Username/Email
Kata Sandi
Alamat Email
Kata Sandi
Jenis Kelamin
Menyesal Duluan
Beberapa penyesalan yang dialami orang dalam hidup, yang bisa kita ambil pelajaran agar tidak mengalami hal serupa. Ada tiga penyesalan yang diceritakan dalam kisah ini. Let’s go diikuti...
Penyesalan pertama, kesepian ini
Bab 1. Anak Tiga
Danu dan Nia baru menikah, mereka sepasang kekasih yang bahagia. Setelah beberapa tahun pacaran akhirnya mereka bisa menikah. Pesta pernikahan yang indah dan meriah. Setelah menikah mereka pindah ke rumah yang telah mereka kontrak sebelumnya. Mereka memulai hidup baru disana sebagai suami-istri. Mereka berdua tidak ingin menunda untuk punya momongan. Jadi mereka tidak ber kb. Mereka berdua sama-sama bekerja.
Nia sejak sebelum menikah sudah minum susu untuk persiapan kehamilan, Nia ingin langsung punya anak. Danu juga setuju. Dan setelah menikah, Nia langsung isi. Nia langsung hamil. Penganten baru itu senang sekali. Seluruh keluarga besar juga senang. Kehamilan walau ada ngidamnya termasuk sehat-sehat saja. Sampai hari melahirkan Nia dan bayinya sehat-sehat saja. Mereka berdua sangat gembira dengan kelahiran itu. Bayi yang lucu itu berjenis kelamin laki-laki.
Bayi laki-laki itu diberi nama Yoga. Semenjak itu kehidupan Danu dan Nia lebih bahagia. Anak mereka sehat dan lucu. Nia sudah berhenti bekerja demi menjaga anaknya. Selanjutnya setelah anaknya berumur dua tahun Nia kembali hamil. Setelah kehamilan sembilan bulan sepuluh hari bayi kedua Danu dan Nia lahir. Bayi laki-laki. Mereka beri nama Wahyu. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Danu bekerja lebih giat dari pagi sampai jam 4 sore bekerja di kantor. Lanjut dengan sore sampai malam jadi supir taxi. Jam 11 malam baru pulang ke rumah. Nia tidak tega melihat suaminya, tapi apa daya Nia tidak bisa membantu, karena harus mengurus rumah dan anak-anak.
Malam itu ketika Nia menemani suaminya makan sehabis pulang kerja. Danu sudah mandi dan ganti baju lalu Nia menawarikan suaminya untuk makan.
"Makan dulu Pak. Masakannya sudah siap di meja makan."
Iya, Bu. Ayo temanin…."
Kemudian Danu dan Nia berjalan ke ruang makan. Lalu Nia mengambilkan nasi untuk suaminya. Danu menerima nasi pemberian Nia dan mengambil lauk pauk dan mulai makan.
"Makan, Bu..." ujar Danu.
"Makanlah, Pak. Ibu sudah tadi...."
Sambil makan mereka bercerita.
"Bagaimana anak-anak hari ini, Bu? Merepotkan ibu tidak?"
Nia tersenyum.
“Alhamdulillah aman, masih bisa ibu kendalikan, Pak."
Kata Nia menatap suaminya ragu-ragu untuk bicara. Danu menghentikan suapnya dan menatap istrinya.
"Kenapa, Bu? B...