Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Musim Gugur
0
Suka
8,770
Dibaca

Musim Gugur

Ryunosuke Akutagawa

Nobu-ko seorang gadis sangat cantik dan berbakat. Ia menerima pendidikan sangat baik, dan di usia yang cukup muda telah masuk universitas khusus perempuan. Bahkan sebelum lulus, ia telah menyelesaikan sebuah novel otobiografi setebal lebih dari dua ratus halaman, yang banyak dibicarakan dan dipuji oleh teman-teman dan pengagumnya. Oleh karena itu, semua orang meramalkan masa depan yang sangat cemerlang baginya sebagai seorang penulis dan novelis yang sukses.

Namun ketika Nobu-ko lulus dari universitasnya, ia mendapati bahwa urusan keluarganya tidak memberinya kebebasan yang diinginkannya untuk mengikuti dan mengembangkan bakatnya di bidang ini, karena ibunya yang miskin dan janda dengan penghasilan pas-pasan adalah satu-satunya penopang hidupnya dan adik perempuannya.

Gadis yang lebih muda, Teru-ko, masih bersekolah di SMA khusus perempuan. Oleh karena itu, Nobu-ko perlu memutuskan soal pernikahan sebelum mulai menulis novel.

Ia memiliki seorang sepupu bernama Shunkichi, yang saat itu merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sastra, dan harapan masa depannya juga terletak pada menjadi seorang penulis. Karena memiliki hubungan keluarga, mereka saling mengenal sejak kecil, dan karena keduanya tertarik pada subjek yang sama, dan dapat mendiskusikan sastra bersama, tentu saja keakraban mereka semakin meningkat setelah mereka dewasa. Namun selera mereka berbeda. Nobu-ko agak mengagumi aliran sastra baru, tetapi pemuda itu kurang toleran terhadap apa yang disebutnya "sastra baru" seperti drama problematik karya Ibsen dan lainnya yang cukup populer saat itu. Ia cenderung berbicara secara satir tentang jenis sastra ini,—mungkin kritiknya dipengaruhi oleh studinya tentang sastra Prancis. Sikap satir Shunkichi ini sering membuat Nobu-ko jengkel, karena ia menganggap segala sesuatu dengan cukup serius. Tetapi meskipun terkadang kejengkelannya hampir tak tertahankan ketika mendengarkannya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak menemukan sesuatu dalam sinisme dan aforismenya yang sangat menggugah hatinya.

Selama masa sekolahnya, ia sering pergi ke konser dan pameran bersama Shunkichi, dan hampir selalu ia mengajak adik perempuannya, Teru-ko. Saat pergi atau pulang dari hiburan tersebut, mereka berdua akan mengobrol dan tertawa bersama dengan sangat bebas. Namun, jarang sekali adik perempuannya dilibatkan dalam percakapan mereka, dan dengan senang hati ia ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Skrip Film
Ketulusan
Adhi Saputra Batubara
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Modiii@R!!!
Haris Fadilah Hryadi
Novel
Bronze
Kilatan Api di Langit Biru
Hargo Trapsilo
Novel
Aku Tidak Sedang Menulis Cerita Ini Saat Ia Tertembak Kepalanya
Restu Ashari Putra
Novel
Perjaka Magrib ~Novel~
Herman Sim
Novel
Puisi dari army untuk army
Ainun Zakiyah
Novel
[FAKE] IDOL
Diva Amane
Flash
Kucing Pencuri
Ilestavan
Novel
Bronze
Yang Terbuang
silvi budiyanti
Flash
Beban Orang Tua
Sathya Vahini
Flash
Bronze
Pelukan Tahanan
Silvarani
Skrip Film
It's Not Easy to be A Single Dad
Amalina septiani
Cerpen
Bronze
Tsunami di Sumani
Andre Donas
Novel
L/R
Fani Fujisaki
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karya Ambrosr Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Pesan Sang Kaisar
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan buah anggur
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Seorang Sultan yang menjadi debu
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Orang Buta dan Ular
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Rapunzel
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jenny
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan Topeng
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Singa dan Tikus
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Seseorang Yang Tinggal di Pemakaman Gereja; M.R.James; penerjemah : Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Minoatur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Lelaki dan Ular
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Prometheus, Franz Kafka; penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karta Ambrose Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin