Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Mukini & Mukidi
48
Suka
9,416
Dibaca

 Kami tidak pernah bermusuhan. Sekali lagi, kami tidak pernah bermusuhan dan malah sebaliknya, kami tetangga yang (sepertinya) memiliki hubungan baik. Mereka tinggal berseberangan dengan keluarga kami, hanya terpisah gang selebar tak lebih dari tiga meter dari pekarangan rumah kami.

“Berangkat, Mbak Dina? Hati-hati lho di jalan. Oya, Mbak ... itu jilbabnya bagus, beli di mana?”

Dari jilbab, bedak, sampai motor yang habis dicuci tampak kinclong, selalu dikomentari oleh Si Ibu. Aku biasanya hanya diam-diam mengamati saja, seperti saat Si Ibu menyapa Dina, adikku pagi itu. Si Ibu ini memang sangat supel, nyaris cerewet. Kalau orang Jawa bilangnya grapyak, semanak. Tetapi ya itu, yang disapa adalah kakak atau adik perempuanku. Kalau bertemu denganku jarang mau ngobrol dan paling hanya, “Mari Mas ...” dengan pandangan tak berani menatap ke arah mataku.

Jadi begini, kami sekeluarga lebih dulu tinggal di kampung ini, sebut saja Kampung Ludira Inggil (bukan nama sebenarnya), di sudut Kota Solo. Bertahun-tahun kami tinggal, hidup berjalan baik-baik saja. Adalah satu dua tetangga yang reseh dan suka mempergunjingkan kami, tapi tidak pernah kami pikirkan dan kami anggap hal biasa. Semua orang menggunjingkan semua orang adalah konsep hidup di Indonesia sejak lama.

Rumahku ini sebenarnya enak, karena meskipun berada di gang yang tak lebar, tetapi tetangga depan rumahku itu membangun rumah dengan posisi memunggungi rumah kami. Jadi yang berada di depan rumah kami adalah bagian belakang rumah mereka, lengkap dengan pintu belakangnya. Enak, karena tidak terlalu ramai. Mereka memilih bagian depan rumah menghadap ke jalan raya, sip! Tetangga depan rumah ini bagian belakang rumahnya terdapat satu kamar kosong. Kamar yang tepat berada di depan pekarangan rumah kami inilah yang kemudian dikoskan. Hanya satu kamar dengan kamar mandi di dal...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (26)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Mukini & Mukidi
Ariyanto
Cerpen
Fotografer Dadakan Yang Jatuh Hati Diam-Diam
cahyo laras
Cerpen
Manusia-Manusia Ruwet
Aput Setiana
Cerpen
Bronze
Kopi 6
syaifulloh
Flash
Gabut!!
Aurelia Joelyn Angdri
Komik
Bronze
KEMBAR SIAL
Agam Nasrulloh
Komik
Bronze
Personal Inverse
Fahmi Maulana
Cerpen
Pitak Di Kepala Suami
cahyo laras
Flash
Bronze
The End of Joni Oblong
DMRamdhan
Flash
Mencari Kacamata
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
Purnama di atap rumahku
Desy Sadiyah Amini
Flash
Bronze
Malang pertamanya
Reda Rendha Deviasri
Cerpen
Bronze
Menjadi Madu Mafia Kurang Akal
Yona Elia Pratiwi
Komik
Bronze
AFTER MARRIAGE
Agam Nasrulloh
Cerpen
Kossan Angker vs Tekanan Finansial
cahyo laras
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Mukini & Mukidi
Ariyanto
Novel
Tabu di Tanah Tuba
Ariyanto
Cerpen
Bronze
Gretta Si Nenek Sihir
Ariyanto
Novel
Kisah Penyap dari Rimbun Bambu di Belakang Taubah
Ariyanto
Novel
Bronze
Rahasia Rasri
Ariyanto
Novel
TIGA DHARMA MENGEJAR CAHAYA
Ariyanto
Novel
Pabrik Bahagia
Ariyanto
Novel
Bronze
Sepatu untuk Jenderal
Ariyanto
Flash
Sugeng Jatuh Cinta
Ariyanto