Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Komedi
Bronze
Mukini & Mukidi
48
Suka
13,274
Dibaca

 Kami tidak pernah bermusuhan. Sekali lagi, kami tidak pernah bermusuhan dan malah sebaliknya, kami tetangga yang (sepertinya) memiliki hubungan baik. Mereka tinggal berseberangan dengan keluarga kami, hanya terpisah gang selebar tak lebih dari tiga meter dari pekarangan rumah kami.

“Berangkat, Mbak Dina? Hati-hati lho di jalan. Oya, Mbak ... itu jilbabnya bagus, beli di mana?”

Dari jilbab, bedak, sampai motor yang habis dicuci tampak kinclong, selalu dikomentari oleh Si Ibu. Aku biasanya hanya diam-diam mengamati saja, seperti saat Si Ibu menyapa Dina, adikku pagi itu. Si Ibu ini memang sangat supel, nyaris cerewet. Kalau orang Jawa bilangnya grapyak, semanak. Tetapi ya itu, yang disapa adalah kakak atau adik perempuanku. Kalau bertemu denganku jarang mau ngobrol dan paling hanya, “Mari Mas ...” dengan pandangan tak berani menatap ke arah mataku.

Jadi begini, kami sekeluarga lebih dulu tinggal di kampung ini, sebut saja Kampung Ludira Inggil (bukan nama sebenarnya), di sudut Kota Solo. Bertahun-tahun kami tinggal, hidup berjalan baik-baik saja. Adalah satu dua tetangga yang reseh dan suka mempergunjingkan kami, tapi tidak pernah kami pikirkan dan kami anggap hal biasa. Semua orang menggunjingkan semua orang adalah konsep hidup di Indonesia sejak lama.

Rumahku ini sebenarnya enak, karena meskipun berada di gang yang tak lebar, tetapi tetangga depan rumahku itu membangun rumah dengan posisi memunggungi rumah kami. Jadi yang berada di depan rumah kami adalah bagian belakang rumah mereka, lengkap dengan pintu belakangnya. Enak, karena tidak terlalu ramai. Mereka memilih bagian depan rumah menghadap ke jalan raya, sip! Tetangga depan rumah ini bagian belakang rumahnya terdapat satu kamar kosong. Kamar yang tepat berada di depan pekarangan rumah kami inilah yang kemudian dikoskan. Hanya satu kamar dengan kamar mandi di dal...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (26)
Rekomendasi dari Komedi
Cerpen
Bronze
Mukini & Mukidi
Ariyanto
Flash
Bronze
Kondom Itu Apa Yan?
Abdi Husairi Nasution
Flash
President Suite
𝔧 𝔞 𝔫 𝔱 𝔢 .
Flash
Bronze
manis manis manja
Okhie vellino erianto
Cerpen
Lolos Tilang, Harga Diri Hilang
cahyo laras
Flash
Keran
Mata Panda
Flash
Surat dari Masa Depan
Penulis N
Cerpen
Kisah Maling yang Tolol
Muhammad Ilfan Zulfani
Cerpen
Bronze
KOSAN ANGKASA: MISI SELAMATKAN UANG JAJAN
Muhamad nurramadhan jamal
Cerpen
LITTLE UNA
I | N
Flash
Bronze
Pilot
YK-Andriyana-RBD
Cerpen
Kisah para penghuni rumah tua (Bagian 1 : Ide Baru)
Lisa Nur Hikmawati
Flash
Bronze
Siap, Noted, Pak!
Reyan Bewinda
Flash
Bronze
An-Je-Lo (Antar Jemput Lontong Sate)
Sunarti
Cerpen
Renang Yang Tidak Menyenangkan
cahyo laras
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Mukini & Mukidi
Ariyanto
Novel
Pabrik Bahagia
Ariyanto
Novel
Tabu di Tanah Tuba
Ariyanto
Novel
Rahasia Rasri
Ariyanto
Novel
Bronze
Sepatu untuk Jenderal
Ariyanto
Novel
PULANG KE SOLO, DAN KISAH-KISAH TENTANG POLITIK KEMALANGAN
Ariyanto
Flash
Sugeng Jatuh Cinta
Ariyanto
Cerpen
Bronze
Gretta Si Nenek Sihir
Ariyanto
Novel
TIGA DHARMA MENGEJAR CAHAYA
Ariyanto