Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Aksi
Bronze
Minoatur
0
Suka
704
Dibaca

Minotaur

Nathaniel Hawthorne

Di kota tua Troezene, di kaki gunung yang tinggi, hiduplah, dahulu kala, seorang anak lelaki kecil bernama Theseus. Kakeknya, Raja Pittheus, adalah penguasa negara itu, dan dianggap sebagai orang yang sangat bijaksana; sehingga Theseus, yang dibesarkan di istana kerajaan, dan secara alami merupakan anak yang cerdas, hampir pasti mendapat manfaat dari ajaran raja tua itu. Nama ibunya adalah Aethra. Adapun ayahnya, anak laki-laki itu belum pernah melihatnya. Tetapi, sejak ingatannya yang paling awal, Aethra biasa pergi bersama Theseus kecil ke hutan, dan duduk di atas batu yang ditumbuhi lumut, yang terbenam dalam di tanah. Di sana ia sering berbicara dengan putranya tentang ayahnya, dan mengatakan bahwa ayahnya bernama Aegeus, dan beliau seorang raja besar, dan memerintah Attica, dan tinggal di Athena, yang merupakan kota yang terkenal seperti kota-kota lain di dunia. Theseus sangat senang mendengar tentang Raja Aegeus, dan sering bertanya kepada ibunya yang baik, Aethra, mengapa ia tidak datang dan tinggal bersama mereka di Trœzene.

"Ah, anakku sayang," jawab Aethra sambil mendesah, "seorang raja memiliki rakyat yang harus diurus. Para lelaki dan perempuan yang diperintahnya sama seperti anak-anak baginya; dan ia jarang punya waktu luang untuk menyayangi anak-anaknya sendiri seperti orang tua lainnya. Ayahmu tidak akan pernah bisa meninggalkan kerajaannya demi menemui putra kecilnya."

"Baiklah, tetapi, Ibu tersayang," tanya anak laki-laki itu, "mengapa aku tidak boleh pergi ke kota Athena yang terkenal ini, dan memberi tahu Raja Aegeus bahwa aku adalah putranya?"

"Itu mungkin akan terjadi nanti," kata Aethra. "Bersabarlah, dan kita akan lihat. Kau belum cukup besar dan kuat untuk memulai tugas seperti itu."

"Dan kapan aku akan cukup kuat?" Theseus terus bertanya.

"Kamu masih bayi kecil," jawab ibunya. "Coba angkat batu tempat kita duduk ini?"

Anak kecil itu sangat percaya diri dengan kekuatannya sendiri. Jadi, sambil mencengkeram tonjolan kasar batu itu, dia menarik dan mengerahkan seluruh tenaganya, hingga kehabisan napas, tanpa mampu menggerakkan batu berat itu. Batu itu tampak tertanam di tanah. Tidak heran dia tidak bisa memindahkannya; karena dibutuhkan seluruh kekuatan seorang lelaki yang sangat kuat untuk mengangkatnya dari tempatnya di dalam tanah.

Ibunya berdiri mengamati, dengan senyum sedih di bibir dan matanya, menyaksikan usaha gigih namun sia-sia dari putranya yang masih kecil. Ia tak kuasa menahan kesedihan melihat putranya begitu tak sabar untuk memulai petualangannya di dunia.

"Kau lihat sendiri, Theseus sayangku," katanya. "Kau harus memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari sekarang ...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp2.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Aksi
Cerpen
Bronze
Minoatur
Ahmad Muhaimin
Flash
Aku Bermimpi Memiliki Kekuatan Gatotkaca
winda aprillia
Cerpen
Bronze
SRIGALA BERDZIKIR DI AKHIR WAKTU
Ranang Aji SP
Flash
Bronze
Pisau Dapur
Diba Tesi Zalziyati
Flash
Bronze
Ragnarok karya Jorge Luis Borges. Penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
November di Kedai Usang
Lukitokarya
Flash
Percobaan 0306
Varenyni
Cerpen
Portal Utopia
zain zuha
Flash
Bronze
Tropis Membeku, Subtropis Terbakar
Karlia Za
Skrip Film
O2 (Our Own)
Ridar Kurnia Pratama
Flash
Pertunjukan Malam
Lebah Bergantung
Flash
Bronze
JIKA MOBIL BISA NGOMONG..
Shabrina Farha Nisa
Flash
Bronze
Azab Itu Sudah Tak Ada
Mukti Dwi Wahyu Rianto
Cerpen
Cahaya Aksara Dunia Maya
Adam Nazar Yasin
Flash
Perjalanan Ironi Ciptaan Kebanggaan.
Dinda Kusuma Ati
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Minoatur
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Ragnarok karya Jorge Luis Borges. Penerjemah : ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Musuh Tak Terkalahkan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Wajah Batu Besar
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Pak Tua Eckert karya Ambrose Bierce penerjemah: ahmad muhaimin
Ahmad Muhaimin
Flash
Perahu
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sekali Peristiwa di Jembatan Owl Creek
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Sepuluh Orang Indian
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Istana Kirke
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Unta dan tikus
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Cerita Satu Sejam
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Claude Gueux
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Boots di Penginapan Holly-Tree
Ahmad Muhaimin
Flash
Bronze
Setetes Hujan
Ahmad Muhaimin
Cerpen
Bronze
Jenny
Ahmad Muhaimin