Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Mencari makna kemerdekaan
0
Suka
19
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Warna merah dan putih, adalah warna yang sering sekali kulihat akhir-akhir ini setelah memasuki bulan agustus. Tentu semua itu karna tanggal 17 agustus merupakan hari perayaan kemerdekaan bangsa ini. Tapi apakah pertanyaan seperti “Kenapa sih hari kemerdakaan itu harus dirayakan sebegininya?”, “Kenapa sih setiap tujuhbelasan, setiap tempat selalu dihiasi nuansa bendera merah putih?”, “Kenapa sih setiap tujuhbelasan selalu identik dengan lomba-lomba seperti panjat pinang, tarik tambang, balap karung dan lain sebagainya?”, “Kenapa sih setiap pagi di tanggal 17 agustus kita tetap harus hadir kesekolah untuk ikut upacara, yang padahal bukannya 17 agustus dikalender itu tanggal merah ya?” Apakah pertanyaan semacam itu pernah kalian tanyakan ketika memasuki bulan agustus? Atau hanya aku saja?.

Pertanyaan semacam itu baru-baru saja menyerang isi kepalaku, atau lebih tepatnya sejak satu tahun yang lalu, ketika aku baru masuk sekolah menengah pertama ini. Sejak suatu hari ketika aku bertemu seorang guru yang mengklaim bahwa dia bisa menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan kepadanya, namanya Pak Budi. Seorang guru sejarah yang kuanggap sebagai tersangka utama penyebab kepalaku sering mempertanyakan suatu hal tanpa kuminta. Karena ia yang mengklaim dirinya bisa menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan kepadanya membuat aku dan teman-teman dikelasku selalu berusaha mencari pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Pak Budi, dan inilah yang kuyakini menjadi penyebab kepalaku sering mempertanyakan pertanyaan yang bahkan aku sendiri tidak begitu mengerti kenapa aku mempertanyakan hal tersebut. Dan berbagai macam pertanayan tersebut terus bermunculan hingga saat ini, ketika aku sudah berada di kelas 2 smp.

 

Aku yakin semua tempat di Indonesia ketika memasuki bulan agustus akan diwarnai dengan ornamen merah putih dimana pun sejauh mata kita memandang. Bahkan dimedia sosial yang seringku mainkan, begitu banyak postingan atau hal-hal lain yang berbau tujuhbelasan, tentu aku tidak terganggu apa lagi sampai risih dengan hal ini. Tapi karena hal tersebut akan menjadi sesuatu yang seringku lihat setiap hari, tentu pertanyaan seputar hari kemerdekaan atau tujuhbelasan akan muncul dikepalaku. Tahun lalu ketika rasa ingin tahu ini muncul aku sudah pernah menanyakan pertanyakan seperti “Kenapa sih setiap tujuhbelasan selalu diadain lomba, gak di sekolah, gak di komplek pasti ngadain perlombaan, yang mana lombanya pasti itu lagi itu lagi” Yang kemudian dijawab seadanya oleh kakak perempuanku “Ya mungkin perlombaan itu untuk meningkatkan rasa solidaritas bagi sesama warga atau sesama murid disekolah” Jawab kakakku sembari terus fokus menyendok mie ayam dihadapannya. Atau pertanyaan seperti “Kenapa sih kita harus tetep hadir ke sekolah buat upacara, kan ini tanggal merah ya? Emang gak bisa upacaranya diundur ke hari senin aja biar sekalian gitu?” Yang dijawab singkat oleh teman dekatku “Ya... gak tau, udah tradisinya gini ya mau gimana”.

 

Berdasarkan pengalaman tahun lalu tersebut, tahun ini aku sudah merencana akan bertanya dengan pertanyaan yang sekali bertanya akan menjawab beberapa pertanyaan sekaligus dan tentunya akan kutanyakan ke orang yang kurasa mampu memberikan jawaban yang akan memuaskan rasa penasaranku. Pertanyaan pertama yang muncul dikepalaku adalah apa itu kemerdekaan, pertanyaan yang sebenarnya jawabannya bisa kita cari di google. Namun jawaban yang kudapat dari google terasa begitu terlalu umum dan sederhana bagiku, dan belum bisa memuaskan rasa penasaranku. Aku pun berjalan keluar kamarku menuju ruang kerja ayah, kuliihat ayah sedang duduk dikursi kerjanya sembari sibuk dengan laptop yang ada dihapannya.

“Yah lagi sibuk gak?” Tanya ku dari depan pintu ruang kerja ayah.

“Emang kenapa dek?” Jawab ayah diiringi pandangan yang kini menatapku.

