Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Thriller
Bronze
Mereka yang Memilih Diam
1
Suka
297
Dibaca

Bab 1 — Taman

Aku terbiasa membawa senjata.

Bukan karena aku suka kekerasan.

Aku hanya tahu bahwa keamanan tidak selalu bisa mengandalkan orang lain.

Aku bahkan punya sabuk hitam karate.

Tetapi sabuk hitam tidak membuatku kebal terhadap peluru, pisau, atau orang yang datang dengan niat buruk.

Karena itu, pistol selalu menjadi bagian dari pengamananku.

Malam itu aku pulang lebih cepat.

Aku tidak memberi tahu siapa pun.

Aku hanya ingin mengejutkan Armand.

Namun kejutan itu justru menjadi milikku.

Mobil Armand terparkir di taman keluarga.

Aku mengernyit.

Kenapa dia ada di sini?

Aku berjalan melewati pepohonan.

Lalu mendengar suara tawa.

Aku berhenti.

Armand.

Dan seseorang bersamanya.

Mandy.

Anak salah satu pembantuku.

Aku berdiri di balik pepohonan.

Tidak bergerak.

Tidak percaya pada apa yang kulihat.

Armand sedang mencium Mandy.

Di taman milik keluargaku.

Dengan laki-laki yang akan menjadi suamiku.

Dan perempuan yang selama ini kubantu seperti adikku sendiri.

Dadaku terasa sesak.

Namun aku tidak menangis.

Aku keluar dari balik pepohonan.

“Sudah selesai, Armand?”

Mereka langsung menjauh.

Armand menatapku dengan wajah pucat.

“Putri…”

Mandy menundukkan kepala.

Aku menatapnya.

“Pulang.”

“Kak Putri, aku bisa menjelaskan…”

“Pulang, Mandy.”

Dia menangis.

Tetapi akhirnya berbalik dan pergi.

Aku memastikan Mandy benar-benar meninggalkan taman.

Setelah dia pergi, hanya aku dan Armand yang tersisa.

“Putri, dengarkan aku.”

Aku menatapnya.

“Sejak kapan?”

Dia diam.

“Sejak kapan kau tidur dengannya?”

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan.”

Aku tertawa kecil.

Kalimat paling klise yang pernah kudengar.

Tanganku bergerak ke arah senjata yang biasa kubawa.

Armand melihatnya.

Wajahnya berubah.

“Putri…”

Aku mengeluarkan pistol itu.

“Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu.”

Dia mundur selangkah.

“Kita bisa menyelesaikan ini.”

Aku menatapnya lama.

Kemudian terdengar satu letusan.

Armand jatuh.

Taman kembali sunyi.

Aku berdiri tanpa bergerak.

Pistol masih berada di tanganku.

Aku tidak merasa menang.

Tidak merasa lega.

Hanya kosong.

Aku kemudian berbalik dan berjalan menuju rumah.

Rosa sudah menungguku di ruang tengah.

Dia melihat wajahku.

Kemudian melihat tanganku.

“Nona…”

Aku hanya berkata,

“Armand ada di taman.”

Rosa tidak bertanya apa yang terjadi.

Dia hanya menatapku beberapa detik.

Lalu berkata kepada para pelayan,

“Jangan ada yang keluar rumah.”

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, aku menyadari sesuatu.

Aku mungkin terbiasa membawa senjata untuk melindungi diriku.

Tetapi aku tidak pernah membayangkan suatu hari senjata itu akan mengubah seluruh hidupku.

Bab 2 — Mereka Memilih Berdiri

Malam itu, setelah Putri masuk ke kamarnya, Rosa memanggil seluruh pekerja rumah.

Sopir.

Tukang kebun.

Para pelayan senior.

Satpam.

Bahkan beberapa pekerja yang suda...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Thriller
Cerpen
Bronze
Mereka yang Memilih Diam
Willia Mangun Putr
Novel
Pemburu Monster
bungasamudra
Novel
Bronze
The Last Blow
Amirullah Bandu
Novel
Bronze
Find You
Sonya Mega Flourensia
Novel
Deathskull
Rama Sudeta A
Novel
Bronze
Cinta Bersemi di Kolong Jembatan Miring
AndikaP
Novel
Sinner
Kim Raeneul
Cerpen
Tiwah
Astromancer
Flash
Bronze
Koran Kriminal
Afri Meldam
Flash
Bronze
The Happiness
Hamli Akbar Pramulyana
Novel
ANGOR
Indah Thaher
Novel
Bronze
Ranting
Ariya Gesang
Novel
Kami (bukan) Tinta Berdasi
Martha Z. ElKutuby
Flash
As Long As I Dreaming
Clairo
Novel
Bronze
IGNORAMUS
Sheryl Audrey
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Mereka yang Memilih Diam
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Sweet Scar
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Kali kedua
Willia Mangun Putr
Novel
Bronze
bulan hantu
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Chaebol x Chaebol
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Ular itu Rabun, Sayang
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Per te
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Kamar Nomor 13
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Bahagia kecuali Aku
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Tato, Malam dan Kamu
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Terlalu Berwarna
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Kamar 309
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Bahagia Kecuali Aku (Repackage)
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Dive
Willia Mangun Putr
Cerpen
Bronze
Broken Vows
Willia Mangun Putr