Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Musim Gugur
0
Suka
4,477
Dibaca

Musim Gugur

Ryunosuke Akutagawa

Nobu-ko seorang gadis sangat cantik dan berbakat. Ia menerima pendidikan sangat baik, dan di usia yang cukup muda telah masuk universitas khusus perempuan. Bahkan sebelum lulus, ia telah menyelesaikan sebuah novel otobiografi setebal lebih dari dua ratus halaman, yang banyak dibicarakan dan dipuji oleh teman-teman dan pengagumnya. Oleh karena itu, semua orang meramalkan masa depan yang sangat cemerlang baginya sebagai seorang penulis dan novelis yang sukses.

Namun ketika Nobu-ko lulus dari universitasnya, ia mendapati bahwa urusan keluarganya tidak memberinya kebebasan yang diinginkannya untuk mengikuti dan mengembangkan bakatnya di bidang ini, karena ibunya yang miskin dan janda dengan penghasilan pas-pasan adalah satu-satunya penopang hidupnya dan adik perempuannya.

Gadis yang lebih muda, Teru-ko, masih bersekolah di SMA khusus perempuan. Oleh karena itu, Nobu-ko perlu memutuskan soal pernikahan sebelum mulai menulis novel.

Ia memiliki seorang sepupu bernama Shunkichi, yang saat itu merupakan mahasiswa di sebuah perguruan tinggi sastra, dan harapan masa depannya juga terletak pada menjadi seorang penulis. Karena memiliki hubungan keluarga, mereka saling mengenal sejak kecil, dan karena keduanya tertarik pada subjek yang sama, dan dapat mendiskusikan sastra bersama, tentu saja keakraban mereka semakin meningkat setelah mereka dewasa. Namun selera mereka berbeda. Nobu-ko agak mengagumi aliran sastra baru, tetapi pemuda itu kurang toleran terhadap apa yang disebutnya "sastra baru" seperti drama problematik karya Ibsen dan lainnya yang cukup populer saat itu. Ia cenderung berbicara secara satir tentang jenis sastra ini,—mungkin kritiknya dipengaruhi oleh studinya tentang sastra Prancis. Sikap satir Shunkichi ini sering membuat Nobu-ko jengkel, karena ia menganggap segala sesuatu dengan cukup serius. Tetapi meskipun terkadang kejengkelannya hampir tak tertahankan ketika mendengarkannya, ia tidak dapat menahan diri untuk tidak menemukan sesuatu dalam sinisme dan aforismenya yang sangat menggugah hatinya.

Selama masa sekolahnya, ia sering pergi ke konser dan pameran bersama Shunkichi, dan hampir selalu ia mengajak adik perempuannya, Teru-ko. Saat pergi atau pulang dari hiburan tersebut, mereka berdua akan mengobrol dan tertawa bersama dengan sangat bebas. Namun, jarang sekali adik perempuannya dilibatkan dalam percakapan mereka, dan dengan senang hati ia ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
The Last Future
Lyn Celine
Novel
Bronze
Tarian Pelangi
Enang Rokajat Asura
Novel
My 2D Prince
Sinta Yudisia
Cerpen
Ditolak
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Novel
Bronze
Putih Polos Avicenna
Ravistara
Novel
Gold
KKPK Hidden, Gadis Tersembunyi
Mizan Publishing
Novel
Bronze
Memang Jodoh
Imajinasiku
Novel
Bronze
Celengan Rindu
Bisma Lucky Narendra
Novel
ENTANGLED In Delusion Love
Disha Kei
Skrip Film
When You are Grade 12
Atmara
Novel
Gold
Jatuh Cinta ke Angkasa
Mizan Publishing
Komik
More Than Love
Yunita Islamiati
Skrip Film
ANTING KIRI (SCRIPT)
Mario Matutu
Skrip Film
Surat dari Laut
Cahaya Muslim Prima Syam
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
La Lupa;
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Biji Delima
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Burung Nasar dan Burung Layang-Layang
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
si ayam jago dan permata
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Tungku Besar
Ahmad Muhaimin
Flash
Perahu
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Cerita Sejam
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Ketukan di Gerbang Manor. Franz Kafka. Penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Perempuan yang Tidak Bisa Menjahit
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
unicorn di taman
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Prometheus, Franz Kafka; penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah Muda dan Ibunya
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Dua Petani
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jenny
Ahmad Muhaimin