Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Thriller
Bronze
Mereka yang Memilih Diam
1
Suka
204
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Bab 1 — Taman

Aku terbiasa membawa senjata.

Bukan karena aku suka kekerasan.

Aku hanya tahu bahwa keamanan tidak selalu bisa mengandalkan orang lain.

Aku bahkan punya sabuk hitam karate.

Tetapi sabuk hitam tidak membuatku kebal terhadap peluru, pisau, atau orang yang datang dengan niat buruk.

Karena itu, pistol selalu menjadi bagian dari pengamananku.

Malam itu aku pulang lebih cepat.

Aku tidak memberi tahu siapa pun.

Aku hanya ingin mengejutkan Armand.

Namun kejutan itu justru menjadi milikku.

Mobil Armand terparkir di taman keluarga.

Aku mengernyit.

Kenapa dia ada di sini?

Aku berjalan melewati pepohonan.

Lalu mendengar suara tawa.

Aku berhenti.

Armand.

Dan seseorang bersamanya.

Mandy.

Anak salah satu pembantuku.

Aku berdiri di balik pepohonan.

Tidak bergerak.

Tidak percaya pada apa yang kulihat.

Armand sedang mencium Mandy.

Di taman milik keluargaku.

Dengan laki-laki yang akan menjadi suamiku.

Dan perempuan yang selama ini kubantu seperti adikku sendiri.

Dadaku terasa sesak.

Namun aku tidak menangis.

Aku keluar dari balik pepohonan.

“Sudah selesai, Armand?”

Mereka langsung menjauh.

Armand menatapku dengan wajah pucat.

“Putri…”

Mandy menundukkan kepala.

Aku menatapnya.

“Pulang.”

“Kak Putri, aku bisa menjelaskan…”

“Pulang, Mandy.”

Dia menangis.

Tetapi akhirnya berbalik dan pergi.

Aku memastikan Mandy benar-benar meninggalkan taman.

Setelah dia pergi, hanya aku dan Armand yang tersisa.

“Putri, dengarkan aku.”

Aku menatapnya.

“Sejak kapan?”

Dia diam.

“Sejak kapan kau tidur dengannya?”

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan.”

Aku tertawa kecil.

Kalimat paling klise yang pernah kudengar.

Tanganku bergerak ke arah senjata yang biasa kubawa.

Armand melihatnya.

Wajahnya berubah.

“Putri…”

Aku mengeluarkan pistol itu.

“Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu.”

Dia mundur selangkah.

“Kita bisa menyelesaikan ini.”

Aku menatapnya lama.

Kemudian terdengar satu letusan.

Armand jatuh.

Taman kembali sunyi.

Aku berdiri tanpa bergerak.

Pistol masih berada di tanganku.

Aku tidak merasa menang.

Tidak merasa lega.

Hanya kosong.

Aku kemudian berbalik dan berjalan menuju rumah.

Rosa sudah menungguku di ruang tengah.

Dia melihat wajahku.

Kemudian melihat tanganku.

“Nona…”

Aku hanya berkata,

“Armand ada di taman.”

Rosa tidak bertanya apa yang terjadi.

Dia hanya menatapku beberapa detik.

Lalu berkata kepada para pelayan,

“Jangan ada yang keluar rumah.”

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, aku menyadari sesuatu.

Aku mungkin terbiasa membawa senjata untuk melindungi diriku.

Tetapi aku tidak pernah membayangkan suatu hari senjata itu akan mengubah seluruh hidupku.

Bab 2 — Mereka Memilih Berdiri

Malam itu, setelah Putri masuk ke kamarnya, Rosa memanggil seluruh pekerja rumah.

Sopir.

Tukang kebun.

Para pelayan senior.

Satpam.

Bahkan beberapa pekerja yang suda...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Cerpen
Bronze
Mereka yang Memilih Diam
Willia Mangun Putr
Flash
Deathskull
Rama Sudeta A
Novel
KOLEKTOR : Kau kah yang paling cantik?
Nur Rohmah Hidayati
Novel
SCRATCH
Ariq Ramadhan Nurgaha
Novel
BOGO
ANTON SYAHRONI
Novel
Pemilik Hati Tuan Mafia
Jane Alxr
Cerpen
Bronze
Circus
Rama Sudeta A
Novel
Co as Battlefield
Arie Abimayu
Skrip Film
CROSS THE LINE [SKRIP FILM]
Priki~
Novel
Bronze
Villa Cinta
Herman Siem
Novel
Haram Jadah: Hari Pembalasan
Marion D'rossi
Cerpen
Bronze
Bisnis Maut
Novia SR
Novel
Bronze
HANYA TUHAN YANG MAHA TAHU
Muhamad Izdad Fuadi
Novel
JEBAKAN MAYA
YUYUN BUDIAMAN
Novel
Hampir, Tapi Tak Pernah
Bear Winter
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Mereka yang Memilih Diam
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Panggilan dari Masa Depan
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Dive
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Kali kedua
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Per te
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Kamar 309
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Sweet Scar
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Bahagia Kecuali Aku (Repackage)
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Ular itu Rabun, Sayang
Willia Mangun Putr
Novel
Bronze
bulan hantu
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Kamar Nomor 13
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Tato, Malam dan Kamu
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Bahagia kecuali Aku
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Terlalu Berwarna
Willia Mangun Putr