Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Aksi
Bronze
Minoatur
0
Suka
4,049
Dibaca

Minotaur

Nathaniel Hawthorne

Di kota tua Troezene, di kaki gunung yang tinggi, hiduplah, dahulu kala, seorang anak lelaki kecil bernama Theseus. Kakeknya, Raja Pittheus, adalah penguasa negara itu, dan dianggap sebagai orang yang sangat bijaksana; sehingga Theseus, yang dibesarkan di istana kerajaan, dan secara alami merupakan anak yang cerdas, hampir pasti mendapat manfaat dari ajaran raja tua itu. Nama ibunya adalah Aethra. Adapun ayahnya, anak laki-laki itu belum pernah melihatnya. Tetapi, sejak ingatannya yang paling awal, Aethra biasa pergi bersama Theseus kecil ke hutan, dan duduk di atas batu yang ditumbuhi lumut, yang terbenam dalam di tanah. Di sana ia sering berbicara dengan putranya tentang ayahnya, dan mengatakan bahwa ayahnya bernama Aegeus, dan beliau seorang raja besar, dan memerintah Attica, dan tinggal di Athena, yang merupakan kota yang terkenal seperti kota-kota lain di dunia. Theseus sangat senang mendengar tentang Raja Aegeus, dan sering bertanya kepada ibunya yang baik, Aethra, mengapa ia tidak datang dan tinggal bersama mereka di Trœzene.

"Ah, anakku sayang," jawab Aethra sambil mendesah, "seorang raja memiliki rakyat yang harus diurus. Para lelaki dan perempuan yang diperintahnya sama seperti anak-anak baginya; dan ia jarang punya waktu luang untuk menyayangi anak-anaknya sendiri seperti orang tua lainnya. Ayahmu tidak akan pernah bisa meninggalkan kerajaannya demi menemui putra kecilnya."

"Baiklah, tetapi, Ibu tersayang," tanya anak laki-laki itu, "mengapa aku tidak boleh pergi ke kota Athena yang terkenal ini, dan memberi tahu Raja Aegeus bahwa aku adalah putranya?"

"Itu mungkin akan terjadi nanti," kata Aethra. "Bersabarlah, dan kita akan lihat. Kau belum cukup besar dan kuat untuk memulai tugas seperti itu."

"Dan kapan aku akan cukup kuat?" Theseus terus bertanya.

"Kamu masih bayi kecil," jawab ibunya. "Coba angkat batu tempat kita duduk ini?"

Anak kecil itu sangat percaya diri dengan kekuatannya sendiri. Jadi, sambil mencengkeram tonjolan kasar batu itu, dia menarik dan mengerahkan seluruh tenaganya, hingga kehabisan napas, tanpa mampu menggerakkan batu berat itu. Batu itu tampak tertanam di tanah. Tidak heran dia tidak bisa memindahkannya; karena dibutuhkan seluruh kekuatan seorang lelaki yang sangat kuat untuk mengangkatnya dari tempatnya di dalam tanah.

Ibunya berdiri mengamati, dengan senyum sedih di bibir dan matanya, menyaksikan usaha gigih namun sia-sia dari putranya yang masih kecil. Ia tak kuasa menahan kesedihan melihat putranya begitu tak sabar untuk memulai petualangannya di dunia.

"Kau lihat sendiri, Theseus sayangku," katanya. "Kau harus memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari sekarang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Cerpen
Bronze
Minoatur
Ahmad Muhaimin
Novel
Apsara
Ghozy Ihsasul Huda
Cerpen
Bronze
Guru Pagar Integritas
Muhammad Ari Pratomo
Flash
Bronze
Desa Istri
Silvarani
Novel
KEDOK GEMBONG
Hernika Patmawati
Novel
BUKAN CERITA CINDERELLA
memia
Flash
Bronze
JIKA MOTOR BISA NGOMONG..
Shabrina Farha Nisa
Novel
VLINDER
Yohanna Claude
Skrip Film
Tanah Yang Dijanjikan
Yorandy Milan Soraga
Cerpen
Misteri Dunia
Erlani Puspita
Flash
Bronze
Desa Naga Kayu
Silvarani
Flash
Reverse #2 : Mata
Yesno S
Cerpen
Bronze
JUM WANGI
Rayasa Kherta
Novel
Ea88sports
EA88SPORTS
Skrip Film
FILM TERAKHIR?
Ferdiagus Rudi Junaedi
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Minoatur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sang Paus Iblis karya Richard Garnett
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Beruang Besar; Leo Tolstoy
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Mawar untuk Emily karya William Faulkner penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sesosok Hantu karya Guy de Maupassant penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Musang; Leo Tolstoy
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
unicorn di taman
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Marmoset karya Clarice Lispector penerjemah ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah Muda dan Ibunya
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan Topeng
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kesa dan Morito, Akutagawa Ryunosuke
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Burung Ayam Ayam
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Tungku Besar
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Istana Kirke
Ahmad Muhaimin