Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Musim Gugur
0
Suka
5,148
Dibaca

Musim Gugur

Ryunosuke Akutagawa

Nobu-ko seorang gadis sangat cantik dan berbakat. Ia menerima pendidikan sangat baik, dan di usia yang cukup muda telah masuk universitas khusus perempuan. Bahkan sebelum lulus, ia telah menyelesaikan sebuah novel otobiografi setebal lebih dari dua ratus halaman, yang banyak dibicarakan dan dipuji oleh teman-teman dan pengagumnya. Oleh karena itu, semua orang meramalkan masa depan yang sangat cemerlang baginya sebagai seorang penulis dan novelis yang sukses.

Namun ketika Nobu-ko lulus dari universitasnya, ia mendapati bahwa urusan keluarganya tidak memberinya kebebasan yang diinginkannya untuk mengikuti dan mengembangkan bakatnya di bidang ini, karena ibunya yang miskin dan janda dengan penghasilan pas-pasan adalah satu-satunya penopang hidupnya dan adik perempuannya.

Gadis yang lebih muda, Teru-ko, masih bersekolah di SMA khusus perempuan. Oleh karena itu, Nobu-ko perlu memutuskan soal pernikahan sebelum mulai menulis novel.

Ia memiliki seorang sepupu bernama Shunkichi, yang saat itu merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sastra, dan harapan masa depannya juga terletak pada menjadi seorang penulis. Karena memiliki hubungan keluarga, mereka saling mengenal sejak kecil, dan karena keduanya tertarik pada subjek yang sama, dan dapat mendiskusikan sastra bersama, tentu saja keakraban mereka semakin meningkat setelah mereka dewasa. Namun selera mereka berbeda. Nobu-ko agak mengagumi aliran sastra baru, tetapi pemuda itu kurang toleran terhadap apa yang disebutnya "sastra baru" seperti drama problematik karya Ibsen dan lainnya yang cukup populer saat itu. Ia cenderung berbicara secara satir tentang jenis sastra ini,—mungkin kritiknya dipengaruhi oleh studinya tentang sastra Prancis. Sikap satir Shunkichi ini sering membuat Nobu-ko jengkel, karena ia menganggap segala sesuatu dengan cukup serius. Tetapi meskipun terkadang kejengkelannya hampir tak tertahankan ketika mendengarkannya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak menemukan sesuatu dalam sinisme dan aforismenya yang sangat menggugah hatinya.

Selama masa sekolahnya, ia sering pergi ke konser dan pameran bersama Shunkichi, dan hampir selalu ia mengajak adik perempuannya, Teru-ko. Saat pergi atau pulang dari hiburan tersebut, mereka berdua akan mengobrol dan tertawa bersama dengan sangat bebas. Namun, jarang sekali adik perempuannya dilibatkan dalam percakapan mereka, dan dengan senang hati ia ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
jika rindu salah haruskah menyerah (?)
Nia Kurniasih
Skrip Film
I Will Always... (Script)
Wildan Ravi
Flash
Ibu Setengah Hari
Binar Bestari
Flash
REKAYASA
Reiga Sanskara
Novel
An Yan sheng ping
Flower
Novel
Sepotong Kisah Mei Lien
Sylvia Damayanti
Novel
Perempuan yang Melintasi Waktu dengan Luka
Aldi A.
Novel
I Hate You
Desi Restiana A
Novel
Bronze
Air Mata yang Telah Mengering
Dewi Hastuti
Novel
BIANGLALA
SAKHA ZENN
Novel
Bronze
Sang Primadona
R.J. Agathias
Skrip Film
i want you to be fine (Script)
imajihari
Flash
Little Boy #01
Tanti Ardiana
Flash
Ombak Luka yang Tak Surut
Rahmi Azzura
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Istana Kirke
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Biji Delima
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Burung Ayam Ayam
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kesa dan Morito, Akutagawa Ryunosuke
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Cerita Sejam
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Tuhan Melihat, Tetapi Menunggu
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Boots di Penginapan Holly-Tree
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Hidung
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Tsar Muda; Leo Tolstoy; Penerjemah Ahmad Muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Ketukan di Gerbang Manor. Franz Kafka. Penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Rapunzel
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Pemakaman Jhon Mortonson karta Ambrose Bierce penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Musang; Leo Tolstoy
Ahmad Muhaimin