“Aku mau nanya sesuatu boleh gak?” Tanya ku lagi dengan wajah yang agak sungkan takut mengganggu ayahku bekerja.

“Boleh kok, emang ade mau nanya apa?” Jawab ayahku yang membuatku berani masuk ke ruang kerjanya dan berdiri didekatnya.

“Menurut ayah kemerdekaan itu apa sih yah?” Mendengar pertanyaan tersebut ayahku memalingkan kursi kerja dan pandangannya kearahku.

“Buat tugas sekolah kamu ya?” Tanya ayah ku sambil tersenyum lembut kepadaku.

“Engga kok, aku penasaran aja apa itu kemerdekaan, aku udah nyari digoogle tapi aku ngerasa belum puas aja sih sama jawabannya”

“Di sekolah udah diajarin?” Tanya ayahku lagi.

 “Kalo gak salah pernah sih, tapi aku nya lupa hehehe...” Jawab ku sembari cengengesan.

“Kamu ini ya” Ucap ayah ku dengan tatapan tajam kepadaku.

“Jadi menurut ayah kemerdekaan itu apa yah?”

“Kemerdekaan ya, jadi kemerdekaan itu adalah kebebasan suatu bangsa dari penjajahan bangsa lain” Jawab ayahku.

“Yahhhh itu jawaban sama kaya digoogle tadi” Ucapku dengan agak kesal mendengar jawab templet dari ayahku.

“Yaaa emang itu jawabannya gimana dong” Pada malam ini aku nyatakan bahwa ayahku gagal memuaskan rasa penasaran anaknnya.

 

*


Beberapa hari setelah malam itu, aku memutuskan bertanya kepada sosok yang mengklaim bahwa dirinya bisa menjawab semua pertanyaan yang ditanyakan kepadanya. Ya Pak Budi kurasa adalah orang yang sangat cocokku tanyai semua pertanyaanku, saat bel istirahat berbunyi aku akan langsung pergi mencari Pak Budi dengan maksud menyelesaikan semua rasa penasaranku ini, walaupun aku yakin ini tidak akan berakhir singkat dan pasti akan mengorbankan waktuku untuk jajan dikantin, tapi tak masalah selama rasa penasaranku bisa terselesaikan. Aku langsung melangkah keluar kelas ketika bel istirahat tiba, kutatap sekeliling sekolah mencari keberadaan Pak Budi namun ia tak terlihat dimanapun. Ruang guru menjadi tempat yang paling memungkinkan untuk bertemu dengan Pak Budi, dan benar saja beliau sudah duduk manis dimejanya sembari merapikan buku tugas siswa yang baru saja beliau bawa.

“Assalamualaikum” Ucapku sambil mengetuk pintu ruangan guru, semua guru menjawab salamku lalu Ibu Rini wali kelasku menanyakan tujuanku datang ke sini.

“Mau ketemu sama Pak Budi Bu” jawabku.

“Oooh masuk masuk, sini” Teriak Pak Budi semari melambaikan tangannya kepadaku.

“Jadi ada perlu apa Angga dengan saya?” Tanya pak budi ketika aku sudah duduk dihadapannya.

“Ada yang pengen saya tanyakan pak, boleh gak pak?” Jawab ku dengan agak pelan karna ragu.

“Tentu boleh dong, mau nanya apa? Soal materi pembelajaran?” Ucap Pak Budi dengan wajah yang dibuat bersemangat.

“Engga pak, ini soal rasa penasaran saya aja sih”

“Oh... emang kamu pensaran soal apa?”

“Jadi saya penasaran pak, sama apa itu kemerdekaan”

“Materi itu udah pernah kamu dapet dikelas sebelumnyakan?”

“Iya pak, tapi saya kepengen tau lebih dalam gitu, apa sih kemerdekaann itu? Terus kenapa dulu para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan itu? dan kenapa hari kemerdekaan itu dirayakan sebegininya?” Ucapku dengan mata yang berbinar menanti jawaban yang keluar dari mulut Pak Budi.

“Menarik. Menurut kamu sendiri kemerdekaan itu apa deh? Sepemahaman kamu aja” Ucap Pak Budi sembari mencondongkan badannya ke arahku.

“Kemerdekaan itu merupakan kebebasan suatu bangsa dari penjajahan bangsa lain pak” Jawab ku

“hm... Betul itu betul” Ucap Pak Budi dengan kepala yang diangguk-anggukkan.

