Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Milan Kandung
0
Suka
233
Dibaca

Di puncak kejayaannya pada usia genap 42 tahun, Milan Kandung tiba-tiba saja mendapat sepucuk surat yang dikirim dari Panti Jompo Kenangan Kasih dengan nama pengirim Darsinem. Ia berpikir sepersekian menit di ruang kerjanya, mencoba mengingat apakah ia pernah memiliki kolega yang bernama Darsinem yang sekarang tinggal di salah satu panti jompo terbaik di kota sebelah. Yang Milan Kandung ingat, ia pernah ke panti jompo itu untuk suatu kegiatan bakti sosial dan memberikan hiburan gratis pada para lansia yang mendamba pelukan hangat anak-cucunya, tapi saat kunjungan itu, umurnya masih 30 tahun, dan ia ingat sekali tidak ada lansia yang bernama Darsinem.

Sebelum membuka surat itu, ia memilih menelepon narahubung panti jompo tersebut untuk menanyakan apakah dua belas tahun lalu ada lansia bernama Darsinem dan kalau ada, apakah ia punya fotonya. Orang itu mengatakan bahwa dua belas tahun lalu tak ada lansia bernama Darsinem, sehingga tak ada pula foto dan identitasnya yang tercatat, tapi tiga tahun yang lalu, ada lansia perempuan berusia 75 tahun yang baru saja masuk ke panti jompo tersebut, dan namanya persis Darsinem. Tidak ada nama marga, nama tengah, dan nama akhiran. Hanya Darsinem dan penulisannya persis dengan nama pengirim di suratnya.

Berarti dia orang baru, kata Milan Kandung dalam hatinya. Tapi, bagaimana ia bisa tahu alamat rumahku? Ia bertanya lagi, tapi tidak ada memori tentang perempuan lansia itu yang diingatnya. Maka, dengan agak tergesa ia membuka amplop surat itu. Ada empat lembar dan semuanya ditulis tangan dengan rapi.

Kalimat pertama surat itu langsung membuatnya nyaris mati duduk.

Wahai Tuan Milan Kandung, aku Darsinem, yang tidak lain tidak bukan adalah ibu kandungmu, yang dengan kesadaran penuh telah meninggalkanmu sedari kau masih kecil, sebab saat itu aku belum siap menjadi seorang ibu yang harus memi...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Milan Kandung
raras
Flash
The Second Person On The Movie
Riska Irmayadi
Flash
Bronze
Apa Aku Memang Selalu Begitu?
Anjrah Lelono Broto
Flash
Ombak, Luka, dan Hal-Hal yang Tetap Datang
Jasma Ryadi
Cerpen
The Orphan
Susanti
Cerpen
Bronze
JODOHMU ADALAH SIAPA DIRIMU
fileski
Skrip Film
KERETA
Panca Lotus
Flash
Bronze
Rasa Yang Tertinggal
Aizawa
Flash
Sampai Mati Aku Akan Merindukannya
Majestic Journey
Novel
Bronze
Violet Athalea
Bluerianzy
Skrip Film
LIKE FATHER LIKE SON
Ira Madan
Flash
Toxic Words
Rahmatul Husni
Flash
Lalu Terdengar Suara Parang Ditebaskan
Habel Rajavani
Flash
Potongan-Potongan yang Tersisa
A. R. Tawira
Cerpen
Bronze
Bertahan, Sehari Lagi
Lilith
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Milan Kandung
raras
Cerpen
Love Letter
raras
Cerpen
Waktu Terbalik di Denpasar Utara
raras
Cerpen
Smoke
raras
Cerpen
Atas Nama Pohon Ketapang
raras
Cerpen
Mati Dua Kali
raras
Cerpen
Riak Berjarak
raras
Cerpen
Guess The Next
raras
Cerpen
Testosteron
raras
Cerpen
Risalah Cinta
raras
Cerpen
Love at Second Sight
raras
Cerpen
The Sketch
raras
Cerpen
Undressed
raras
Cerpen
Di Balik Kacamata Hitam
raras
Cerpen
Tamu yang Tak Pernah Datang
raras