Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Slice of Life
Bronze
Memeluk Kaktus
3
Suka
10,417
Dibaca

Martha

Dua minggu setelah bayinya dimakamkan Martha mendapati seruas kaktus tumbuh di sudut halaman rumahnya. Ukurannya tak lebih besar daripada satu ruas telunjuk. Duri-durinya begitu halus hingga sepintas tampak menyerupai bulu. Tanaman itu tidak ada di sana sebelumnya. Seumur hidup Martha tidak pernah menanam kaktus. Jadi dari mana tanaman ini datang? Bagaimana bisa ada di pekarangannya? Siapa yang menanamnya?—jelas bukan dirinya. Bagaimanapun, Martha merasa lebih terpukau daripada bingung. Ia menganggap kehadiran kaktus kecil itu sebagai suatu pertanda.

Mengabaikan seluruh pengetahuannya tentang kehidupan setelah kematian, akal sehat, dan keyakinan agamanya, Martha meyakini tanaman kecil berduri itu membawa jiwa bayinya yang baru saja meninggal. Ia dan Angela, bayi mungilnya, ditakdirkan untuk terus bersama tak peduli sang bayi harus mengambil wujud apapun. Bila Angela harus kembali padanya dalam wujud kaktus, atau seekor anak kucing, itu tak berbeda dengan seandainya bayi itu tetap hidup dan dirawat olehnya dan mereka memiliki masa depan bersama.

Akhirnya ia pindahkan kaktus kecil itu dengan hati-hati dari tanah pekarangan ke dalam pot plastik yang biasa ia pakai menaruh tanaman hias di meja ruang tengah. Sejak hari itu, Martha memutuskan akan merawat dan menjaga tanaman itu seperti makhluk hidup manapun yang membutuhkan kasih sayang. Di malam hari, Martha akan memindahkannya dari atas meja ke sisi tempat tidur. Namun di siang hari, ia akan mengembalikan tanaman itu di luar untuk memperoleh cahaya matahari. Karena ukurannya yang nyaris tanpa bobot dan wujudnya yang mungil dan manis, Martha senang memindah-mindahkan pot kecil itu di mana saja; di ruang tamu, di ruang keluarga, di meja makan, di dapur, bahkan tak jarang di kamar mandi. Suaminya menyelutuk sejak kapan Martha tergila-gila pada kaktus?

Martha tak peduli dan selanjutnya bahkan membawa tanaman itu ke mana pun ia pergi. Misalnya ketika ia b...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp5.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Slice of Life
Cerpen
Bronze
Memeluk Kaktus
Cicilia Oday
Cerpen
Jendela Nostalgia
Bells
Cerpen
Bronze
The Second Wife
Rani Rosdiana
Cerpen
Bau yang Menyeruak dari Mayat Sahabatku
Galang Gelar Taqwa
Cerpen
Bronze
Dari Balik Pohon Apel
astreilla
Cerpen
Melepas Kala
Nurul faizah
Cerpen
Toko Buku Kecil di Kaki Bukit
Rafael Yanuar
Cerpen
Bronze
Jalan Cemara No. 8
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Perempuan Pemakan Bangkai
Nimas Rassa Shienta Azzahra
Cerpen
Ketika Meja Itu Kosong
RA Senja
Cerpen
Bronze
Ulang Lahir
Shinta Larasati Hardjono
Cerpen
Bronze
Koran Kertas
Imajinasiku
Cerpen
Bronze
Skripsi oh Skripsi
Nuel Lubis
Cerpen
Bronze
Lolly Kundang
Yona Elia Pratiwi
Cerpen
KARBAK 85
Sky Melankolia
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Memeluk Kaktus
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Tak Ada yang Sia-sia dalam Hidup Termasuk Menikahi Seekor Babi
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Rentang dan Rajut
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Bunga Apa yang Kau Masukkan ke Mulutmu?
Cicilia Oday
Novel
Bronze
Kasus Langka Keluarga Nirgunaman
Cicilia Oday
Cerpen
Porter Kereta
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Topeng Keindahan
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Debora
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kucing itu Merebut Kekasih Nina
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Istriku dan Anjingnya
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Memberi Makan Anjing Betina
Cicilia Oday
Cerpen
Bronze
Kota Mati 2066
Cicilia Oday