“Kalo menurut bapak sendiri, kemerdekaan itu apa pak?” Tanya ku sambil berharap dengan aku merubah pertanyaan mungkin jawaban yang ku inginkan akan muncul, sejenak Pak Budi hanya diam dan menatap kearahku

“Kalo menurut bapak ya Angga, kemerdekaan itu bukan hanya sebatas bebasnya suatu bangsa dari penjajaha.n bangsa lain, namun juga memiliki makna kebebasan bagi diri sendiri. Kebebasan kita untuk memimpikan dan mewujudkan suatu kehidupan yang ingin kita jalani, bebas hidup dengan keyakinan yang kita percayai tanpa dikekang atau dipengaruhi oleh orang lain”  Jawab Pak budi.

“oh... jadi itu juga ya Pak, yang jadi alasan kenapa para pahlawan kemerdekaan dulu memperjuangin kemerdekaan kita, supaya warga negara kita gak dikekang atau dipengaruhi bangsa lain?”

“Iya Angga, sederhananya gini misalkan kamu punya teman yang datang bertamu ke rumahmu, terus di rumahmu dia nyuruh-nyuruh kamu supaya dia dapat apa yang dia pengen, contoh misalkan dia nyuruh kamu ngejain pr dia atau dia nyuruh kamu ngasih uang jajanmu biar dia punya uang jajan yang lebih banyak. Tentu kamu bakalan gak terima dong sama semua itu, nah keresahan itulah yang dirasakan oleh para pahlawan kita dulu Angga”

“Terus alasan kenapa hari kemerdekaan dirayakan kaya gini itu, biar kita mengenang perjuangan para pahlawan kemerdekaan kita dulu ya Pak?”

“Betul, supaya kita ingat bahwa kemerdekaan itu kita dapatkan dengan perjuangan yang gak main-main, banyak hal yang bangsa dan pahlawan kita korbankan untuk mendapatkannya. Makanya hari kemerdekaan itu disakralkan dan harus dirayakan agar kita tetap ingat seberapa bernilainya kemerdekaan itu”

Aku terdegun mendengar penjelasan Pak Budi tersebut, kenapa aku tak pernah kepikiran kearah sana. Jawaban yang diberikan Pak Budi benar-benar memberikan cahaya indah bagiku. Aku mulai merasa omongan Pak Budi yang mengklaim dirinya bisa menjawab semua pertanyaan mulai kupercayai, setelah mendapat jawaban tersebut dari Pak Budi, aku hanya mendengarkan Pak Budi bercerita hingga bel masuk kelas berbunyi. Sepanjang lorong koridor menuju kelasku, jawaban yang diberikan oleh Pak Budi terus terngiang-ngiang didalam kepalakaku. Hingga tanpa kusadar Bu Rini, wali kelasku berjalan tak jauh dibelakangku.

“Widih serius banget nih, lagi mikiran apa Angga?” Tanya Bu Rini memecah renunganku.

“eh... ibu” Ucap ku terkejut yang spontan menyodorkan tangan ingin salim ke Ibu Rini.

“Serius banget mukanya, dapat tugas yang susah ya dari Pak Budi?” tanya Bu Rini sembari menyodorkan tanganya kepadaku.

“Engga kok bu, tadi ada hal yang bikin saya penasaran aja, teruskan waktu dikelas Pak Budi pernah bilang kalau beliau bisa jawab semua pertanyaan makanya saya nyari Pak Budi bu” Jawabku menjelaskan apa yang terjadi.

“Oh... Kalau ibu boleh tau emang pertanyaan apa yang kamu tanyain ke Pak Budi” Ucap Bu Rini sembari melanjutkan langkahnya, kebetulan kelas selanjut yang akan diajar oleh Bu Rini adalah kelasku.

“Soal itu bu, kan semenjak masuk bulan agustus disana sini dihias buat memperingati tujuhbelasan, nah aku jadi penasaran aja sih bu, soal kemerdekaan dan kenapa kita harus memperingati sebegitunya?” Jelas ku kepada Bu Rini.

“Terus, setelah mendengar jawaban Pak Budi, apa yang bisa kamu simpulkan?” Ucap Bu Rini.

“Jadi kemerdekaan itu bukan hanya tentang bebasnya Indonesia dari penjajah, tapi merdeka itu juga soal kebebasan bagi diri kita sendiri, bebasnya kita dalam menentukan apa yang kita pengen dan apa yang ingin kita lakukan. Dan alasan kenapa hari kemerdekaan itu harus dirayakan karena agar kita generasi sekarang tetap ingat seberapa penting dan bernilainya kemerdekaan tersebut” Jawabku dengan sedikit agak ragu.

“Bagus, emang pinter anak murid kelas ibu” Ucap Bu Rini sambil tersenyum manis.

“Kalo menurut ibu sendiri, Kemerdekaan itu apa bu?”

