Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Aksi
Bronze
Minoatur
0
Suka
3,453
Dibaca

Minotaur

Nathaniel Hawthorne

Di kota tua Troezene, di kaki gunung yang tinggi, hiduplah, dahulu kala, seorang anak lelaki kecil bernama Theseus. Kakeknya, Raja Pittheus, adalah penguasa negara itu, dan dianggap sebagai orang yang sangat bijaksana; sehingga Theseus, yang dibesarkan di istana kerajaan, dan secara alami merupakan anak yang cerdas, hampir pasti mendapat manfaat dari ajaran raja tua itu. Nama ibunya adalah Aethra. Adapun ayahnya, anak laki-laki itu belum pernah melihatnya. Tetapi, sejak ingatannya yang paling awal, Aethra biasa pergi bersama Theseus kecil ke hutan, dan duduk di atas batu yang ditumbuhi lumut, yang terbenam dalam di tanah. Di sana ia sering berbicara dengan putranya tentang ayahnya, dan mengatakan bahwa ayahnya bernama Aegeus, dan beliau seorang raja besar, dan memerintah Attica, dan tinggal di Athena, yang merupakan kota yang terkenal seperti kota-kota lain di dunia. Theseus sangat senang mendengar tentang Raja Aegeus, dan sering bertanya kepada ibunya yang baik, Aethra, mengapa ia tidak datang dan tinggal bersama mereka di Trœzene.

"Ah, anakku sayang," jawab Aethra sambil mendesah, "seorang raja memiliki rakyat yang harus diurus. Para lelaki dan perempuan yang diperintahnya sama seperti anak-anak baginya; dan ia jarang punya waktu luang untuk menyayangi anak-anaknya sendiri seperti orang tua lainnya. Ayahmu tidak akan pernah bisa meninggalkan kerajaannya demi menemui putra kecilnya."

"Baiklah, tetapi, Ibu tersayang," tanya anak laki-laki itu, "mengapa aku tidak boleh pergi ke kota Athena yang terkenal ini, dan memberi tahu Raja Aegeus bahwa aku adalah putranya?"

"Itu mungkin akan terjadi nanti," kata Aethra. "Bersabarlah, dan kita akan lihat. Kau belum cukup besar dan kuat untuk memulai tugas seperti itu."

"Dan kapan aku akan cukup kuat?" Theseus terus bertanya.

"Kamu masih bayi kecil," jawab ibunya. "Coba angkat batu tempat kita duduk ini?"

Anak kecil itu sangat percaya diri dengan kekuatannya sendiri. Jadi, sambil mencengkeram tonjolan kasar batu itu, dia menarik dan mengerahkan seluruh tenaganya, hingga kehabisan napas, tanpa mampu menggerakkan batu berat itu. Batu itu tampak tertanam di tanah. Tidak heran dia tidak bisa memindahkannya; karena dibutuhkan seluruh kekuatan seorang lelaki yang sangat kuat untuk mengangkatnya dari tempatnya di dalam tanah.

Ibunya berdiri mengamati, dengan senyum sedih di bibir dan matanya, menyaksikan usaha gigih namun sia-sia dari putranya yang masih kecil. Ia tak kuasa menahan kesedihan melihat putranya begitu tak sabar untuk memulai petualangannya di dunia.

"Kau lihat sendiri, Theseus sayangku," katanya. "Kau harus memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari sekarang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Cerpen
Bronze
Minoatur
Ahmad Muhaimin
Flash
Reverse #2 : Mata
Yesno S
Novel
Gold
Magnus Chase and the Gods of Asgard
Noura Publishing
Flash
Bronze
SALAH PAHAM
sisibulan
Cerpen
Bronze
Kesatria Gelandangan
Syaras Qotimah
Cerpen
Bronze
Kebal Peluru
Sulistiyo Suparno
Cerpen
I Have Nothing
Yutanis
Novel
The Silent Librarian
Muhammad Amin Hambali
Novel
Bertahan di tengah langkah
Andhika Tulus Pratama
Cerpen
Bronze
Detik Penentu
Refy
Flash
Salah Terka
Iena_Mansur
Novel
Bronze
Asera Pulona Arua
Andi Muhammad Akbar
Cerpen
Bronze
Renkarnasi Vampir
zahro ikrima
Flash
Bronze
Oligarki Anfal di Kaki Eiffel
Silvarani
Novel
Langkah Awal Menuju Dunia
Andhika Tulus Pratama
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Minoatur
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Biji Delima
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sekali Peristiwa di Jembatan Owl Creek
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Tiga Seteru
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Ragnarok karya Jorge Luis Borges. Penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Iblis dan Tom Walker Washington Irving penerjemah : Ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kalung
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Katak dan Lembu
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Burung Merak, Burung Gagak, dan Kura-Kura
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Hidung
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Rubah dan Topeng
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Musim Gugur
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Lelaki Tua dan Kematian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Kebangkitan
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Bayangan
Ahmad Muhaimin