Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Milan Kandung
0
Suka
1,427
Dibaca

Di puncak kejayaannya pada usia genap 42 tahun, Milan Kandung tiba-tiba saja mendapat sepucuk surat yang dikirim dari Panti Jompo Kenangan Kasih dengan nama pengirim Darsinem. Ia berpikir sepersekian menit di ruang kerjanya, mencoba mengingat apakah ia pernah memiliki kolega yang bernama Darsinem yang sekarang tinggal di salah satu panti jompo terbaik di kota sebelah. Yang Milan Kandung ingat, ia pernah ke panti jompo itu untuk suatu kegiatan bakti sosial dan memberikan hiburan gratis pada para lansia yang mendamba pelukan hangat anak-cucunya, tapi saat kunjungan itu, umurnya masih 30 tahun, dan ia ingat sekali tidak ada lansia yang bernama Darsinem.

Sebelum membuka surat itu, ia memilih menelepon narahubung panti jompo tersebut untuk menanyakan apakah dua belas tahun lalu ada lansia bernama Darsinem dan kalau ada, apakah ia punya fotonya. Orang itu mengatakan bahwa dua belas tahun lalu tak ada lansia bernama Darsinem, sehingga tak ada pula foto dan identitasnya yang tercatat, tapi tiga tahun yang lalu, ada lansia perempuan berusia 75 tahun yang baru saja masuk ke panti jompo tersebut, dan namanya persis Darsinem. Tidak ada nama marga, nama tengah, dan nama akhiran. Hanya Darsinem dan penulisannya persis dengan nama pengirim di suratnya.

Berarti dia orang baru, kata Milan Kandung dalam hatinya. Tapi, bagaimana ia bisa tahu alamat rumahku? Ia bertanya lagi, tapi tidak ada memori tentang perempuan lansia itu yang diingatnya. Maka, dengan agak tergesa ia membuka amplop surat itu. Ada empat lembar dan semuanya ditulis tangan dengan rapi.

Kalimat pertama surat itu langsung membuatnya nyaris mati duduk.

Wahai Tuan Milan Kandung, aku Darsinem, yang tidak lain tidak bukan adalah ibu kandungmu, yang dengan kesadaran penuh telah meninggalkanmu sedari kau masih kecil, sebab saat itu aku belum siap menjadi seorang ibu yang harus memi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Novel
Bronze
Perempuan Gagal
Anifa Hambali
Cerpen
Tak Perlu Bilang Orang Tua
Amanda Chrysilla
Cerpen
Bronze
Milan Kandung
raras
Skrip Film
Mama, Aku Pengen Beli HP Baru!
Alif Aliss
Cerpen
Bronze
Kenapa Anggi Memutuskan Arwan dan Memintanya Menikahi Ane
Habel Rajavani
Cerpen
Bronze
Ironi Kotak Amal Sekolah
Ron Nee Soo
Novel
Bronze
Gunting
Yuditeha
Novel
Gold
Hwaiting . . . ! From Seoul to Beijing
Mizan Publishing
Novel
Tangan Malaikat
Zenna ZA
Novel
Bronze
MYTHOMANIA
Silvy Khofifah Fauziyah
Novel
Sidang Meja Bundar
Puspa Febrina
Flash
Sulung
Chika Manupada
Cerpen
Kuku Rusmi
Dina prayudha
Novel
MENYENTUH HATI
Voni lilia
Novel
Titik Nol Penyelamat
Dyah
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Milan Kandung
raras
Cerpen
Guess The Next
raras
Cerpen
The Sketch
raras
Cerpen
Smoke
raras
Cerpen
Tamu yang Tak Pernah Datang
raras
Cerpen
Riak Berjarak
raras
Cerpen
Atas Nama Pohon Ketapang
raras
Cerpen
Love Letter
raras
Cerpen
Love at Second Sight
raras
Cerpen
Waktu Terbalik di Denpasar Utara
raras
Cerpen
Risalah Cinta
raras
Cerpen
Testosteron
raras
Cerpen
Mati Dua Kali
raras
Cerpen
Undressed
raras
Cerpen
Di Balik Kacamata Hitam
raras