“Menurut ibu ya, hm... Kalo menurut ibu sih kemerdekaan sederhanannya ya kebebasan dalam semua hal, entah itu tentang suatu bangsa atau tentang suatu individu. Kemerdekaan itu bisa diartikan dengan sangat luas gak hanya soal kebangsaan aja, tapi bisa juga soal kebebasan berpendapat, kebebasan menentukan pilihan, kebebasan kita untuk berpikir, kebebasan untuk berteman, dan masih banyak lagi. Intinya secara sederhana kemerdekaan artinya adalah kebebasan, tapi kalo makna dari kemerdekaan itu sendiri sangat luas dan dalem banget” Jawab Bu Rini masih dengan senyum manisnya.

Lagi-lagi aku tertegun mendapat jawaban yang tak pernah terpikirkan olehku, sebenarnya aku masih ingin melanjutkan diskusi ku dengan Bu Rini terkait kemerdekaaan namun semua itu harus kutunda dulu karna aku dan Bu Rini telah tiba didepan kelasku dan jam pelajaran selanjutnya telah menanti ku.


*


Kemarin malam aku dihubungi teman komplek ku melalui whatsapp, ia mengajakku untuk ikut bantu-bantu Pak RT dan warga yang lainnya untuk mempersiapkan lomba tujuh belasan yang akan dilakukan besok sore, dan di sanalah aku sekarang. Berkutat dengan tali dan paku yang akan digunakan untuk lomba memasukkan paku ke botol.

“Gimana dek bisa ngikatnya?” Tanya Pak RT menghampiri aku dan kawanku yang sedang asik mengikatan ujung tali ke paku.

“Gampak Pak RT, kalo gini doang mah bikin seratus pun saya bisa” Jawabku sok jago.

“Waduh buat apa sebanyak itu, mau dipakai buat apa hahaha ada-ada aja” Ucap Pak RT lengkap dengan tertawa ala bapak-bapaknya.

“Eh... Pak RT saya boleh nanya sesuatu gak?” Tanyaku yang tiba-tiba merasa tertarik dengan jawaban versi Pak RT tentang kemerdekaan.

“Boleh-boleh, mau nanya apa kamu, gimana cara ngiketnya?”

“Bukan pak? Saya mau nanya menurut Pak RT arti merdeka itu apa ya Pak?”

“Waduh kok saya ngerasa dapat ujian dadakan nih”

“Menurut Pak RT aja, gak perlu harus bener juga pak”

“Hm... Menurut saya sih merdeka itu bebasnya kita dari penjajah yang waktu itu ngejajah kita. Tapi bukan itu point kerennya, bagian kerennya adalah perjuangan pahlawan kita buat mendapatkan kemerdekaan atau kebebasan itu.

“Emang kenapa sih Pak, para pahlwan kita memperjuangin kemerdekaan sebegitunya?”

“Ya karna dijajah itu gak enak dek, contohnya aja nih, misalnya kamu berdua disuruh ngerjain sesuatu yang gak kamu suka dengan paksaan dan tanpa bayaran yang setimpal emangnya kamu mau?”

“Kaya sekarang ini ya Pak?” Tanyaku sembari mengkat tali dan paku dikedua tangannku.

“Bukan dong, inikan sumbangan tenaga sukarela dari kaliankan hahaha” Jawab Pak RT sembari tertawa.

“Para pahlawan kemerdekaan ingin rakyat indonesia hidup sejahtera jauh dari penindasan penjajah, makanya mereka berjuang dengan segenap jiwa dan raga agar bangsa ini berdiri sendiri sebagai suatu bangsa” Sambung Pak RT.

“Terus, menurut Pak RT apa kesejahteraan yang diinginkan para pahlawan itu sudah tercapai?” tanyaku lagi kepada Pak RT.

“Wahhh hebat kamu ya sekecil ini udah bisa mikir pertanyaan kaya gitu, kalo menurut saya sih bisa dibilang sudah tercapai, tapi tentunya ketika kita terus maju untuk berkembang tentu permasalahan baru akan terus muncul. Sama halnya seperti kamu sekolah, ketika kamu berhasil menyelesaikan ulangan kenaikan kelas bukan berarti kamu akan berhenti belajar dan gak akan mendapat tugas lagi. Justru materi dan tugas-tugas baru akan kamu temui dikelas kamu yang baru. Nah gitu juga soal bangsa ini, permasalahan kita tentang penjajahan telah usai diselesaikan oleh para pahlawan nasional kita, tapi bukan berarti masalah gak akan ada lagi, justru akan datang masalah baru dengan bentuk yang berbeda dan lebih next level dari sebelumnya gitu. Kalo kata motivator favorit saya ya, kalo kita ingin terus berkembang maka kita perlu lebih banyak permasalahan untuk kita selesaikan dek”

