Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Musim Gugur
0
Suka
3,435
Dibaca

Musim Gugur

Ryunosuke Akutagawa

Nobu-ko seorang gadis sangat cantik dan berbakat. Ia menerima pendidikan sangat baik, dan di usia yang cukup muda telah masuk universitas khusus perempuan. Bahkan sebelum lulus, ia telah menyelesaikan sebuah novel otobiografi setebal lebih dari dua ratus halaman, yang banyak dibicarakan dan dipuji oleh teman-teman dan pengagumnya. Oleh karena itu, semua orang meramalkan masa depan yang sangat cemerlang baginya sebagai seorang penulis dan novelis yang sukses.

Namun ketika Nobu-ko lulus dari universitasnya, ia mendapati bahwa urusan keluarganya tidak memberinya kebebasan yang diinginkannya untuk mengikuti dan mengembangkan bakatnya di bidang ini, karena ibunya yang miskin dan janda dengan penghasilan pas-pasan adalah satu-satunya penopang hidupnya dan adik perempuannya.

Gadis yang lebih muda, Teru-ko, masih bersekolah di SMA khusus perempuan. Oleh karena itu, Nobu-ko perlu memutuskan soal pernikahan sebelum mulai menulis novel.

Ia memiliki seorang sepupu bernama Shunkichi, yang saat itu merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sastra, dan harapan masa depannya juga terletak pada menjadi seorang penulis. Karena memiliki hubungan keluarga, mereka saling mengenal sejak kecil, dan karena keduanya tertarik pada subjek yang sama, dan dapat mendiskusikan sastra bersama, tentu saja keakraban mereka semakin meningkat setelah mereka dewasa. Namun selera mereka berbeda. Nobu-ko agak mengagumi aliran sastra baru, tetapi pemuda itu kurang toleran terhadap apa yang disebutnya "sastra baru" seperti drama problematik karya Ibsen dan lainnya yang cukup populer saat itu. Ia cenderung berbicara secara satir tentang jenis sastra ini,—mungkin kritiknya dipengaruhi oleh studinya tentang sastra Prancis. Sikap satir Shunkichi ini sering membuat Nobu-ko jengkel, karena ia menganggap segala sesuatu dengan cukup serius. Tetapi meskipun terkadang kejengkelannya hampir tak tertahankan ketika mendengarkannya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak menemukan sesuatu dalam sinisme dan aforismenya yang sangat menggugah hatinya.

Selama masa sekolahnya, ia sering pergi ke konser dan pameran bersama Shunkichi, dan hampir selalu ia mengajak adik perempuannya, Teru-ko. Saat pergi atau pulang dari hiburan tersebut, mereka berdua akan mengobrol dan tertawa bersama dengan sangat bebas. Namun, jarang sekali adik perempuannya dilibatkan dalam percakapan mereka, dan dengan senang hati ia ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Novel
Surat terakhir sebelum mati
muhamad zaid
Novel
Bronze
Menjahit Retak di Langit-Langit
Prasetya Catur Nugraha
Flash
TERISOLASI
zae_suk
Flash
Hanya Angin yang Datang
Sulistiyo Suparno
Skrip Film
Between two options
Rahmawati
Cerpen
Bronze
Payung Merah Terakhir
Sang Ghania
Novel
Bronze
Pohon Imajinasi
Janeeta Mz
Novel
Sayangku, Rena
Yusrina Imaniar
Skrip Film
Buku Catatan Papa (Script)
Jaydee
Flash
Bronze
MONOCHROME
Lucia Triwulan Yuniestri
Flash
TANGISAN PENA
Bie Farida
Skrip Film
Bintang Jatuh
Steven Tjahyadi
Skrip Film
(Bukan) Mimpi Buruk
diannafi
Flash
Sehari Empat Ribu
Martha Z. ElKutuby
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Prometheus, Franz Kafka; penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Biji Delima
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kalung
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Cerita Satu Sejam
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
si ayam jago dan permata
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Badai Salju
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Istana Kirke
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Singa dan Tikus
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan buah anggur
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Lilin Merah Tua
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Duel Zodomirsky
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Hidung
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
unicorn di taman
Ahmad Muhaimin