya yang cukup populer saat itu. Ia cenderung berbicara secara satir tentang jenis sastra ini,—mungkin kritiknya dipengaruhi oleh studinya tentang sastra Prancis. Sikap satir Shunkichi ini sering membuat Nobu-ko jengkel, karena ia menganggap segala sesuatu dengan cukup serius. Tetapi meskipun terkadang kejengkelannya hampir tak tertahankan ketika mendengarkannya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak menemukan sesuatu dalam sinisme dan aforismenya yang sangat menggugah hatinya.

Selama masa sekolahnya, ia sering pergi ke konser dan pameran bersama Shunkichi, dan hampir selalu ia mengajak adik perempuannya, Teru-ko. Saat pergi atau pulang dari hiburan tersebut, mereka berdua akan mengobrol dan tertawa bersama dengan sangat bebas. Namun, jarang sekali adik perempuannya dilibatkan dalam percakapan mereka, dan dengan senang hati ia ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
18 Hours
Cho Sheila
Skrip Film
K: Kisah, Cinta & Kita
Vivin Aprilia
Skrip Film
Roti Lapis: The Story of Mbak-Mbak SCBD
layarkata
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Novel
Kamu
MS Wijaya
Novel
Bronze
Virgo
Chelsea Harinda Putri
Komik
Bronze
Roti dan Selai
Severus Suryo Wicaksono
Skrip Film
Ghosting - A love story
Abdurrahman Frengki Abas
Skrip Film
Bukti&Bakti
Tryztania aurora de viola
Cerpen
Bronze
Tiga Rangkai Hujan
Rosi Ochiemuh
Cerpen
Tragically Yours
Reni Refita
Novel
SMA Marsh: Lady Xen Franciska
Fadila Nur Latifah
Novel
SOJU
aicxyx
Novel
Bronze
Rawan
Eko Hartono
Skrip Film
Rise
Annida Yasti Sari
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Burung Ayam Ayam
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karya Ambrosr Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Iblis di Menara Lonceng, Edgar Allan Poe penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Cerita Sejam
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sekali Peristiwa di Jembatan Owl Creek
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karta Ambrose Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Batu Batu Lapar Rabindranath Tagore ; penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Lembah Berhantu
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Halusinasi Staley Fleming. Cerpen Ambrose Bierce. Penerjemah: Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Takutlah pada orang yang takut padamu
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jenny
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kucing di tengah Hujan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kebangkitan
Ahmad Muhaimin