Caraku memandang Pak RT sekarang cukup berubah karna jawaban yang beliau berikan, awalnya ku kira Pak RT hanya bapak-bapak pada umumnya yang kebetulan jago bersosial dengan warga setempat dan mau mengemban tugas sebagai RT makanya beliau bisa dapat jabatan itu, tapi ternyata aku salah. Beliau memang memiliki pemikiran yang bagi bocah SMP sepertiku itu keren dan memang pantas beliau menjabat sebagai RT di tempat tinggal ku.


*


Hingga malam pun tiba, perasaan kagum dengan jawaban Pak RT dan semua jawaban yang kudapatkan terusku rasakan. Aku lupa berapa kali aku bisa merasa semua pertanyaan yang kutanyakan terjawab dengan memuaskan seperti ini, tak salah aku memilih mereka sebagai tempatku bertanya semua pertanyaan yang kumiliki. Biasanya setelah mencari jawaban selalu ada perasaan kurang dari jawaban yang kudapat, tapi kali ini seolah-olah semua celah rasa kurang dari jawaban yang kudapat, terisi oleh jawaban yang lainnya.  Dan untuk semua itu, nasi goreng yang sebentar lagi akan menjadi makan malamku ini akan menjadi perayaan untukku yang sudah berhasil mendapatkan jawaban tentang apa itu kemerdekaan. Kemerdekaan yang merupakan perwujudan dari suatu kebebasan dan pasti diinginkan oleh siapapun baik suatu bangsa atau individu sekalipun, kebebasan dalam mengartikan dan merasakan kebebasan itu sendiri, kebebasan dari rasa penasaran akan pertanyaan yang terus muncul dikepalaku, kebebasan akan menentukan mana jawaban yang menurutku menjadi jawaban yang benar atas pertanyaan yang ku miliki.

“Sekolah dimana dek?” Tanya abang nasi goreng yang memecah lamunanku yang sedang membanggakan diri sendiri atas berhasilnya aku mendapat jawaban yang memuaskan.

“di SMP 1 bang” jawabanku sikat.

“Kelas berapa?” Tanya abang nasi goreng lagi sambil tetap fokus memasak nasi goreng pesananku.

“Kelas 2 bang”

“Wah... Itu lagi masa asyik-asiyknya tuh, semangat ya dek sekolahnya, jangan keasyikan main doang tapi kamu juga harus serius soal belajar” Ucap abang nasi goreng.

“Emangnya kenapa bang kita harus serius belajar?” Tanyaku

“Ya... karena pendidikan itu penting dek, biar kamu sukses” Jawab abang nasi goreng.

“Emang kenapa ya bang pendidikan sepenting itu? terus kenapa ya semua orang kepengen sukses?” Tanyaku lagi ke abang nasi goreng.

“Nahhh kalau itu harus adek cari tahu sendiri, sebab tiap orang pasti punya alasan yang berbeda kenapa itu penting”

Aku hanya terdiam mendengar ucapan abang nasi goreng tersebut, dan seketika dikepalaku muncul satu kalimat untuk abang nasi goreng ini.

“Makasih bang, abang udah ngerusak perayaan aku malam ini”.

Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Mencari makna kemerdekaan
AKKu
Cerpen
Peran
Adrikni LR
Cerpen
Bronze
ALTEZZA : Semata Karenamu
Tinta Monyet
Cerpen
KALAU ADA YANG SULIT, KENAPA HARUS DIPERMUDAH?
Yunia Susanti
Cerpen
Barang Biasa, Cerita Luar Biasa
Tresnaning Diah
Cerpen
Bronze
Uang-uang yang Tercecer di Jalan
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Koran Kertas
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Nasihat Kakek Bisma
Anggrek Handayani
Cerpen
Bronze
Penjual Doa
Titin Widyawati
Cerpen
Bronze
Duwa Nyawa
Silvarani
Cerpen
The Lost's Neighborhood Serenity
Hafizah
Cerpen
Bronze
Persetan
Yuli Harahap
Cerpen
Bronze
Simetris
Jasma Ryadi
Cerpen
Toko Buku Kecil di Kaki Bukit
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
Sipanggaron
Muram Batu
Rekomendasi
Cerpen
Mencari makna kemerdekaan
AKKu
Cerpen
Pagi palsu
AKKu
Cerpen
Cemas
AKKu
Cerpen
Dia yang tak kukenal
AKKu