Halaman Author
Kontrol semua karyamu pada halaman author, kamu bisa memublikasikan karya baru atau mengatur karyamu dengan mudah dalam satu tempat.
Cerpen
Drama
Bronze
Melamar
0
Suka
17,857
Dibaca
Cerpen ini masih diperiksa oleh kurator

Lagi-lagi Adin duduk termenung di meja makan sembari menunggu kakaknya memasak.

"Hari ini sahur pakai apa, Kak?" tanya Adin pada kakaknya, Bayu.

"Sahur kali ini pakai ikan sarden, lebih irit dan gampang." Saut Bayu lemas.

Hidup mengontrak di perantauan memang harus pintar-pintar mengelola keuangan, untungnya bulan ini bertepatan dengan bulan puasa. Di mana seharusnya pengeluaran akan lebih sedikit bagi mahasiswa. Jika pintar memilih masjid mana yang sering berbagi takjil dan nasi kotak.

Bagi Adin dan Bayu, masjid sudah menjadi rumah ke...

Baca cerita ini lebih lanjut?
Rp1.000
Anda harus login atau daftar untuk mengirimkan komentar
Komentar (0)
Rekomendasi dari Drama
Cerpen
Bronze
Melamar
Muhammad Adli Zulkifli
Skrip Film
Perawan Tua
Kinanti Atmarandy
Flash
PAJANGAN LEMARI KACA
IGN Indra
Novel
1 Rumah 2 Cinta
Herman Siem
Novel
Umbra
Ooza
Skrip Film
Montase
Nurul A. Putri
Flash
REGRET
Shinta Jolanda Moniaga
Komik
Promise
franofran
Skrip Film
Tuhan Yesus Sembuhkan Luka Batinku (Skrip)
Asti Pravitasari
Novel
FORBIDEN LOVE
Dewi Hana
Cerpen
Beginilah, Tak Ada yang Perlu Dirisaukan
Zaki S. Piere
Novel
Benih Terlarang
Iis Susanti
Skrip Film
AKU DAN KAMU SIAPA?
Almasarym
Skrip Film
From the Rain
Siam Fitriana
Skrip Film
MAHLUK TUHAN PALING CANTIK
Okhie vellino erianto
Rekomendasi
Cerpen
Bronze
Melamar
Muhammad Adli Zulkifli
Skrip Film
Birthday
Muhammad Adli Zulkifli
Cerpen
Awas Kepala Buntung
Muhammad Adli Zulkifli
Skrip Film
JARUM BESI
Muhammad Adli Zulkifli
Cerpen
SAPTO
Muhammad Adli Zulkifli
Novel
Bronze
BAKA
Muhammad Adli Zulkifli
Flash
Jok
Muhammad Adli Zulkifli
Novel
Pilihan Ganda
Muhammad Adli Zulkifli
Cerpen
Bronze
Puasa
Muhammad Adli Zulkifli
Cerpen
Bronze
Malam Pertama
Muhammad Adli Zulkifli
Cerpen
Bronze
Seperti Seekor Kupu-kupu yang Hinggap Sebentar di Setangkai Bunga Kemboja Lalu Pergi dan Tak Pernah Kembali
Muhammad Adli Zulkifli